Malaysia Sampaikan Duka dan Simpati Usai Indonesia Diterjang Bencana Ganda
astakom.com, Jakarta – Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan empati dan rasa prihatin mendalam kepada pemerintah serta masyarakat Indonesia atas rentetan bencana alam yang belakangan ini terjadi di Tanah Air, mulai dari erupsi gunung berapi hingga pekatnya kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Duka Malaysia
Melalui unggahan di akun media sosial resminya, Anwar menegaskan kalau dukungan moral dari Malaysia untuk Indonesia merupakan wujud solidaritas antarbangsa yang punya kedekatan emosional amat kuat.
“Saya menyampaikan solidaritas kepada saudara-saudara kita di Indonesia menyusul bencana gunung berapi dan tantangan kabut asap yang sedang dihadapi,” ungkap Anwar pada postingan media sosial resminya dikutip oleh astakom pada Selasa, (8/9/2026).
Ikatan persaudaraan
Ia mengungkapkan kalau hubungan antara Malaysia dan Indonesia tidak sekadar bertetangga di peta wilayah, melainkan dua bangsa yang saling terikat oleh sejarah, budaya, serta semangat persaudaraan yang kental. Anwar pun memastikan kalau sinergi dan rasa hormat antarkeduanya bakal terus terjaga.
“Insyaallah, ikatan ini akan terus terjaga demi kesejahteraan rakyat kedua negara serta perdamaian dan kemakmuran kawasan,” jelasnya.
Momen saling support
Momen saling support ini disampaikan PM Anwar ketika berbincang via sambungan telepon bersama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Saat itu, Jokowi sedang berada di Penang, Malaysia, pada Sabtu (05/09/2026) hingga Minggu (06/09/2026) lalu untuk menghadiri agenda Penang Peace Dialogue 2026.
Namun, keduanya terpaksa batal meet up secara tatap muka lantaran jadwal Anwar berbenturan dengan agenda lain yang sudah teragenda lebih dulu, yaitu Pameran Pertanian, Hortikultur, dan Agrowisata Malaysia (MAHA) 2026.
Kondisi karhutla & erupsi
Kondisi bencana lingkungan di Indonesia sendiri saat ini memang terbilang cukup menyita perhatian. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengungkapkan kalau akumulasi luas area karhutla di seluruh wilayah Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah menembus angka 107.465,47 hektare.
Di sisi lain, Polri mencatat ada 169 laporan polisi terkait kasus karhutla dalam kurun waktu 1 Januari sampai 4 September 2026. Dari rangkaian penyidikan intensif tersebut, aparat kepolisian telah menetapkan sebanyak 113 orang sebagai tersangka.
Tak berhenti di masalah kabut asap tebal akibat karhutla, sejumlah area di Indonesia juga harus menghadapi dampak paparan hujan abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas vulkanik serta erupsi sejumlah gunung berapi dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), jajaran gunung berapi yang terpantau aktif meletus tersebut di antaranya Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki serta Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, hingga Gunung Sinabung di Sumatera Utara. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Gara-gara Indonesia lagi double trouble kena karhutla ratusan ribu hektare plus erupsi gunung berjemaah, PM Malaysia Anwar Ibrahim langsung drop pesan empati yang buktiin kalau hubungan serumpun kita itu real sibling energy banget, ditambah gercepnya aparat yang udah amankan 113 tersangka pemicu kebakaran biar isu lingkungan ini makin diseriusin!








