Presiden Prabowo Gaspol Groundbreaking PLTS 100 GW di Bali, Investasinya Tembus USD73 Miliar

Penulis: Shintya
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:35 WIB
Presiden Prabowo Gaspol Groundbreaking PLTS 100 GW di Bali, Investasinya Tembus USD73 Miliar
Presiden Prabowo Gaspol Groundbreaking PLTS 100 GW di Bali, Investasinya Tembus USD73 Miliar [astakom/Jessica Jowena Yiswi]

astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) di Kabupaten Jembrana, Bali, pada hari ini, Selasa (25/08/2026). Langkah masif ini menjadi bagian dari strategi pemerintah buat memaksimalkan pemanfaatan energi surya sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional biar makin mandiri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ngespill kalau program PLTS 100 GW ini adalah salah satu manuver besar pemerintah dalam mewujudkan arahan Presiden Prabowo terkait pengelolaan energi nasional.

"Hari ini bertepatan dengan Maulid Nabi, namun hari ini juga kita berkumpul untuk mulai satu proyek. Hari ini kita ambil satu langkah besar untuk wujudkan arahan Presiden sekaligus kedaulatan energi nasional," kata Bahlil dalam penyampaian laporan pada kegiatan groundbreaking PLTS 100 GW di Jembrana, Bali, Selasa dalam siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (25/08/2026).

Energi matahari melimpah

Bahlil menyampaikan kalau Indonesia punya potensi sumber daya alam yang benar-benar besar, termasuk energi matahari yang stay sepanjang tahun. Potensi melimpah ini harus dimaksimalkan biar penyediaan listrik makin cepat sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

"Indonesia diberikan sumber daya luar biasa. Bukan hanya bisa kita gali di bawah kaki, tetapi ada di atas kepala. Salah satu anugerah Tuhan adalah mentari yang bersinar sepanjang tahun di atas bumi pertiwi dan listriknya bisa naik cepat," kata Menteri ESDM.

Pemberdayaan SDM dan industri lokal

Nggak cuma sekadar bikin proyek, Bahlil menegaskan bahwa pengembangan energi surya harus memberi nilai tambah langsung buat masyarakat. Industri pendukung PLTS, seperti pabrik panel surya hingga baterai, wajib melibatkan tenaga kerja dan kapabilitas produksi dalam negeri.

"Jika matahari Indonesia dibuat rakyat Indonesia dan baterai dari tenaga kerja Indonesia, maka energi surya, energi Indonesia, energi Ibu Pertiwi," kata Bahlil.

Investasi fantastis

Proyek ambisius PLTS 100 GW ini membutuhkan suntikan investasi sekitar USD 73 miliar. Meski nilainya fantastis, program ini siap menjadi akselerator utama pemerintah dalam mengintegrasikan energi surya ke sistem kelistrikan nasional.

Dampak ekonominya pun nggak main-main dan valid banget. Pemerintah memproyeksikan implementasi PLTS 100 GW ini sanggup menghasilkan efisiensi subsidi hingga Rp 73,9 triliun per tahun. Nggak cuma itu, proyek ini siap menekan emisi gas rumah kaca sampai 140,16 juta ton CO2 sekaligus menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja baru.

"Nilai tambah untuk rakyat, dan lapangan kerja tercipta untuk rakyat," kata Bahlil. (Shnty/RaM).

Gen Z Takeaway

PLTS 100 GW resmi digeber dari Jembrana, Bali, dengan investasi sekitar US$73 miliar. Proyek ini ditargetkan bikin listrik lebih mandiri, hemat subsidi Rp73,9 triliun per tahun, tekan emisi 140,16 juta ton CO₂, sekaligus buka 5,52 juta lapangan kerja. Pemerintah juga dorong panel surya dan baterai makin banyak diproduksi tenaga serta industri lokal.

Groundbreaking PLTS 100 GWp Presiden Prabowo Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Infografis

Terkini