El Nino Bikin Gerah, TPA Jatiwaringin Kebakaran: Wamen LH Warning Kepala Daerah Biar Gak Kebobolan!

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 5 Juli 2026 | 12:06 WIB
El Nino Bikin Gerah, TPA Jatiwaringin Kebakaran: Wamen LH Warning Kepala Daerah Biar Gak Kebobolan!
El Nino Bikin Gerah, TPA Jatiwaringin Kebakaran: Wamen LH Warning Kepala Daerah Biar Gak Kebobolan! [Dok. KemenLH/BPLH]

astakom.com, Jakarta – Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Diaz Hendropriyono, langsung gerak cepat meninjau lokasi kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, kemarin (04/07/2026).

Langkah tanggap darurat ini diambil bukan cuma buat mastiin pemadaman di lapangan berjalan optimal, tapi juga sebagai alarm keras alias wake-up call bagi seluruh kepala daerah di Indonesia agar siaga satu menghadapi lonjakan risiko kebakaran TPA akibat cuaca ekstrem El Nino yang makin liar.

“Pak Menteri Jumhur sudah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah untuk mengantisipasi, WMO (Organisasi Meteorologi Dunia) sudah memberikan warning bahwa El Nino ini akan lebih gawat lagi artinya kita harus antisipasi akan ada potensi kebakaran lain di TPA di seluruh Indonesia, surat edaran ini merincikan hal-hal apa yang perlu dilakukan oleh kepala daerah di daerah masing-masing mengantisipasi El Nino,” tegas Wamen Diaz dalam keterangan tertulisnya, dikutip astakom.com pada Minggu (05/07/2026).

Prioritas utama: keselamatan warga dan antisipasi ISPA

Menghadapi situasi ini, Wamen Diaz menegaskan bahwa keselamatan warga sekitar Desa Jatiwaringin adalah hal yang paling utama dan gak bisa ditawar. Pemerintah daerah setempat pun sudah diinstruksikan untuk memetakan risiko, mengingat perubahan arah angin yang dinamis bisa membawa asap tebal langsung ke arah pemukiman padat penduduk.

“Ditekankan bahwa keselamatan itu prioritas dari KLH juga, arah angin bisa berubah setiap saat, yang saat ini ke arah timur, mungkin besok bisa ke arah barat, masalahnya kalau angin ini ke arah barat ini banyak pemukiman, lalu kami bicara juga dengan Pak Bupati, sudah melakukan antisipasi untuk pengecekkan ISPA, penanganan pengungsian ketika arah angin nanti berubah,” jelasnya.

Karakteristik api mirip gambut yang sulit padam

Kebakaran di TPA Jatiwaringin ini ternyata sudah memasuki hari kelima sejak kepulan asap pertama kali di-spill oleh warga pada 28 Juni 2026, dan mencapai puncaknya pada 30 Juni 2026. KLH/BPLH mengingatkan bahwa memadamkan gunungan sampah itu effort-nya luar biasa karena karakteristiknya yang mirip dengan kebakaran lahan gambut.

“Hari ini 9Sabtu) kami lihat kebakaran sudah hari ke-5 dan memang pemadaman ini bukan hal yang mudah ya, ini karakteristiknya seperti kebakaran lahan gambut karena mungkin di atasnya sudah terlihat padam tapi ketika lihat di bagian bawahnya masih ada apinya. Kapan saja bisa terus kebakar, ada CH4-nya, bisa ada potensi ledakan juga,” ungkap Wamen Diaz.

Stop bikin kerumunan, kebakaran bukan tempat healing!

Wamen Diaz juga memberikan perhatian khusus pada keselamatan para pekerja dan pemulung di area TPA agar tidak terpapar dampak buruk polusi. Selain itu, Wamen memberikan teguran halus namun menohok kepada masyarakat sekitar yang malah menjadikan musibah ini sebagai tontonan gratis yang membahayakan kesehatan mereka sendiri.

