Life Jacket Dibagikan ke Nelayan Muara Angke, Kemenhub Gaspol Bangun Budaya Keselamatan Pelayaran
astakom.com, Jakarta – Keselamatan saat melaut kembali menjadi sorotan di tengah tingginya aktivitas pelayaran dan perikanan di kawasan pesisir Jakarta. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memanfaatkan momentum Kampanye Keselamatan Pelayaran di Muara Angke untuk memperkuat budaya keselamatan dengan menyerahkan ratusan alat keselamatan kepada nelayan dan masyarakat maritim.
Melansir dari keterangan tertulis yang diterima astakom.com pada Sabtu (18/07/2026) langkah ini bukan sekadar membagikan perlengkapan, tetapi juga menjadi upaya membangun kesadaran bahwa keselamatan harus menjadi prioritas sebelum kapal meninggalkan dermaga. Di wilayah dengan mobilitas kapal yang padat seperti Muara Angke, kepatuhan terhadap standar keselamatan dinilai menjadi faktor penting untuk menekan risiko kecelakaan di laut.
Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kemenhub menyerahkan 150 unit life jacket kepada nelayan dalam Kampanye Keselamatan Pelayaran di Muara Angke, Jakarta, Jumat (17/07/2026). Sebanyak 50 unit di antaranya merupakan dukungan dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Selain itu, pemerintah juga menyalurkan 2.216 Buku Pelaut Merah dan enam e-Pas Kecil kepada nelayan serta masyarakat maritim setempat.
Muara Angke jadi fokus penguatan keselamatan
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan Muara Angke merupakan kawasan strategis dengan aktivitas pelayaran dan perikanan yang sangat tinggi. Karena itu, tingginya mobilitas kapal harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap berbagai aturan keselamatan pelayaran.
"Kepatuhan terhadap standar keselamatan, kelaikan kapal, penggunaan alat keselamatan seperti life jacket, serta pemahaman terhadap kondisi cuaca dan alur pelayaran adalah kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut," ujar Masyhud dalam sambutannya, Jumat (17/07/2026).
Ia mengingatkan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Masyhud mengajak pemilik kapal, operator, nakhoda, awak kapal hingga nelayan untuk memastikan kapal dalam kondisi laik laut sebelum berlayar, melengkapi alat keselamatan, mematuhi kapasitas angkut, serta selalu memperhatikan informasi cuaca dan arahan Syahbandar.
"Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelayaran, karena tidak ada aktivitas yang lebih penting daripada perlindungan terhadap jiwa manusia," tegasnya.
Life Jacket dinilai jadi penyelamat saat kondisi darurat
Menurut Masyhud, penggunaan life jacket merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki peran yang sangat besar dalam melindungi keselamatan jiwa ketika terjadi keadaan darurat maupun kecelakaan di laut.
"Kami berharap kampanye keselamatan pelayaran ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif, menjadikan keselamatan sebagai budaya, dan mewujudkan pelayaran yang aman, nyaman, dan berkelanjutan," ujarnya menutup sambutan.
Kampanye keselamatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Ditjen Perhubungan Laut dalam meningkatkan pemahaman masyarakat maritim mengenai pentingnya perlengkapan keselamatan serta kepatuhan terhadap prosedur pelayaran.
Kampanye berlanjut, ribuan bantuan sudah disalurkan
Pelaksana Tugas Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, menjelaskan kegiatan kali ini merupakan kelanjutan dari Kampanye Keselamatan Pelayaran yang sebelumnya digelar di Pelabuhan Penumpang Kaliadem, Muara Angke, pada Desember 2025.
Saat itu, Kementerian Perhubungan telah menyalurkan 604 unit life jacket, 10 unit life buoy, 180 paket sembako, 2.791 Buku Pelaut Merah, serta 38 e-Pas Kecil kepada masyarakat maritim setempat.
Kampanye yang berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke ini diikuti 102 peserta yang berasal dari unsur Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, asosiasi, pemangku kepentingan pelayaran, hingga perwakilan nelayan dan awak kapal wisata di wilayah DKI Jakarta.
“Melalui sinergi seluruh pihak, Ditjen Perhubungan Laut optimis budaya keselamatan pelayaran akan semakin kuat sehingga mampu menekan angka kecelakaan di laut dan meningkatkan perlindungan bagi masyarakat maritim Indonesia,” tegas Triono.
Sebagai penutup, pemerintah berharap kolaborasi antara regulator, pelaku usaha pelayaran, dan masyarakat pesisir terus diperkuat agar budaya keselamatan tidak hanya menjadi agenda kampanye, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap aktivitas pelayaran. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Pakai life jacket mungkin terlihat simpel, tapi justru bisa jadi penyelamat saat situasi tak terduga terjadi. Di laut, skill memang penting, tapi safety tetap nomor satu—karena pulang dengan selamat selalu jadi tujuan utama.








