Bandara Supadio Terdampak Asap Karhutla Kalbar, 73 Penerbangan Ditunda dan Reschedule

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB
Bandara Supadio Terdampak Asap Karhutla Kalbar, 73 Penerbangan Ditunda dan Reschedule
Bandara Supadio Terdampak Asap Karhutla Kalbar, 73 Penerbangan Ditunda dan Reschedule [Ilustrasi/Pexels]

astakom.com, Jakarta – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Dalam tiga hari terakhir, sebanyak 73 penerbangan dari dan menuju Bandara Supadio terdampak penundaan maupun penjadwalan ulang akibat jarak pandang yang terbatas.

Menghimpun informasi yang telah dikumpulkan astakom pada Senin (14/09/2026), jarak pandang di sekitar Bandara Supadio pada Senin pagi hanya sekitar 300 meter hingga pukul 10.00 WIB. Kondisi tersebut membuat penerbangan yang dijadwalkan beroperasi pada pagi hari belum dapat berjalan.

Asap bikin jadwal terganggu

Gangguan penerbangan di Supadio telah berlangsung sejak Sabtu (12/09/2026). Kondisi jarak pandang yang terbatas terus berlanjut hingga Senin dan membuat jadwal penerbangan dari maupun menuju bandara ikut terdampak.

Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Supadio M. Joko Wahyudi mengatakan, kondisi tersebut berdampak terhadap puluhan penerbangan selama periode tersebut.

"Dalam periode tersebut, sebanyak 73 penerbangan dari dan menuju Bandara Supadio terdampak penundaan maupun penjadwalan ulang," ujarnya melansir dari media nasional pada Senin, (14/09/2026).

Sebelumnya, sebanyak 30 penerbangan di Bandara Supadio batal terbang setelah jarak pandang berada di kisaran 300–500 meter. Pembatalan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Pada hari yang sama, operasional yang tetap berjalan hanya mencakup 11 penerbangan, terdiri dari enam penerbangan kedatangan dan lima keberangkatan. Sementara pada Minggu (13/9/2026), sebanyak sembilan penerbangan terealisasi, dengan lima kedatangan dan empat keberangkatan.

Untuk operasional pada Senin, pihak bandara masih menunggu kepastian dari masing-masing maskapai mengenai penerbangan yang dibatalkan atau dijadwal ulang.

Layanan penumpang diperkuat

Gangguan penerbangan juga membuat calon penumpang harus menyesuaikan kembali rencana perjalanan. Untuk mengantisipasi penumpukan di terminal, pengelola Bandara Supadio menambah personel di sejumlah titik pelayanan, termasuk area check-in dan ruang tunggu.

Airport Quality & SMS Department Head Bandara Internasional Supadio Yakobus Thomry Toto mengatakan, pihak bandara juga memberikan bantuan kepada pengguna jasa yang terdampak perubahan jadwal.

"Selain itu, kami juga melakukan pembagian masker, makanan ringan dan air kepada pengguna jasa yang terdampak penundaan jadwal penerbangan," ujarnya.

Selain bantuan tersebut, pengelola bandara memperkuat penyampaian informasi melalui papan pengumuman di area terminal. Koordinasi juga dilakukan bersama maskapai, AirNav Indonesia, dan BMKG melalui skema Airport Collaborative Decision Making (A-CDM).

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pertukaran informasi mengenai kondisi penerbangan dan perubahan jadwal, sehingga informasi terbaru dapat segera diteruskan kepada calon penumpang.

Jarak pandang jadi kunci

Kondisi jarak pandang menjadi faktor penting dalam menentukan operasional penerbangan di tengah kabut asap. Saat asap semakin pekat, jarak pandang di sekitar bandara dapat menurun dan memengaruhi kelayakan penerbangan.

Kondisi serupa sebelumnya juga terjadi di Bandara Supadio pada September 2026. Pada 3 September, kabut asap sempat mengganggu sejumlah penerbangan karena jarak pandang di sekitar bandara menurun.

Informasi meteorologi penerbangan juga menjadi salah satu acuan dalam memantau kondisi operasional. BMKG melalui sistem informasi meteorologi penerbangan menyediakan data pengamatan yang berkaitan dengan kondisi cuaca untuk mendukung operasional penerbangan.

Dengan kondisi asap yang masih mengganggu jarak pandang, jadwal penerbangan dari maupun menuju Bandara Supadio masih dapat menyesuaikan situasi di lapangan. Calon penumpang pun perlu mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara. (deA/aNs)

Gen Z takeaway

Punya penerbangan dari atau menuju Supadio? Jangan cuma siapin koper. Cek status penerbangan terbaru sebelum berangkat, karena kondisi jarak pandang akibat kabut asap masih bisa memengaruhi jadwal penerbangan.

Karhutla Karhutla Kalbar Penerbangan Terdampak Penerbangan

Infografis

Terkini