Menag: Istiqamah Adalah Kunci Utama Meneladani Rasulullah

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Menag: Istiqamah Adalah Kunci Utama Meneladani Rasulullah
Menag Said: Istiqamah Adalah Kunci Utama Meneladani Rasulullah (Kemenag)

astakom.com, Jakarta – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Attaqwa, Babelan, Bekasi, Selasa (25/08/2026), jadi momen refleksi penting buat umat Islam. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak kita semua untuk menjadikan istiqamah sebagai indikator utama dalam meneladani Nabi Muhammad SAW. Menurut beliau, sekadar rasa cinta ke Rasulullah itu belum cukup kalau nggak terefleksi dalam sikap dan perilaku yang dijaga secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Menag menekankan kalau tanda nyata seseorang benar-benar mengikuti jejak Rasulullah SAW terlihat dari daya tahannya dalam menjaga kebaikan.

Ukuran Sejati Pengikut Nabi

“Gampang kalau mau mengukur dirinya apakah seperti pengikut Rasulullah atau bukan, ukurannya adalah istiqamah,” tutur Menag saat memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Attaqwa, Babelan, Bekasi, Selasa (25/08/2026).

Bagi Menag, istiqamah nggak sekadar diartikan konsisten melakukan sesuatu. Beliau menguraikan kata tersebut lewat deretan nilai penting yang bisa jadi panduan membangun karakter Muslim yang solid yaitu ikhlas, sabar, tawadu, ihsan, qana'ah, amanah, muru’ah, akhlak, dan al-haya alias rasa malu.

Fondasi Nilai Karakter Muslim

Menag memaparkan kalau nilai-nilai tersebut saling terhubung dalam membentuk pribadi yang sanggup menjaga kebaikan secara berkelanjutan. Ikhlas menjadi landasan dasar dalam bertindak, kesabaran diperlukan saat menghadapi berbagai situasi, sementara sikap tawadu mengajarkan seseorang untuk tetap lowkey dan tidak merasa lebih tinggi dari orang lain.

Selanjutnya, ihsan memotivasi seseorang untuk selalu memberikan yang terbaik, qana'ah mendidik sikap menerima serta bersyukur atas apa yang dimiliki, sedangkan amanah berhubungan dengan kemampuan memelihara kepercayaan. Adapun muru’ah, akhlak, serta rasa malu menjadi benteng utama dalam menjaga kehormatan serta sikap seorang Muslim.

“Apakah kita akan menjadi umatnya Rasulullah, lihat kriterianya apakah saya istiqamah atau tidak,” ucapnya.

Pentingnya Akhlakul Istiqamah

Menag menekankan, pada akhirnya istiqamah sangat erat kaitannya dengan akhlak. Keteladanan Rasulullah SAW bisa direalisasikam dengan memegang teguh nilai-nilai tersebut secara konsisten, bukan cuma muncul di momen-momen tertentu saja.

“Inilah akhlaknya Rasulullah yaitu akhlakul istiqamah,” jelas Menag.

Evaluasi Diri Secara Aksi Nyata

Ia juga menghimbau kalau menjaga istiqamah itu memang bukan hal yang mudah. Karena itu, setiap Muslim perlu terus melakukan evaluasi diri, termasuk mengecek apakah nilai-nilai kebaikan yang diyakini sudah benar-benar terwujud dalam perilaku sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Attaqwa pun menjadi momentum untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah sekaligus menerjemahkannya dalam aksi nyata. Lewat istiqamah, nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai wawasan keagamaan semata, melainkan menyatu menjadi kebiasaan dan character growth dalam kehidupan sehari-hari. (nAD/RaM).

Gen Z Takeaway

Meneladani Rasulullah SAW itu bukan cuma soal posting kata-kata bijak pas Maulid Nabi, tapi tentang character growth dan konsistensi (stay consistent) dalam berbuat baik sehari-hari. Rasa cinta ke Nabi butuh bukti nyata lewat sikap yang lowkey, jujur, sabar, dan punya benteng diri yang kuat biar nggak gampang terpengaruh tren negatif.

kemenag update Kemenag Kementerian Agama Maulid Nabi Muhammad SAW

Infografis

Terkini