Atasi Karhutla, BNPB Tabur 5,6 Ton Garam Pancing Hujan
astakom.com, Jakarta – Pasokan air di daratan yang makin menipis bikin penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla butuh resep ekstra. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung all in dengan memadukan tiga strategi sekaligus yaitu: pemadaman darat, water bombing via helikopter, sampai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Langkah double ini digencarkan supaya titik panas dan titik api tetap bisa disiram maksimal, meskipun ketersediaan air di beberapa area terdampak sudah mulai crisis mode.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan kalau timnya melakukan berbagai pendalaman di lapangan.
Kunci sinergi 3 jurus
“Jumlah air yang ada di darat juga terus berkurang. Namun demikian, kami tetap melakukan kanalisasi, penggalian sumur bor, dan juga melakukan penyekatan di beberapa titik sehingga air bisa diambil melalui darat dengan lebih gampang dan dekat dengan titik api ataupun titik panas,” ucap Berton pada konferensi pers di Gedung BNPB, Selasa (01/09/2026).
Support udara water bombing
Perjuangan tim darat makin kuat karena mendapat bantuan dari udara. Begitu satgas darat sibuk menarik selang dari kanal, helikopter water bombing langsung standby meluncurkan bom air tepat sasaran
"Saat satgas darat berjuang dengan selang dan sumber air dari kanal, helikopter water bombing memberikan dukungan dari atas dengan menyebarkan air tepat di titik panas,” papar Berton.
Berton menilai kalau pemadaman karhutla memang nggak bisa kalau cuma mengandalkan satu cara saja. Medannya yang tricky butuh sinergi kuat agar api nggak makin meluas.
“Upaya ini dipadukan agar hasilnya lebih maksimal. Ini merupakan pekerjaan yang sulit, tetapi personel kita sudah sangat terlatih untuk melaksanakannya,” lanjutnya.
Garam pancing hujan
Bukan cuma pemadaman fisik, BNPB juga memacu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) buat memancing hujan turun di lokasi-lokasi yang kondisi atmosfernya supportive. Total ada 5.600 kilogram natrium klorida (NaCl) alias garam dapur yang disiapkan dan ditabur ke langit. Namun, OMC ini bukan tipe operasi yang asal langsung sembarangan kuncinya ada di ketersediaan bibit awan.
"Sekecil apa pun potensi terjadinya atau optimalisasi hujan, tetap akan kami pertimbangkan. Di Riau, dilakukan dua sorti dengan menyebarkan sebanyak 2.000 kilogram NaCl. Di Jambi juga dilakukan hal serupa,” papar Berton.
Untuk wilayah Kalimantan Barat, OMC diluncurkan satu sorti dengan memperluas 800 kilogram NaCl. Misi yang sama juga digelar di Lampung.
"Di Kalimantan Barat dilakukan satu sorti dengan 800 kilogram NaCl, dan di Lampung tetap dilakukan sebanyak satu sorti. Sedangkan di provinsi lain seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, maupun Kalimantan Tengah, hal ini belum bisa dilaksanakan karena memang tidak adanya informasi mengenai titik-titik awan di atmosfer,” paparnya.
Langkah taktis ini terbukti mulai membuahkan hasil. Hujan dari intensitas ringan hingga lebat dilaporkan sudah mulai mengguyur area Riau, Jambi, dan Lampung.
Terhalang bibit awan
Meski begitu, BNPB menekankan kalau OMC bukan solusi yang bisa diterapkan secara bersamaa di semua daerah karhutla. Faktor utamanya tetap kembali pada kehadiran bibit awan alami yang bisa dimaksimalkan buat menumbuhkan curah hujan.
“Di provinsi lain seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, maupun Kalimantan Tengah, hal ini belum bisa dilaksanakan karena memang tidak adanya informasi mengenai titik-titik awan di atmosfer. Sekecil apa pun potensi terjadinya hujan tetap akan kami pertimbangkan,” jelasnya. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Stok air menipis bikin penanganan karhutla masuk crisis mode, tapi BNPB langsung all-in pake strategi combo! Selain satgas darat dan water bombing via helikopter, mereka menabur 5,6 ton garam NaCl di langit lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) buat memancing hujan. Tapi FYI, strategi semai garam ini nggak bisa asal spill di semua daerah ya, karena kuncinya tetep butuh ketersediaan bibit awan alami di atmosfer biar hujannya berhasil dropping.









