Anak Krakatau Erupsi Lagi, Jadwal Car Free Day Jakarta Auto Dipangkas Biar Nggak Kena Abu!

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 6 September 2026 | 13:03 WIB
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Jadwal Car Free Day Jakarta Auto Dipangkas Biar Nggak Kena Abu!
Warga memanfaatkan Car Free Day (CFD) di Jalan MH Thamrin - Bunderan HI, Jakarta, Minggu (19/07/2026). [astakom/str-Fatih Rizqi Mubarak]

astakom.com, Jakarta – Buat kamu yang pagi tadi lagi vibing atau olahraga di Car Free Day (HBKB) Jakarta, ada info penting yang wajib banget diketahui. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terpaksa memangkas durasi Car Free Day pada Minggu (06/09/2026). Kalau biasanya acara ini selesai jam 10.00 WIB, kali ini terpaksa dibungkus lebih awal jam 09.00 WIB gara-gara ancaman abu atau debu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Langkah super-gercep ini diambil demi memangkas risiko kesehatan warga dari bahaya paparan debu vulkanik yang mulai mengintai area ibu kota.

Keselamatan warga jadi priority number one

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menegaskan kalau keputusan menyetop HBKB lebih awal ini murni buat menjaga keselamatan warga dari potensi bahaya abu halus Gunung Anak Krakatau.

“Setelah kegiatan Amarta Run dan ASN Run selesai pukul 09.00, rangkaian HBKB langsung kami akhiri. Langkah ini merupakan upaya antisipatif untuk melindungi masyarakat dari potensi paparan abu vulkanik,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, dlansir laman berita Pemprov DKI Jakarta.

Bukan cuma menutup area HBKB lebih cepat, petugas Dishub yang bertugas di lapangan juga langsung membagikan masker secara gratis kepada warga yang masih ada di lokasi.

"Kami juga mengimbau warga untuk segera kembali ke rumah serta tidak melanjutkan aktivitas di luar ruangan," ucapnya.

Budi juga mengingatkan warga Jakarta supaya tidak panik, tetap memakai masker kalau terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, dan selalu memantau update tepercaya soal kondisi kualitas udara serta sebaran abu.

“Kami mengajak masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, guna mengantisipasi dampak abu vulkani terhadap kesehatan,” tandasnya.

Radar BMKG Deteksi Dua Pola Pergerakan Abu Ke Jakarta

Erupsi terbaru dari gunung berapi yang berlokasi di Selat Sunda ini memang sukses bikin publik auto-focus. Material debu dan abu vulkanik yang dimuntahkan terpantau terus meluas ke daerah-daerah sekitarnya.

Sebaran abunya ternyata nggak cuma mampir di area Banten dan Jawa Barat aja. Hasil pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi kalau paparan abu vulkanik tersebut fix sudah sampai ke wilayah DKI Jakarta.

Pantauan ketat BMKG pada Minggu, 6 September 2026 pukul 04.00 WIB mendeteksi adanya dua klaster pergerakan abu vulkanik yang berbeda, baik dari segi arah angin maupun tingkat ketinggiannya. Data valid ini didapatkan dari gabungan laporan PVMBG, VAAC Darwin, serta diperkuat oleh hasil analisis citra RGB satelit Himawari-9. (aNs)

Gen Z Takeaway

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang baru aja erupsi sukses bikin publik auto-focus setelah memuntahkan material abu vulkanik hingga fix sampai ke wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat; BMKG bahkan mendeteksi dua klaster pergerakan abu berbeda arah dan ketinggian berdasarkan laporan PVMBG, VAAC Darwin, serta citra RGB satelit Himawari-9 pada Minggu (06/09/2026) pukul 04.00 WIB. 

erupsi gunung anak krakatau gunung anak krakatau Warga Jakarta Car Free Day Jakarta Car Free Day

Infografis

Terkini