Indonesia Incar Minyak Baru, Wamenlu RI Buka Peluang di Afrika

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 19 September 2026 | 02:09 WIB
Indonesia Incar Minyak Baru, Wamenlu RI Buka Peluang di Afrika
Indonesia Incar Minyak Baru, Wamenlu RI Buka Peluang di Afrika! (Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela /Nadiah)

astakom.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia memperluas ekspansi kerja sama sektor energi ke benua Afrika dengan menjadikan Nigeria dan Angola sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini dirancang untuk mengamankan impor minyak mentah secara langsung sekaligus membuka ruang investasi pada pengembangan blok minyak dan gas bumi (migas).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengonfirmasi kalau Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno telah menyelesaikan kunjungan kerja ke 2 negara tersebut pada awal September 2026.

"Dalam kesempatan tersebut dibahas berbagai upaya untuk mengembangkan kerja sama strategis di bidang energi," tutur Nabyl pada agenda press briefing di Jakarta, Kamis, (17/09/2026).

"Antara lain untuk mencakup kerja sama suplai langsung minyak mentah, kemudian investasi blok migas, dan juga peningkatan kapasitas yang berkaitan dengan sektor energi." lanjutnya.

Garap Impor dan Investasi Migas

Saat datang ke Nigeria, Wamenlu RI menggelar perjumpaan  bilateral bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Perminyakan setempat. Diskusi tersebut berfokus pada penjajakan impor langsung minyak mentah, peluang investasi di blok migas, serta program peningkatan kapasitas SDM di sektor energi.

Gandeng Nigeria di Sektor Biodiesel

Kemitraan Indonesia dan Nigeria juga merambah sektor kelapa sawit dan biodiesel, dengan fokus utama pada pertukaran pengalaman, pelatihan teknis, dan pengembangan pendidikan industri.

"Selain itu, juga dilakukan pembahasan dalam konteks untuk membahas meningkatkan industri biodiesel dan juga industri kelapa sawit, dan termasuk dalam pertukaran pengalaman dan pelatihan teknis dan pendidikan di dalam sektor ini" paparnya.

Langkah Strategis Bersama Angola

Berlanjut ke Angola, Oegroseno menemui jajaran pemangku kepentingan utama, mulai dari Menteri Sumber Daya Mineral, Perminyakan, dan Gas, CEO Sonangol, hingga jajaran pimpinan National Oil, Gas and Biofuels Agency. Momen ini makin solid saat ia tampil sebagai keynote speaker di forum Angola Oil and Gas Conference di Luanda.

Di panggung tersebut, Indonesia membagikan sudut pandang strategis terkait pentingnya memperkuat kolaborasi bilateral dan semangat Kerja Sama Selatan-Selatan di sektor energi.

"Bagaimana kedua negara dapat memanfaatkan kerja sama Selatan-Selatan, khususnya di bidang energi," jelas Nabyl, memaparkan salah satu isu yang diangkat Indonesia pada forum tersebut.

Perkuat Komitmen Selatan-Selatan

Indonesia dan Angola juga sepakat buat nyempetin pembentukan Joint Commission for Bilateral Consultation. Menurut Kemlu, langkah ini jadi bentuk nyata dari implementasi nota kesepahaman (MoU) kerja sama energi yang udah disepakati kedua negara agar kolaborasinya bisa makin terarah.

"Joint Commission for Bilateral Cooperation di antara kedua negara yang merupakan implementasi dari MoU Kerja Sama Energi kedua negara tersebut." terangnya.

Ekspansi ke Nigeria dan Angola jadi bukti nyata upaya Indonesia buat level up dalam memperluas peta kerja sama energi di luar pasar tradisional. Gak cuma sekadar ngejar pasokan minyak mentah, pemerintah juga berani take action membuka peluang investasi migas sekaligus mendorong penguatan kapasitas industri energi di kedua negara Afrika tersebut. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Biar pasokan energi nasional makin aman, pemerintah gak cuma jago kandang tapi langsung take action melebarkan sayap ke benua Afrika. Lewat kolaborasi bareng Nigeria dan Angola, Indonesia siap amankan impor minyak mentah langsung sekaligus buka peluang investasi migas yang bikin posisi diplomasi energi kita makin level up di panggung global.

Minyak Impor Minyak Indonesia - Afrika Wamenlu

Infografis

Terkini