Hujan Deras Bikin Sungai Meluap, Tapanuli Tengah Diterjang Banjir hingga Warga Dievakuasi!
astakom.com, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), pada Minggu (13/09/2026) memicu timbulnya banjir di beberapa titik. Luapan air yang kian tinggi memaksa sebanyak 37 warga dari 15 kepala keluarga di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, dievakuasi oleh petugas.
Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng yang dikutip astakom.com pada Senin (14/09/2026), intensitas hujan tinggi mulai melanda area tersebut sejak kemarin pukul 15.30 WIB. Tak butuh waktu lama, debit sejumlah sungai meroket naik hingga air melimpah masuk ke pemukiman warga.
Air makin tinggi, puluhan warga langsung dievakuasi
Sebanyak 15 kepala keluarga yang terdiri dari 37 orang harus dievakuasi dari area terdampak. Rinciannya meliputi 7 anak-anak dan 30 orang dewasa. Plt Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Tengah, Agus Harianto, menegaskan evakuasi dilakukan sebagai tindakan preventif karena ketinggian air terus merangkak naik secara signifikan.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa warga. Tim langsung diterjunkan ke titik-titik genangan tinggi,” kata Agus, kepada awak media, Minggu malam.
BPBD langsung menerjunkan personel lapangan bersama tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) ke berbagai lokasi yang terdampak. Petugas di lapangan tak cuma mengevakuasi warga, tapi juga handling arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang tergenang.
Hingga laporan resmi BPBD dirilis pada Minggu pukul 18.00 WIB, tidak ada korban jiwa yang tercatat. Untuk sementara waktu, warga yang berhasil dievakuasi ditempatkan di Gereja HKBP Sipange.
Debit Sungai Lopian & Sarudik naik drastis, akses jalan chaos
Kondisi banjir juga melanda Kecamatan Badiri akibat melonjaknya debit Sungai Lopian. Catatan BPBD menunjukkan debit air sungai ini naik sekitar 60 sentimeter dalam kurun waktu pukul 15.45–15.50 WIB sebelum akhirnya meluap tajam ke area jalan raya.
Dampaknya, genangan air setinggi lutut orang dewasa melumpuhkan akses lalu lintas di sekitar simpang Gereja GPDI, hingga membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tak bisa lewat.
Sementara di Kecamatan Sarudik, hujan mulai mengguyur sekitar pukul 15.41 WIB. Sekitar pukul 17.05 WIB, debit Sungai Sarudik dilaporkan melonjak hingga mencapai dua meter.
Air pun langsung menerobos masuk ke rumah-rumah warga di Lingkungan VIII. Sebagian warga yang siaga memilih untuk langsung evakuasi mandiri ke tempat aman.
Akses jalan utama juga ikut terdampak cukup parah. Jalan Tambah Udang–Muara Nibung, Pandan, tergenang air setinggi 30 sentimeter pada pukul 16.58 WIB yang memicu kemacetan. Selain itu, Jalan Jenderal Feisal Tanjung menuju Kantor BPBD Tapanuli Tengah turut terendam banjir setinggi lutut orang dewasa sekitar pukul 16.52 WIB.
Air berangsur surut, petugas tetap standby di lokasi
Memasuki waktu malam, kondisi di beberapa kawasan banjir terpantau makin membaik. Di Kelurahan Sipange, intensitas hujan mulai reda menjadi gerimis pada pukul 17.17 WIB dan genangan air secara perlahan mulai surut.
Situasi kondusif serupa juga terlihat di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, serta beberapa titik di Kecamatan Sarudik. Walau tinggi air sudah turun, BPBD tidak langsung mengendurkan pengawasan dan tetap menempatkan personel untuk memantau situasi terkini.
BPBD menurunkan empat regu personel ke lapangan di bawah pendampingan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik. Tim di lapangan masih terus melakukan pengaturan arus lalu lintas di lokasi-lokasi yang sempat tergenang air.
Hingga laporan BPBD pada Minggu pukul 18.00 WIB, dipastikan nihil korban jiwa. Total 37 warga dari 15 kepala keluarga yang terdampak banjir di Kelurahan Sipange telah dievakuasi ke tempat yang aman. (aNs)
Gen Z Takeaway
Banjir mendadak bikin chaos di Tapanuli Tengah gara-gara hujan deras yang bikin debit sungai meluap sampai setinggi dada, hingga 37 warga di Kelurahan Sipange terpaksa dievakuasi ke Gereja HKBP Sipange demi safety. Akses jalanan sempat stuck total dan beberapa warga di Sarudik sampai memilih evakuasi mandiri, namun nggak ada korban jiwa dan situasi air perlahan mulai surut sementara tim BPBD tetap standby di lapangan buat monitoring lokasi!








