BGN Hentikan Operasional SPPG Agam Palupuh Setelah Ratusan Orang Diduga Keracunan MBG
astakom.com, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) ngambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Agam Palupuh Pasia Laweh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Langkah ini diambil imbas dari insiden gangguan pencernaan yang menimpa para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat, Syartiwidya, membenarkan adanya penghentian operasional tersebut.
"Operasional SPPG dihentikan sementara dengan kategori sanksi berat," kata Syartiwidya, dikutip dari sebuah media nasional, Jumat (04/09/2026).
Kategori kejadian fatal
Berdasarkan surat resmi BGN, masalah ini dikategorikan sebagai kejadian fatal (KF) gangguan pencernaan. Awalnya, tercatat ada 237 orang penerima manfaat yang terdampak usai menyantap MBG dari SPPG Agam Palupuh Pasia Laweh.
Namun, data terkini dari Dinas Kesehatan Kabupaten Agam per Jumat (04/09/2026) siang menunjukkan angka yang makin melonjak, yaitu mencapai 344 orang yang mengalami gangguan kesehatan.
Pemberhentian seluruh hak operasional SPPG
Dapur SPPG yang dikelola oleh Yayasan AAMB ini sebenarnya baru aja launching pada 12 Maret 2026. Tapi gara-gara insiden ini, BGN langsung mencabut seluruh hak operasional mereka paling lama 30 hari kalender sejak surat diterbitkan.
Selama masa "hukuman" ini, pihak SPPG diwajibkan buat melakukan perbaikan menyeluruh dan menyerahkan dokumen bukti yang sah. Dokumen itu nantinya bakal diverifikasi oleh Kepala KPPG sebelum diajukan ke Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan sebagai syarat unfreeze status operasional.
"Status operasional bisa dicabut setelah bukti perbaikan diverifikasi," ujar Syartiwidya.
Kalau sampai batas waktu habis mereka belum menyerahkan bukti perbaikan, sanksinya bakal otomatis di-upgrade jadi lebih berat.
Gak cuma itu, SPPG juga dituntut fast response buat melunasi semua pembayaran via Virtual Account (VA) dalam waktu 1x24 jam.
Menu MBG yang dibagikan sebelumnya
Sebagai informasi, menu MBG yang dibagikan pada Senin (31/8/2026) lalu berisikan nasi, telur puyuh, tahu, tomat, timun, bawang, semangka, plus kuah gulai.
Kepala SPPG Palupuh, Wahyu Saputra, sebelumnya mengatakan tidak ada laporan dugaan keracunan pada hari pembagian makanan. Mereka baru tahu ada keluhan massal pada Rabu (2/9/2026).
"Kami juga kaget dengan kejadian hari ini. Saat pembagian MBG, tidak ada laporan keracunan," kata Wahyu.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari gangguan kesehatan yang dialami ratusan penerima manfaat tersebut masih diproses dan belum bisa dipastikan. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
BGN menghentikan sementara operasional SPPG Agam Palupuh Pasia Laweh setelah insiden gangguan pencernaan yang kini berdampak pada 344 penerima manfaat. Sanksi berat ini menjadi sinyal bahwa standar keamanan pangan MBG bukan sekadar formalitas. SPPG diwajibkan melakukan perbaikan menyeluruh dan membuktikannya sebelum operasional dapat kembali berjalan, sementara penyebab pasti kejadian masih dalam proses pemeriksaan.