“Kami juga memberikan atensi kepada keselamatan para pekerja, para pemulung disini, jangan sampai pemulung sini terkena dampaknya, dan juga masyarakat sekitar, kami mohon masyarakat sekitar agar kebakaran TPA ini tidak menjadi tontonan warga, ini bukan hiburan, tidak perlu ada yang ditonton karena semakin warga mendekat, semakin besar kemungkinan untuk kena penyakit apapun juga,” imbaunya.

Andalkan drone dan alat pemantau udara super canggih

Demi mematangkan strategi pemadaman, KLH/BPLH langsung mengerahkan teknologi mutakhir, mulai dari pemantauan udara berkala lewat drone hingga menurunkan fasilitas pemantau kualitas udara portabel. Hasil deteksi sementara menunjukkan tingkat polusi di sekitar lokasi sudah berada di ambang batas yang mengkhawatirkan.

“Kami sudah minta dilakukan koordinasi dengan pihak bandara dan pihak TNI AU agar bisa melakukan monitoring analisa melalui drone secara berkala, kami juga sudah deploy 2 mobile monitoring system untuk memonitor beberapa hal seperti SO2, NO2, PM 10, PM 2.5 yang kita lihat sudah di atas baku mutu,” kata Wamen Diaz.

Sinergi Manggala Agni dan operasi suntik api bawah tanah

Apresiasi tinggi juga diberikan kepada Kementerian Kehutanan yang telah mengirimkan 30 personel Manggala Agni untuk membantu menjinakkan si jago merah. Pasukan khusus ini dinilai sangat kompeten karena memiliki keahlian spesifik dalam menangani kebakaran bawah tanah yang tidak mempan jika hanya disiram air dari luar.

“Terima kasih juga kepada Kementerian Kehutanan yang telah membantu kami dalam memadamkan api, 30 personel (Manggala Agni) hadir di sini dan mereka ini ahli dalam memadamkan gambut jadi yang serupa dengan TPA ini, mungkin kurang efektif jika diairi dari atas saja di bawahnya tetap kebakar sehingga perlu bantuan manggala agni untuk injection sampe titik di bawah,” tuturnya.

Gaspol program waste-to-energy demi masa depan

Sebagai penutup, Wamen Diaz memastikan bahwa proyek strategis nasional waste-to-energy (WTE) alias pengolahan sampah menjadi energi harus tetap berjalan sesuai rencana. Beliau meminta komitmen penuh dari Bupati Tangerang agar menjaga aset lahan tersebut dari alih fungsi yang tidak jelas.

“Terkait WTE, kami pastikan bahwa program ini masih bisa tetap berjalan, dan tanah yang dialokasikan untuk WTE agar tidak digunakan untuk hal-hal lain, kita harus mendorong program Bapak Presiden yang sangat baik ini, tetap dijaga terus oleh bupati, demi sukseskan program Presiden,” pungkas Wamen Diaz.

Info tambahan

Proses pemadaman saat ini sedang dioptimalkan lewat metode water bombing menggunakan helikopter, dan rencananya bakal disusul dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari ini atau Minggu (05/07/2026.

Agenda peninjauan krusial ini juga dikawal langsung oleh Bupati Tangerang Moh Maesyal Rasyid, Kapolres Tangerang Indra Waspada, dan Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan. (aNs)

Gen Z Takeaway

Gara-gara cuaca ekstrem El Nino yang lagi problematic, TPA Jatiwaringin kebakaran hebat sampai lima hari dan bikin Wamen LH Diaz Hendropriyono langsung gercep turun ke lokasi buat nge-warn seluruh kepala daerah di Indonesia biar gak kebobolan. Penanganan ini bener-bener butuh effort gede karena karakteristik apinya mirip lahan gambut yang bisa memicu ledakan gas metana. Makanya, KLH langsung kolaborasi bareng damkar udara (water bombing) dan tim Manggala Agni buat suntik api bawah tanah, memantau polusi udara pake drone canggih, sambil tetep mastiin keselamatan warga sekitar aman dan proyek waste-to-energy tetep gaspol berjalan lancar.

TPA Jatiwaringin Kebakaran TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Wamen LH Diaz Hendropriyono El Nino

Infografis

Terkini