Dari Bali, Presiden Prabowo Dijadwalkan Bertolak ke NTT: Tinjau Langsung Penanganan Pascagempa

Penulis: Alfian Tegar
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:36 WIB
Dari Bali, Presiden Prabowo Dijadwalkan Bertolak ke NTT: Tinjau Langsung Penanganan Pascagempa
Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan program PLTS 100 GWp di PLTS Site Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa (25/08/2026). [Timpres]

astakom.com, JakartaPresiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak dari Bali menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/08/2026) pagi, untuk mengecek langsung kondisi pengungsi dan penanganan dampak gempa bumi di beberapa daerah NTT.

Langkah ini dilakukan guna memastikan penanganan bencana serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak berjalan secara optimal dan tepat sasaran.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang mendampingi rangkaian kunjungan kerja Presiden di Bali dan NTT, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut memegang peranan penting dalam penguatan koordinasi lintas instansi.

“Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani gempa di Pulau Flores, NTT,” kata Mensesneg Prasetyo di Denpasar, Bali, saat dihubungi awak media dari Jakarta, Rabu (26/08/2026) pagi.

Percepatan distibusi logistik dan penyaluran bantuan

Prasetyo melanjutkan, Presiden Prabowo sejak hari pertama bencana, langsung memerintahkan penyaluran bantuan dilaksanakan cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak.

Sebagai bentuk respons cepat, sejak 15 Agustus 2026 sampai dengan 24 Agustus 2026, sebanyak 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, serta obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua unit rumah sakit (RS) lapangan telah disalurkan ke daerah-daerah terdampak bencana di Pulau Flores, NTT.

“Dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak juga terus diperkuat melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana. KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, yang difungsikan sebagai RS lapangan, sementara RS Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Prasetyo.

Di tingkat daerah, operasional rumah sakit penunjang juga terus dimaksimalkan. Prasetyo melanjutkan dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasionalkan, masing-masing di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, untuk pelayanan operatif dengan 29 tindakan operasi telah dilakukan secara kumulatif, kemudian di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat dan tindakan operasi serta perawatan korban gempa.

Komitmen pemulihan dan rekonstruksi berkelanjutan

Prasetyo kemudian menekankan penanganan dampak bencana gempa NTT tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah berkomitmen penuh mendampingi proses pemulihan fisik maupun sosial-ekonomi masyarakat hingga tuntas.

“Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” kata Prasetyo.

Prasetyo menyatakan pemerintah terus bekerja agar masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana. (aLf/RaM).

Gen Z Takeaway

Kunjungan Presiden Prabowo ke NTT menegaskan bahwa penanganan gempa tak cukup berhenti di respons darurat. Distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga pemulihan dan rekonstruksi terus dikebut dengan koordinasi lintas instansi, agar kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan proses bangkit berjalan secara berkelanjutan.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto NTT Gempa NTT Pascagempa NTT Pemulihan Bencana NTT

Infografis

Terkini