Anti-Mainstream! Polri & Tim Gabungan Turunkan Teknologi Baru Level Up Buat Padamkan Karhutla Gambut

Penulis: Alfian Tegar
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Kamis, 3 September 2026 | 23:32 WIB
Anti-Mainstream! Polri & Tim Gabungan Turunkan Teknologi Baru Level Up Buat Padamkan Karhutla Gambut
Polri dan tim gabungan gunakan cara baru hadapi karhutla gambut [Dok. Polri]

astakom.com, JakartaPolri bareng TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, plus masyarakat lagi makin full power memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Nggak cuma ngandalin cara pemadaman konvensional, berdasarkan keterangan resmi yang diterima astakom.com, Kamis (03/09/2026), penanganan karhutla gambut sekarang diperkuat dengan teknologi canggih buat mendeteksi dan mendinginkan bara yang ada di bawah permukaan tanah.

Polda Kalimantan Selatan menerapkan kombinasi drone thermal, sistem pipa undercooling, serta cairan pemadam berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel.

Teknologi ini diterapkan salah satunya di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, buat melibas karakteristik lahan gambut yang bikin panas dan bara di bawah permukaan meski api di atas tanah udah padam.

Ribuan personel dikerahkan

Berdasarkan data kesiapsiagaan, ada 3.030 personel Polda Kalsel yang jadi bagian dari 11.681 personel gabungan yang disiapkan buat eksekusi karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Kekuatan ini dikerahkan sesuai tingkat kerawanan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Khusus di kawasan Pengayuan, minimal 350 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, pihak perusahaan, bareng unsur pendukung langsung diterjunkan. Para personel kerja keras dalam tiga shift buat memastikan proses pemadaman, pembasahan, pendinginan, dan pemantauan berlangsung non-stop.

Pengayuan jadi salah satu bukti nyata gimana kolaborasi kekuatan personel dipadukan sama teknologi modern pas nanganin karhutla di lahan gambut. Kondisi gambut memang suka tricky bikin api nggak selalu kelihatan di permukaan, karena panasnya bisa jalan-jalan dan baranya betah bertahan di lapisan bawah tanah.

Penanganan Karhutla dua arah

Buat ngatasin kondisi tersebut, sistem pipa undercooling dipakai dengan menancapkan pipa sampai sekitar dua meter ke dalam lapisan gambut. Cairan pemadam terus diinjeksi langsung ke bagian bawah permukaan yang masih nyimpan panas.

Di saat yang sama, personel tetap melakukan pemadaman dan pembasahan dari permukaan pake metode konvensional. Lewat pola canggih ini, penanganan dilakukan dari dua arah sekaligus yakni matiin api dari atas, terus mendinginkan sumber panas dari bawah.

Penggunaan drone thermal

Deteksi titik panasnya juga next level, pake drone thermal milik Ditintelkam Polda Kalsel. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah proses penanganan biar paham kondisi temperatur secara akurat.

Pas salah satu titik pengujian, pemantauan awal mendeteksi suhu tanah gambut sempat berada di angka yang panas sampai sekitar 120 derajat Celsius.

Tim langsung gercep melakukan pembasahan permukaan dan menginjeksikan cairan lewat sistem pipa undercooling sekitar satu menit.

Setelah proses penanganan, lokasi kembali dipantau menggunakan drone thermal. Hasil pemantauan menunjukkan suhu pada titik yang ditangani turun ke kisaran 30°C dan titik panas yang sebelumnya terdeteksi tidak lagi terlihat pada pemantauan berikutnya.

Cairan formula khusus MES

Cairan yang digunakan dalam sistem undercooling merupakan formula berbahan dasar MES hasil pengembangan Bidlabfor Polda Kalsel. Dalam penerapannya, sekitar 100 liter formula dapat dicampurkan dengan 12.000 liter air dalam satu kolam bioflok portable.

Kolam tersebut digunakan untuk mendekatkan sumber air ke lokasi penanganan sekaligus mendukung pembasahan permukaan dan proses injeksi melalui pipa undercooling.

Polda Kalsel juga menyiapkan kolam bioflok portable berkapasitas 12.000 liter untuk mendukung kebutuhan operasi di lapangan. Selain inovasi teknologi ini, penanganan karhutla tetap diperkuat dengan kesiapan personel dan sarana pendukung.

Sejumlah peralatan yang disiapkan antara lain empat drone, 16 kendaraan AWC, enam kendaraan SAR, 115 kendaraan roda dua, 33 kendaraan R4 double cabin, 14 kendaraan R4 single cabin, tujuh kendaraan R4 tangki, 19 kendaraan R6 truck, 31 mesin pompa, lima pompa apung, dan lima pompa portable.

Manfaat penggunaan teknologi

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan membantu petugas mengetahui kondisi karhutla secara lebih menyeluruh.

"Kita tidak hanya melihat apakah api di permukaan sudah padam. Kita juga perlu mengetahui apakah masih ada panas yang tersimpan di bawah tanah. Drone thermal membantu menemukan titik panas, kemudian sistem undercooling digunakan untuk melakukan pendinginan dari bawah," ujar Trunoyudo.

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak menggantikan metode pemadaman yang selama ini digunakan. Sebaliknya, teknologi menjadi tambahan kemampuan bagi petugas, khususnya dalam menghadapi karakteristik lahan gambut.

"Metode konvensional tetap dilakukan. Cara baru ini menambah kemampuan tim, khususnya ketika menghadapi karakter gambut yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan," tuturnya. (aLf/RaM/aNs)

Gen Z Takeaway

Penanganan karhutla di Kalsel makin adaptif dengan menggabungkan ribuan personel dan teknologi seperti drone thermal serta sistem undercooling untuk mendeteksi sekaligus mendinginkan bara di bawah gambut. Pendekatan dua arah ini melengkapi metode konvensional, sehingga pemadaman bisa lebih presisi dan risiko api kembali muncul dapat ditekan.

Polri Karhutla Penanganan Karhutla Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan Selatan

Infografis

Terkini