BGN Tekankan Penguatan Standardisasi Dapur SPPG & Keamanan Pangan

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 5 September 2026 | 01:08 WIB
BGN Tekankan Penguatan Standardisasi Dapur SPPG & Keamanan Pangan
Kepala BGN, Sudaryono, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bareng Komisi IX DPR RI di Jakarta [Dok. BGN]

astakom.com, JakartaBadan Gizi Nasional (BGN) lagi memperkuat kualitas teknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lewat alokasi anggaran Tahun 2027, BGN fokus meluncurkan standar baru buat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), peningkatan kapasitas para petugas penjamah makanan, memperkuat rantai pasok, plus ngetatin pengawasan mutu dan keamanan pangan.

Langkah ini jadi fondasi utama Program Pemenuhan Gizi Nasional bentukan BGN biar ekosistem MBG punya standar operasional yang makin proper dan sustain dalam mencukupi gizi masyarakat secara jangka panjang.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala BGN, Sudaryono, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bareng Komisi IX DPR RI di Jakarta, kemarin, sewaktu memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran BGN Tahun 2027.

Sudaryono menjelaskan bahwa alokasi dana BGN enggak cuma habis buat urusan piring ke piring. Anggarannya disebar ke berbagai sektor pendukung biar ekosistemnya makin baik, seperti sistem informasi, edukasi dan promosi, kemitraan strategis, pemberdayaan warga, pengawasan ketat, hingga tata kelola lembaga.

“BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional,” ujar Sudaryono, dikutip dari laman resmi BGN, Jumat (4/9/2026).

Dana penguatan aspek teknis

Demi mengejar aspek teknis yang baik, BGN mengucurkan dana non-MBG sebesar Rp373,3 miliar di dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional.

Dana ini bakal dipake buat standardisasi fasilitas dapur SPPG, program pelatihan penjamah makanan, penguatan alur rantai pasok, hingga pemantauan mutu pangan di seluruh wilayah operasional biar kinerjanya makin terukur.

Target jangkau 72,46 juta

Di Tahun 2027 nanti, BGN menargetkan Program MBG bisa menjangkau ke 72.464.886 penerima manfaat. Angka jumbo ini mencakup 60.599.777 pelajar dari berbagai tingkatan sekolah, serta 11.865.109 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Melihat jangkauan sasaran yang super huge dan tersebar luas, BGN merasa pengetatan standar jadi kunci mati buat menjaga kualitas layanan biar enggak kendor.

Sudaryono menegaskan kalau susunan budget 2027 ini dibuat demi memastikan kelangsungan serta optimalisasi layanan gizi di skala nasional, sekaligus menjamin tiap elemen pendukungnya terus mengalami peningkatan.

“Dengan kata lain, BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional,” pungkas Sudaryono.

Gen Z Takeaway

BGN menyiapkan anggaran 2027 bukan sekadar untuk memperluas cakupan MBG, tetapi juga membangun ekosistem gizi yang lebih solid. Lewat Rp373,3 miliar untuk penguatan teknis, standar dapur SPPG, kapasitas petugas, rantai pasok, serta pengawasan mutu dan keamanan pangan bakal diperketat. Dengan target 72,46 juta penerima manfaat, pembenahan sistem jadi kunci agar program berjalan konsisten, aman, dan berkelanjutan.

Makan Bergizi Gratis MBG BGN Badan Gizi Nasional SPPG Anggaran MBG

Infografis

Terkini