Balas Dendam Tidur di Weekend? Ternyata Ngga Seburuk Itu Lho! Simak Penjelasannya
astakom.com, Jakarta - Setelah mengabiskan lima hari di weekend yang mengharuskan untuk bangun pagi, akhir pekan sering jadi momen untuk memperpanjang waktu di kasur. Buat yang biasa 'balas tidur', kabar dari penelitian terbaru ini mungkin cukup melegakan.
Penelitian yang dipresentasikan dalam ESC Congress 2026 menemukan bahwa tambahan tidur pada akhir pekan dalam jumlah moderat berkaitan dengan kemungkinan hipertensi yang lebih rendah. Temuan ini berasal dari pengamatan terhadap sekitar 40.000 orang dewasa di Korea Selatan selama tujuh tahun.
Dalam penelitian tersebut, weekend catch-up sleep dihitung berdasarkan selisih durasi tidur pada akhir pekan dan hari kerja. Secara keseluruhan, tambahan tidur akhir pekan dikaitkan dengan odds hipertensi sekitar 6 persen lebih rendah.
Tidur ekstra ada batasnya
Menariknya, penelitian menemukan angka yang cukup spesifik. Tambahan tidur sekitar 1 jam 27 menit pada akhir pekan dikaitkan dengan odds tekanan darah tinggi sekitar 9 persen lebih rendah. Pada peserta yang kurang aktif secara fisik, asosiasi tersebut mencapai sekitar 6,9 persen.
Namun, hasil tersebut bukan berarti semakin lama tidur saat weekend semakin baik. Peneliti justru menemukan bahwa orang yang tidur lebih dari empat jam lebih lama pada akhir pekan memiliki kemungkinan hipertensi yang lebih tinggi.
Perbedaan waktu tidur yang terlalu jauh antara hari kerja dan akhir pekan diduga dapat meningkatkan ketidakteraturan tidur serta mengganggu ritme sirkadian. Jadi, temuan ini lebih mengarah pada tambahan tidur yang moderat, bukan tidur seharian saat hari libur.
Tubuh butuh waktu pulih
Dr. Nawon Lee dari Korea University, Seoul, yang mempresentasikan penelitian tersebut, menjelaskan bahwa kurang tidur dapat memberi beban tambahan bagi tubuh.
“Tidak mendapatkan tidur yang cukup memberikan tekanan tambahan pada tubuh. Kondisi ini membuat jantung dan pembuluh darah bekerja lebih keras dan dapat meningkatkan tekanan darah,” ujar Lee, seperti dikutip dari laman The Guardian.
Menurut Lee, tambahan waktu tidur pada akhir pekan dapat memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan diri setelah kekurangan tidur selama hari kerja.
Lee juga menilai orang tidak perlu merasa bersalah ketika sesekali tidur sedikit lebih lama pada akhir pekan, terutama setelah tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup sepanjang minggu.
Tetap jaga pola tidur
Meski begitu, temuan tersebut bukan lampu hijau untuk membuat jadwal tidur berantakan sepanjang minggu lalu mengandalkan akhir pekan sebagai “penebusnya”. Lee tetap menekankan pentingnya mempertahankan jadwal tidur yang teratur.
Penelitian ini juga menunjukkan hubungan, bukan membuktikan sebab-akibat. Artinya, hasil tersebut belum bisa digunakan untuk menyimpulkan bahwa tidur tambahan secara langsung mencegah hipertensi. Penelitian tersebut merupakan analisis terhadap pola tidur dan kaitannya dengan kondisi tekanan darah pada kelompok yang diteliti.
Penelitian berjudul Protective role of weekend catch-up sleep on hypertension in adults with physical inactivity itu dipresentasikan Dr. Nawon Lee pada akhir agustus 2026 dalam ESC Congress 2026 di Munich. (deA/RaM)
Gen Z takeaway
Kurang tidur selama weekdays? Weekend boleh jadi waktu buat balas tidur. Tapi tetap secukupnya, jangan kebablasan, dan tetap jaga pola tidur teratur setiap hari.









