Pekan Kelabu Polri: 4 Personel Gugur Saat Bertugas di 2 Lokasi Berbeda

Editor: Anri Syaiful
Senin, 6 Juli 2026 | 09:37 WIB
Pekan Kelabu Polri: 4 Personel Gugur Saat Bertugas di 2 Lokasi Berbeda
Sungai Katingan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, TKP penemuan jenazah anggota polisi yang gugur dalam operasi kasus narkoba. [Dok. Humas Polda Kalteng]

astakom.com, Jakarta – Sepekan terakhir menjadi masa penuh duka yang bikin down bagi institusi Polri. Jasad Aiptu Sumaryanto akhirnya ditemukan pada Minggu (05/07/2026), setelah tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan, gugur saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Penemuan Aiptu Sumaryanto ini sekaligus mengakhiri pencarian effort maksimal untuk personel terakhir yang hilang sejak operasi penindakan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalteng, pada 2 Juli lalu.

Tim gabungan sudah mulai bergerak menyusuri aliran Sungai Katingan sejak pukul 06.00 WIB, Minggu pagi. Tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil dikerahkan untuk menyisir sungai, hutan di bantaran, hingga kawasan Pasar Desa Samba.

Momen penemuan berdasarkan info valid dari lapangan

Sekitar pukul 08.42 WIB, tim menerima informasi dari Babinsa Rantau Asem, Kopda Imam, mengenai penemuan sesosok mayat di Sungai Desa Rantau Asem, sekitar empat kilometer dari lokasi awal operasi di Desa Tumbang Kalemei.

Tak lama setelah tim langsung meluncur ke lokasi, identitas jenazah dipastikan sebagai Aiptu Sumaryanto, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang sebelumnya dinyatakan hilang saat bertugas.

"Pukul 09.45 WIB, mayat tersebut dikirimkan dengan ambulans ke RS Bhayangkara Palangkaraya," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Minggu (05/07/2026), dikutip astakom.com.

Plot twist menegangkan saat penggerebekan target operasi

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, jumlah anggota Polri yang gugur dalam operasi penindakan narkotika di Kabupaten Katingan resmi bertambah menjadi tiga orang.

Peristiwa ini bermula dari operasi penindakan narkotika di Desa Tumbang Kalemei setelah adanya laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran narkoba jenis sabu. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika.

Sebanyak 12 personel diterjunkan pada Rabu malam, 1 Juli 2026, di mana setibanya di lokasi, mereka dibagi menjadi dua tim: satu tim melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim lainnya bersiaga sebagai unsur pendukung.

Situasi chaos akibat perlawanan massa

Target operasi sebenarnya berhasil diamankan. Namun situasi mendadak berubah chaos ketika sejumlah orang di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan parang.

"Massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan," ujar Eko.

Dalam situasi yang semakin tidak terkendali, para personel berusaha menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan. Bahkan, sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan.

Duka mendalam dan komitmen Bareskrim buru pelaku

Serangan brutal tersebut menewaskan Aipda Yudhie Perdana Putra akibat luka senjata tajam. Sementara, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat dinyatakan hilang.

Bripda Nopandri Ramadhana akhirnya ditemukan lebih dahulu pada Sabtu (04/07/2026) sekitar pukul 15.55 WIB di DAS Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga para almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ujar Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.

Eko menegaskan peristiwa ini menjadi perhatian serius dan tim gabungan masih terus melakukan penyelidikan sekaligus memburu para pelaku yang diduga terlibat. "Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

Kabar duka lain dari jalur Tol Jakarta

Di saat proses pencarian anggota di Kalimantan Tengah masih berlangsung, kabar duka yang bikin shock kembali datang dari wilayah Jakarta.

Personel Satuan Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya, Aipda Endang Karyana, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas di ruas Tol Joglo arah Pondok Pinang.

Saat itu, Jumat (03/07/2026) sekitar pukul 10.50 WIB, Aipda Endang sedang tulus membantu pengemudi light truck yang mengalami gangguan di tengah jalan, sebelum sebuah kendaraan Isuzu Wing Box dari arah Tangerang menabrak bagian belakang truk tersebut hingga mendorongnya dan menghantam korban.

Penghormatan terakhir untuk personel Ditlantas

Korban mengalami luka berat pada kaki kanan dan segera dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, namun takdir berkata lain karena upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Pada Minggu (05/07/2026) pukul 15.11 WIB, tim medis RS Polri Kramat Jati menyatakan Aipda Endang Karyana mengembuskan napas terakhirnya. Jenazah almarhum kini telah dimakamkan di TPU Kampung Cicageur, Garut, Jawa Barat.

Boleh dibilang, ini adalah pekan kelabu bagi Korps Bhayangkara. Betapa tidak? Dalam rentang empat hari, empat anggota Polri gugur ketika menjalankan tugas di lokasi yang berbeda. (aNs)

Gen Z Takeaway

Duka mendalam lagi melanda Polri setelah empat personel terbaiknya gugur saat tugas, di mana tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan chaos diserang massa bersenjata saat rilis operasi narkoba di Kalteng, sementara satu anggota Sat PJR Polda Metro Jaya shocking-ly meninggal akibat kecelakaan beruntun saat purely bantuin truk mogok di Tol Jakarta—bener-bener bikin down tapi perjuangan mereka respect banget! 

Polri Personel Polri Gugur Katingan Operasi Penggerebekan Narkoba Bareskrim Polri Ditlantas Polda Metro Jaya Satresnarkoba Polres Katingan

Infografis

Terkini