PBB Terhambat Kirim Bantuan Banjir Nepal akibat Jalanan Hancur Total

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Jumat, 4 September 2026 | 21:33 WIB
PBB Terhambat Kirim Bantuan Banjir Nepal akibat Jalanan Hancur Total
PBB Terhambat Kirim Bantuan Banjir Nepal akibat Jalanan Hancur Total (Ilustrasi Banjir Bandang Gemini)

astakom.com, JakartaPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ngaku lagi struggle parah buat ngirimin bantuan ke para korban banjir di Nepal. Penyebab utamanya akses infrastruktur jalanan di sana bener-bener hancur total dan nggak bisa dilewati.

Akses Hancur, PBB Cari Cara

Melansir dari laporan Channel News Asia, Jumat, (4/9/2026), kondisi ini bikin para relawan harus cari cara. Mereka mulai mempertimbangkan opsi penggunaan drone kargo hingga tenaga angkut (porter) demi membelah jalur ekstrem di kawasan terpencil Himalaya.

"Bencana dan kerusakannya benar-benar luar biasa besarnya," tutur Koordinator Residen PBB Lila Pieters Yahia dilansir Channel News Asia, Jumat (4/9/2026).

Ratusan Warga Asing Hilang

Dampak dari bencana dahsyat ini ternyata dirasakan sampai ke mancanegara. Di wilayah Nepal dan Tibet, Tiongkok, tercatat ada lebih dari 800 warga asing dari 34 negara yang dikabarkan hilang. Kebanyakan dari mereka adalah wisatawan dan para peziarah.

Suasana haru dan cemas makin terasa di Kathmandu. Keluarga dari warga asing yang hilang terus mencari berbagai rumah sakit dan kamar jenazah demi mencari kepastian.

"Saya merasa sangat putus asa, ini sudah berhari-hari," ucap Sanjeev Rai berusia 53 tahun dari warga negara AS yang terbang ke Nepal untuk menelusuri istrinya. istrinya adalah 1 dari 75 warga AS yang dikabarkan hilang.

Sementara itu di Tiongkok, lini masa media sosial dipenuhi postingan foto-foto korban hilang. Pihak keluarga terus post dan membagikan informasi demi menggantungkan harapan agar dapat kabar terbaru dari kerabat mereka.

Bantuan Darurat Mulai Tiba

Hingga saat ini, beberapa komunitas yang berada dekat dengan pusat bencana masih terisolasi total. PBB bersama pemerintah Nepal terus gaspoll bekerja sama untuk menyalurkan bantuan darurat ke area-area yang terdampak paling parah.

"Akses ke lokasi benar-benar sangat, sangat sulit," ucap Pieters Yahia.

Ia turut menyatakan kalau badan-badan PBB sejauh ini udah menyalurkan bantuan air bersih, perlengkapan sanitasi, serta bahan makanan dan obat-obatan.

"Bantuan tersebut merupakan yang paling mendesak, terutama bagi warga yang berada di pusat bencana," ungkap Yahia.

Pemandangan penuh harap terlihat di sebuah kamp pengungsian di Distrik Nuwakot, Nepal. Para penyintas banjir terlihat mengantre dengan sabar menunggu nama disebut buat mendapatkan paket bantuan berisi beras, mi instan, minyak goreng, dan biskuit.

Opsi Drone dan Helikopter

Guna mempercepat proses pengiriman di tengah medan yang sulit, PBB terus menyelaraskan langkah dengan otoritas lokal.

Pieters Yahia menyatakan kalau PBB sedang ngobrol dengan pemerintah setempat soal gimana cara memanfaatkan helikopter dan drone kargo biar bisa menyalurkan bantuan. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Banjir dahsyat di Nepal benar-benar bikin akses jalanan lumpuh total sampai logistik bantuan PBB tertahan. Di tengah situasi krisis yang mengisolasi ribuan warga dan bikin ratusan turis asing hilang, para relawan terpaksa pikir keras memanfaatkan teknologi drone cargo hingga helikopter demi menembus jalur ekstrem Himalaya. Kejadian ini jadi reminder keras buat kita semua tentang betapa mengerikannya dampak krisis iklim dan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur darurat di kawasan rawan bencana.

PBB Perserikatan Bangsa-Bangsa Nepal Banjir bandang

Infografis

Terkini