Korban Gempa Kolombia Melonjak: 331 Tewas, 240 Masih Dinyatakan Hilang
astakom.com, Jakarta – Dampak bencana gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus lalu ternyata makin miris. Jumlah korban jiwa akibat musibah ini dilaporkan terus bertambah hingga mencapai 331 orang.
Badan Nasional Penanganan Risiko Bencana Colombia (UNGRD) menyampaikan kondisi terkini dalam laporan terbaru mereka pada Selasa, (25/08/2026). Mereka mengonfirmasi kalau angka pencarian korban masih terus berjalan secara intensif.
Dampak Korban Jiwa
UNGRD mengatakan kalau total sebanyak 240 orang masih dinyatakan hilang, sementara 4.449 orang terluka dan 364 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.
Jika dihitung secara keseluruhan, sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency pada Kamis, (27/08/2026) ada total 406.273 warga dari 188.034 keluarga yang kena damage alias terdampak langsung oleh bencana gempa ini. Peristiwa ini melanda 494 munisipalitas yang tersebar di 16 dari 32 departemen di Kolombia.
Skala Bencana
Bencana gempa ini pertama kali terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat pada 10 Agustus. Saking dahsyatnya getaran yang dirasakan, UNGRD sampai menyebutnya sebagai gempa terkuat yang melanda Kolombia pada abad ini.
Pusat gempa tersebut terdeteksi berada di dekat San José del Palmar, Departemen Chocó, dengan kedalaman sekitar 110 kilometer.
Imbas guncangan ini bikin kerusakan luar biasa pada permukiman warga hingga berbagai infrastruktur publik di wilayah barat Kolombia. Data paling baru dari UNGRD mencatat ada 33.275 rumah yang hancur total, sedangkan 185.889 rumah lainnya terjadi kerusakan.
Kerusakan Fasilitas
Sektor penting seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas umum juga ikut kena imbasnya. Tercatat sebanyak 376 fasilitas kesehatan, 3.819 fasilitas pendidikan, serta 4.337 fasilitas komunitas dilaporkan mengalami kerusakan.
Akses transportasi dan jaringan air bersih pun ikutan lumpuh di banyak titik. Kerusakan terdeteksi melanda 440 ruas jalan, 74 jembatan kendaraan, 17 jembatan pejalan kaki, lima bandara, serta 119 sistem penyediaan air.
Dampak Ekosistem
Tak cuma berdampak pada kehidupan manusia, musibah ini juga membawa nasib buruk bagi para hewan di area terdampak. UNGRD mencatat terdapat 2.149 hewan yang terdampak gempa, sementara 2.949 hewan lainnya berhasil diselamatkan oleh tim evakuasi.
Pihak UNGRD menegaskan kalau seluruh rincian angka tersebut sejauh ini masih bersifat sementara. Pendataan terus diperbarui oleh pemerintah daerah dan berbagai lembaga yang bahu-membahu dalam operasi tanggap darurat serta inventarisasi kerusakan di lapangan. (nAD/RaM)









