QRIS Jadi Warisan Digital Perry Warjiyo, Dari Bayar Kopi hingga Bisa Digunakan di Luar Negeri

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB
QRIS Jadi Warisan Digital Perry Warjiyo, Dari Bayar Kopi hingga Bisa Digunakan di Luar Negeri
QRIS Jadi Warisan Digital Perry Warjiyo, Dari Bayar Kopi hingga Bisa Digunakan di Luar Negeri (astakom/qris.id)

astakom.com, Jakarta – Ada satu kebiasaan yang diam-diam berubah dalam beberapa tahun terakhir. Kalau dulu orang masih sibuk mencari uang pas atau kartu debit saat membayar, kini cukup mengeluarkan ponsel, membuka aplikasi pembayaran, lalu memindai satu kode QR. Praktis, cepat, dan nyaris sudah menjadi rutinitas sehari-hari.

Transformasi itu kembali menjadi perbincangan setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Alih-alih hanya membahas pergantian pucuk pimpinan bank sentral, banyak warganet justru mengenang satu inovasi yang paling melekat selama masa kepemimpinannya, yakni Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Bagi banyak masyarakat, QRIS bukan lagi sekadar teknologi pembayaran digital. Sistem tersebut kini digunakan hampir di setiap aktivitas, mulai dari membeli kopi, membayar parkir, berbelanja di pasar tradisional, hingga melakukan transaksi di sejumlah negara yang telah terhubung dengan sistem pembayaran lintas batas.

Netizen bersyukur hadirnya QRIS

Media sosial X lagi trending pada Selasa, (28/07/2026) dipenuhi unggahan yang mengaitkan nama Perry Warjiyo dengan perkembangan pembayaran digital di Indonesia. Banyak pengguna menyampaikan apresiasi atas kehadiran QRIS yang dinilai membuat transaksi menjadi jauh lebih praktis.

Komentar serupa juga datang dari pengguna lain yang menyoroti semakin luasnya penggunaan QRIS di luar Indonesia.

"Oh ya. Terima kasih untuk QRIS-nya, Pak Perry Warjiyo. Sekarang juga udah bisa dipakai untuk bayar AliPay di China, ZeroPay di Korea, dan di beberapa negara lain," ujar salah satu akun ardisatriawan

Sementara itu, warganet lain menilai Perry Warjiyo menjadi salah satu sosok penting di balik lahirnya standar pembayaran digital nasional tersebut.

"Inovasi QRIS dan BI-FAST adalah yang terbaik saat ini. Efeknya sangat berasa, Terima Kasih Pak!” Cuitan salah satu dengan nama oenguna diumursegini.

“Di umur segini, kemudahan transaksi di kasir tanpa kartu itu adalah berkah tersendiri !" Sambungnya.

Tak sedikit pula yang menyoroti dampak inovasi digital yang masih dirasakan masyarakat hingga kini.

"QRIS dan Bi-Fast adalah 2 hal yang sangat berguna banget digunakan saat ini. Terima kasih bapak, sudah menjabat dan memberikan hasil yang amat nyata untuk kami semua," seru akun nunuuuu15 di X.

Dari warung hingga lintas negara

Melansir keterangan resmi Bank Indonesia, QRIS dikembangkan sebagai standar nasional pembayaran berbasis kode QR agar seluruh penyelenggara jasa pembayaran menggunakan satu standar yang sama. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi sistem pembayaran nasional yang bertujuan menghadirkan transaksi digital yang lebih mudah, cepat, aman, dan efisien.

Dalam perjalanannya, penggunaan QRIS tidak hanya berkembang di pusat perbelanjaan modern, tetapi juga menjangkau pelaku UMKM, pedagang kaki lima, pasar tradisional, hingga berbagai layanan publik. Satu kode QR kini dapat menerima pembayaran dari beragam aplikasi perbankan maupun dompet digital tanpa perlu menyediakan banyak kode berbeda.

Bank Indonesia juga terus memperluas pemanfaatan QRIS melalui skema QRIS Cross-Border. Melalui kerja sama dengan sejumlah negara, masyarakat Indonesia kini dapat melakukan pembayaran menggunakan aplikasi pembayaran domestik saat berada di luar negeri tanpa perlu menukarkan uang tunai.

Hingga saat ini, implementasi QRIS lintas negara telah berjalan bersama Thailand, Malaysia, dan Singapura, serta terus diperluas melalui kerja sama sistem pembayaran kawasan. Menurut Bank Indonesia, inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, mendukung aktivitas perdagangan dan pariwisata, sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi digital di kawasan.

Selain QRIS, pada masa kepemimpinan Perry Warjiyo, Bank Indonesia juga meluncurkan BI-FAST sebagai infrastruktur pembayaran ritel nasional yang memungkinkan transfer dana berlangsung secara real time, lebih efisien, dan tersedia hampir sepanjang waktu.

Presiden terima pengunduran diri

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia.

"Bahwa per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden," kata Prasetyo Hadi di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (27/07/2026).

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry Warjiyo selama memimpin Bank Indonesia.

"Maka yang pertama Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo untuk disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih 7 tahun lamanya memimpin Bank Indonesia," tutur Prasetyo. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Kadang sebuah inovasi baru benar-benar terasa nilainya ketika sosok di baliknya memilih mundur. Dari bayar kopi, belanja di warung, sampai transaksi saat bepergian ke luar negeri, QRIS kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup digital masyarakat Indonesia. Teknologi yang dulu terasa baru, sekarang justru jadi sesuatu yang nyaris tak terpikirkan karena sudah begitu melekat dalam keseharian.

QRIS gubernur bank indonesia Gubernur BI Perry Warjiyo Perry Warjiyo Mengundurkan diri Quick Response Code Indonesian Standard

Infografis

Terkini