Kemenhub Dorong Penguatan Keselamatan Transportasi di Kepulauan Riau
astakom.com, Jakarta – Keselamatan transportasi kembali jadi perhatian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), khususnya di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) yang punya aktivitas transportasi laut dan udara cukup padat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumpulkan seluruh unit pelaksana teknis (UPT) Kemenhub yang bertugas di wilayah Kepri untuk memperkuat pengawasan keselamatan transportasi. Pertemuan tersebut berlangsung di Batam, Senin (24/08/2026).
Melansir keterangan resmi Kementerian Perhubungan yang diterima astakom.com, penguatan keselamatan itu mencakup moda transportasi darat, laut, hingga udara. Dudy juga meminta seluruh jajaran tidak hanya melakukan pengawasan teknis, tetapi ikut membangun kesadaran keselamatan lewat edukasi dan komunikasi publik.
Kepri punya tantangan transportasi
Dudy menilai posisi Kepri yang strategis membuat mobilitas transportasi di wilayah tersebut cukup sibuk, terutama untuk jalur laut dan udara. Kondisi ini membuat aspek keselamatan menjadi salah satu tanggung jawab penting yang harus terus diperkuat oleh Kemenhub.
“Kita bersama tahu bahwa Kepulauan Riau merupakan wilayah yang strategis serta sangat sibuk, terlebih pergerakan transportasi laut maupun udara. Ada peran strategis dan tanggung jawab besar Kementerian Perhubungan yaitu keselamatan,” ujar Menhub Dudy mengutip dari keterangan resmi Kemenhub yang diterima astakom.com.
Karena itu, jajaran Kemenhub di Kepri diminta kembali memperkuat budaya keselamatan, baik di lingkungan operator maupun masyarakat yang menggunakan layanan transportasi.
Pengawasan diminta makin ketat
Penguatan tersebut mengacu pada Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 3 Tahun 2026. Salah satu fokusnya adalah memastikan sarana transportasi benar-benar memenuhi standar kelaikan sebelum digunakan.
Kemenhub juga mengarahkan adanya pemeriksaan secara menyeluruh sesuai kewenangan, termasuk pemeriksaan secara acak sebelum keberangkatan dan setelah kedatangan. Pengawasan terhadap kepatuhan operator dalam menjalankan sistem keselamatan serta perawatan sarana transportasi juga menjadi bagian dari langkah tersebut.
Selain itu, kondisi prasarana transportasi perlu dievaluasi secara berkala. Jika ditemukan situasi yang berpotensi mengancam keselamatan atau keamanan, tindakan dini dan koordinasi dengan pihak terkait harus segera dilakukan.
Edukasi keselamatan jadi kunci
Upaya membangun keselamatan tidak berhenti di pemeriksaan teknis. Kemenhub juga meminta jajarannya aktif menyampaikan kampanye keselamatan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial dan edukasi secara langsung.
Pembinaan terhadap aparatur dan operator juga perlu diperkuat agar setiap pihak memahami tugas, tanggung jawab, serta standar kelaikan operasionalnya. Pengawasan terhadap seluruh aparat UPT di Kepri turut ditingkatkan agar pelaksanaan tugas tetap sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pastikan kendaraan laik jalan, anak buah kapal/kru pesawat sudah punya kompetensi sertifikasi, para stakeholder, owner kapal, tahu apa yang harus dilakukan. Ini yang saya harapkan, supaya kejadian-kejadian yg sudah kita lihat sebelumnya tidak terjadi lagi. Kita juga harus terus mengingatkan para penumpang,” pungkas Menhub Dudy.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, serta para kepala UPT bidang darat, laut, dan udara se-Kepri. (deA/RaM).
Gen Z Takeaway
Intinya, keselamatan transportasi bukan cuma urusan petugas atau operator. Mulai dari kendaraan dan kapal yang laik, kru yang kompeten, operator yang patuh aturan, sampai penumpang yang sadar keselamatan, semuanya punya peran supaya perjalanan tetap aman dan kejadian yang membahayakan bisa dicegah sejak awal.









