Rambut Sehat Nggak Cuma dari Sampo, Ini Pentingnya Merawat Kulit Kepala
astakom.com, Jakarta - Punya rambut yang terlihat shiny belum tentu berarti kondisinya benar-benar sehat. Perawatan rambut kini mulai bergeser dari sekadar memperhatikan batang rambut ke bagian yang sering luput, yaitu kulit kepala.
Perubahan ini muncul seiring pemahaman bahwa pertumbuhan rambut berlangsung melalui beberapa fase dan kondisi folikel ikut berperan di dalamnya. Kerontokan yang terjadi terus-menerus atau disertai penipisan rambut juga bisa menjadi tanda bahwa ada faktor lain yang perlu diperhatikan.
Selain kondisi kulit kepala, rambut juga dapat dipengaruhi berbagai faktor seperti stres, pola makan, perubahan hormon, penyakit, penurunan berat badan secara tiba-tiba, hingga paparan polusi dan panas. Artinya, masalah rambut nggak selalu selesai hanya dengan gonta-ganti produk haircare.
Kulit kepala harus dirawat
Folikel menjadi bagian penting dalam proses pertumbuhan rambut. Karena itu, kondisi kulit kepala perlu diperhatikan, terutama ketika kerontokan berlangsung berlebihan atau dalam waktu lama.
Masalah seperti minyak berlebih, ketombe, kulit kepala kering, penumpukan produk, dan iritasi dapat ditemukan melalui pemeriksaan kondisi kulit kepala. Namun, kerontokan rambut juga tidak selalu berasal dari masalah tersebut.
Salah satu contohnya adalah androgenetic alopecia atau kebotakan berpola. Kondisi ini terutama berkaitan dengan faktor genetik dan sensitivitas folikel terhadap hormon dihidrotestosteron (DHT), sehingga perawatan kosmetik saja tidak cukup untuk mengatasi kerontokan yang terus berkembang.
Jangan asal pilih produk
Dokter kulit Dr. Priyanka Keshav dari VLCC mengatakan, pemeriksaan rambut sebaiknya tidak hanya melihat kondisi batang rambut, tetapi juga kulit kepala, kepadatan rambut, pola kerontokan, tekstur rambut, hingga faktor gaya hidup.
“Konsultasi profesional sebaiknya melihat lebih dari sekadar batang rambut dan menilai kondisi kulit kepala, kepadatan, pola kerontokan, tekstur rambut, serta faktor gaya hidup. Analisis kulit kepala dapat membantu mengidentifikasi masalah seperti sebum berlebih, ketombe, kekeringan, penumpukan, atau iritasi,” ujar Dr. Priyanka Keshav, dikutip dari Times of India.
Menurut Priyanka Keshav, riwayat sakit, stres, pembatasan pola makan, penggunaan obat, perubahan hormon, hingga faktor keluarga juga dapat menjadi petunjuk dalam mencari penyebab kerontokan. Dokter kulit dapat merekomendasikan pemeriksaan tertentu jika dicurigai ada faktor nutrisi atau hormon yang ikut berperan.
Karena itu, mengganti sampo atau mencoba produk baru terus-menerus belum tentu menjadi jawaban ketika rambut rontok tidak kunjung membaik.
Haircare tetap penting
Fokus pada kulit kepala bukan berarti produk perawatan rambut harus ditinggalkan. Sampo dan conditioner tetap memiliki fungsi, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit kepala dan rambut.
Selain itu, kebiasaan yang dapat merusak rambut seperti penggunaan alat panas berlebihan, gaya rambut terlalu ketat, serta proses kimia berulang juga perlu dikurangi. Perawatan profesional pun sebaiknya ditujukan berdasarkan masalah yang ditemukan, bukan dianggap sebagai solusi yang cocok untuk semua orang.
Nutrisi juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Rambut membutuhkan asupan protein, zat besi, dan berbagai nutrisi untuk mendukung pertumbuhannya. Namun, mengonsumsi banyak suplemen tanpa mengetahui adanya kekurangan tertentu tidak disarankan.
Jika rambut sering rontok, muncul kebotakan di area tertentu, kulit kepala mengalami peradangan, atau kepadatan rambut terus berkurang, kondisi tersebut sebaiknya tidak hanya ditangani dengan mencoba produk baru. Pemeriksaan oleh tenaga profesional dapat membantu mencari penyebabnya. (deA/RaM)
Gen Z takeaway
Rambut sehat bukan cuma soal sampo atau serum. Mulai perhatikan kulit kepala, pola hidup, dan kebiasaan haircare supaya perawatannya nggak cuma kelihatan bagus, tapi juga tepat.









