3 Juta Terpapar Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Warga Pakai Masker dan Pantau Udara

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Senin, 24 Agustus 2026 | 13:00 WIB
3 Juta Terpapar Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Warga Pakai Masker dan Pantau Udara
3 Juta Terpapar Asap Karhutla, Kemenkes Ingatkan Warga Pakai Masker dan Pantau Udara [Kemenkes]

astakom.com, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian dari sisi kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk tidak menganggap remeh kondisi udara yang memburuk.

Melansir dari keterangan resmi Kemenkes yang dikutip astakom.com pada Senin (24/08/2026), masyarakat diminta mengambil langkah perlindungan sederhana, mulai dari memakai masker ketika kualitas udara menurun hingga membatasi aktivitas di luar ruangan. Kondisi udara juga perlu dipantau secara berkala agar warga bisa menentukan waktu yang lebih aman untuk beraktivitas.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko paparan partikel halus PM2,5 yang terkandung dalam asap karhutla. Partikel tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru.

PM2,5 ganggu pernapasan

Asap karhutla tidak hanya membuat udara terlihat berkabut. Ada partikel berukuran sangat kecil yang ikut terbawa di dalamnya, salah satunya PM2,5 yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer.

Karena ukurannya sangat kecil, partikel ini bisa terhirup hingga bagian dalam paru-paru. Paparannya dapat memicu sejumlah keluhan, mulai dari iritasi mata, tenggorokan terasa gatal, hingga batuk dan sesak napas. Kondisi tersebut juga berpotensi memperburuk penyakit paru kronis.

"Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi, Jumat (21/08/2026).

Melihat risiko tersebut, penggunaan masker menjadi salah satu perlindungan yang bisa dilakukan masyarakat ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.

Masker jadi perlindungan

Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk segera menggunakan masker ketika kualitas udara mulai memburuk. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dibatasi, terutama ketika paparan asap sedang tinggi.

Selain itu, masyarakat dianjurkan rutin memeriksa indeks kualitas udara melalui berbagai aplikasi resmi. Informasi tersebut bisa menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk keluar rumah atau melakukan aktivitas di ruang terbuka.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mengandalkan kondisi langit sebagai patokan. Udara yang terlihat biasa saja belum tentu bebas dari partikel halus yang berisiko bagi pernapasan.

Karhutla sentuh 87 daerah

Berdasarkan data Kemenkes hingga 21 Agustus 2026, karhutla telah tersebar di 87 kabupaten/kota yang berada di tujuh provinsi. Wilayah tersebut meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Dari sebaran tersebut, sekitar 3 juta jiwa di 37 kabupaten/kota tercatat terpapar langsung kabut asap. Angka ini membuat kewaspadaan masyarakat menjadi penting, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan kualitas udara yang memburuk.

Kemenkes juga meminta warga tidak menyepelekan gejala kesehatan yang muncul setelah terpapar asap karhutla. Sesak napas, batuk yang tidak kunjung reda, nyeri dada, hingga iritasi mata berat menjadi kondisi yang perlu mendapat perhatian.

Jika keluhan tersebut muncul, masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis di puskesmas atau rumah sakit terdekat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius. (deA/aNs)

Gen Z takeaway

Karhutla bukan cuma soal asap yang bikin pandangan terganggu, tetapi juga kualitas udara yang bisa berdampak ke pernapasan. Jadi, kalau udara mulai memburuk, jangan tunggu sampai sesak dulu: pakai masker, pantau kualitas udara, kurangi aktivitas outdoor, dan segera periksa kalau muncul gejala yang mengkhawatirkan.

Kemenkes Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) Karhutla Kalimantan Asap Karhutla Karhutla Penanganan Karhutla Kesehatan

Infografis

Terkini