Kemenhub Percepat Jaringan Kereta Nasional, Target Rel Tembus 10.524 Km

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 12 Juni 2026 | 14:02 WIB
Kemenhub Percepat Jaringan Kereta Nasional, Target Rel Tembus 10.524 Km
Kemenhub Percepat Jaringan Kereta Nasional, Target Rel Tembus 10.524 Km (Kemenhub)

astakom.com, Jakarta – Di tengah kebutuhan mobilitas yang makin tinggi dan tuntutan distribusi barang yang serba cepat, pemerintah mulai tancap gas memperkuat jaringan kereta api nasional. Moda transportasi berbasis rel kini dipandang bukan lagi sekadar alternatif perjalanan, melainkan bagian penting untuk menopang konektivitas dan efisiensi ekonomi antardaerah.

Melansir pernyataan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diterima astakom.com, pemerintah menargetkan pengembangan jaringan rel nasional hingga mencapai 10.524 kilometer dari sekitar 6.927 kilometer jalur aktif yang saat ini tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Pengembangan dilakukan untuk memperkuat mobilitas masyarakat, memangkas biaya logistik, sekaligus mengurangi beban transportasi jalan raya.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan transportasi berbasis rel sebagai fondasi masyarakat modern dan salah satu ciri negara maju. Pemerintah menilai penguatan jaringan kereta akan menjadi salah satu penghubung utama pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka akses yang lebih luas antarwilayah.

Kemenhub bidik rel nasional lebih dari 10 ribu kilometer

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pengembangan jaringan rel tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” ujar Dudy usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (11/06/2026).

Berdasarkan paparan Kemenhub, arah pengembangan jaringan kereta akan disesuaikan dengan karakteristik tiap wilayah. Di Sumatera, fokus diarahkan untuk mendukung angkutan barang dan mobilitas masyarakat. Sementara Kalimantan, Sulawesi, dan Papua diprioritaskan guna memperkuat distribusi komoditas unggulan dan aktivitas ekonomi daerah.

Di Pulau Jawa, pemerintah mempercepat elektrifikasi jalur, peningkatan kapasitas layanan perkotaan, hingga pengembangan kereta semi cepat dan kereta cepat. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan transportasi publik yang lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Penumpang naik, kereta logistik hingga gerbong petani diperluas

Penguatan sektor perkeretaapian juga dilakukan seiring meningkatnya minat masyarakat menggunakan moda transportasi berbasis rel. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan jumlah penumpang kereta api meningkat 8,8 persen, dari 500,5 juta orang pada 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang sepanjang 2025.

Kenaikan tersebut dinilai menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kereta api. Pemerintah pun terus mendorong pengembangan kereta logistik dan kereta wisata sebagai bagian dari strategi meningkatkan efisiensi distribusi barang sekaligus membuka peluang ekonomi baru di berbagai daerah.

“Kami menyampaikan pengembangan kereta logistik dan kereta wisata, termasuk pengembangan jaringan perkeretaapian Pulau Sumatera. Kereta logistik diarahkan untuk memperkuat efisiensi distribusi barang dan mendukung penurunan beban jalan raya, sedangkan kereta wisata dapat membuka nilai tambah ekonomi di berbagai daerah. Selain itu, ada juga pelayanan gerbong kereta untuk petani dan pedagang,” kata Dudy.

Program gerbong kereta untuk petani dan pedagang tersebut saat ini telah berjalan di sejumlah wilayah seperti Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember hingga Banyuwangi.

Modernisasi gambir dan penanganan perlintasan dipercepat

Di tengah percepatan pengembangan jaringan rel, pemerintah juga mulai memperkuat infrastruktur pendukung perkeretaapian. Melansir laman resmi Sekretariat Negara (Setneg), Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin di Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin (11/06/2026), untuk membahas sejumlah agenda pengembangan sektor perkeretaapian nasional.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian ialah percepatan renovasi Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi strategis di Jakarta. Berdasarkan penjelasan PT KAI, pengembangan stasiun diarahkan agar lebih modern dan terintegrasi dengan moda transportasi lain, termasuk KRL.

“Satu Gambir. Gambir akan dilakukan renovasi. Kita nanti dalam dua tahun punya Gambir yang (mengacungkan jempol). Nanti kita integrasikan dengan KRL,” ujar Bobby kepada awak media.

Selain modernisasi stasiun, pemerintah juga mempercepat penanganan perlintasan sebidang guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Bobby menyebut hingga kini sebanyak 172 perlintasan sebidang telah ditutup, sementara 490 titik lainnya masih dalam proses penanganan.

“Perlintasan sebidang tadi kita update ke beliau bahwa kita dalam progres cepat untuk perlintasan sebidang ini. Perlintasan sebidang udah banyak yang udah kita tutup 172 yang udah kita tutup, ada 490 lagi on progress kita tutup. Sisanya itu 1.148 itu nanti sudah kita mulai untuk progres palang pintu,” ungkap Bobby. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Kereta api sekarang lagi dipersiapkan jadi lebih dari sekadar alat transportasi. Rel diperpanjang, stasiun dimodernisasi, distribusi barang dibuat lebih efisien, sampai akses daerah makin dibuka. Kalau target ini konsisten berjalan, bepergian bisa makin praktis, biaya logistik berpotensi turun, dan kota-kota di luar pusat ekonomi punya peluang tumbuh lebih cepat.

kemenhub Dudy Purwagandhi Bobby Rasyidin Moderenisasi Stasiun Gambir KAI

Infografis

Terkini

Penyaluran Bantuan Pangan 2026

Penyaluran bantuan pangan alokasi bulan Februari - Maret 2026, di Kantor Kelurahan Alun Alun Contong, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026).

Footage 13:50 WIB