KTT SCO di Kirgistan: Putin dan Xi Jinping Hadiri Pertemuan Pemimpin Asia di Tengah Isu Geopolitik Global

Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Selasa, 1 September 2026 | 18:34 WIB
KTT SCO di Kirgistan: Putin dan Xi Jinping Hadiri Pertemuan Pemimpin Asia di Tengah Isu Geopolitik Global
Vladimir Putin-Xi Jinping. [ilustrasi Gemini]

astakom.com, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bersama belasan pemimpin dunia menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organisation (SCO) selama dua hari di Kirgistan, mulai Senin (31/08/2026). Pertemuan blok regional yang ditujukan sebagai kekuatan penyeimbang terhadap dominasi Barat ini juga bertepatan dengan momen perayaan ulang tahun ke-25 organisasi tersebut. 

SCO menyatukan Rusia, Tiongkok, India, Pakistan, Iran, empat negara Asia Tengah, serta Belarusia yang merupakan sekutu dekat Moskow. Dalam kedatangannya di Bishkek, Xi Jinping menyambut baik hubungan dengan Kirgistan yang disebutnya memasuki "periode emas", di tengah langkah Tiongkok yang kian gencar memperdalam pengaruhnya di kawasan Asia Tengah yang secara historis didominasi Rusia. Demikian dikutip euractiv.com, Selasa (1/09/2026).

KTT kali ini berlangsung di tengah situasi geopolitik yang memanas, yakni empat setengah tahun pasca-invasi Rusia ke Ukraina serta enam bulan sejak pecahnya perang antara Washington dan Teheran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian hadir secara langsung mewakili negaranya.

Selain agenda pleno yang dipimpin Presiden Kirgistan Sadyr Japarov bersama Putin, Xi, Pezeshkian, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga dijadwalkan hadir meski negaranya bukan anggota formal. Juru bicara Kremlin Yuri Ushakov membeberkan bahwa Putin bakal menggelar pertemuan bilateral terpisah dengan Xi Jinping dan Pezeshkian.

Sanksi Barat dan Ketegangan Geopolitik

Pertemuan antara Putin dan Pezeshkian terjadi hanya beberapa hari setelah Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan langka ke Moskow, yang memicu spekulasi media AS terkait pembahasan isu Ukraina dan Iran. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan peringatan keras kepada Moskow dan Beijing agar tidak merenjatai Iran.

Di luar 10 anggota utamanya, SCO kini menggaet 15 "mitra dialog" seperti Turki, Arab Saudi, dan Qatar, serta dua negara pengamat yaitu Afganistan dan Mongolia. Meski deklarasi pendiriannya mengklaim bahwa SCO bukan aliansi yang ditujukan untuk melawan negara lain, Putin dan Xi berulang kali melontarkan pidato anti-Barat. Pada KTT tahun lalu, Putin menuding Barat memprovokasi perang Ukraina, sementara Xi mengecam aksi intimidasi yang merujuk pada ketegangan AS-Tiongkok.

KTT Bishkek juga dibayangi perang dagang pasca-pengenaan tarif baru oleh AS terhadap barang-barang Tiongkok dan India, serta sanksi sekunder Washington terhadap mitra dagang Iran di sektor emas, teknologi, aset digital, penerbangan, dan transportasi laut. Tiongkok merespons gertakan AS tersebut dengan menegaskan bakal membela kepentingannya secara gigih.

Pakar hubungan internasional Mohammad Hassan Najmi menilai keikutsertaan Iran di SCO adalah upaya untuk mengindari sanksi AS dan Eropa, meskipun manfaat konkretnya masih dipertanyakan saat krisis terjadi. Di sisi lain, walau SCO mengklaim mewakili 40 persen populasi bumi dan 25 persen PDB global, persaingan internal tetap ada—termasuk perebutan pengaruh antara Rusia dan Tiongkok di Asia Tengah, hingga dinamika hubungan Tiongkok dengan India dan Pakistan. (RaM)

Gen Z Takeaway

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping resmi kumpul bareng belasan pemimpin dunia di Kirgistan buat menggelar KTT Shanghai Cooperation Organisation (SCO), blok regional penyeimbang dominasi Barat yang lagi ngerayain ultah ke-25! KTT ini berlangsung panas karena digelar di tengah invasi Rusia ke Ukraina yang masuk tahun keempat setengah, konflik Washington-Teheran yang baru jalan enam bulan, plus bayang-bayang perang dagang akibat gempuran tarif dan sanksi dari Presiden AS Donald Trump. 

vladimir putin xi jinping Geopolitik Global geopolitik update Rusia Tiongkok

Infografis

Terkini