Presiden Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif: Ajak 9 Dubes Kolaborasi Global yang Adil!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Rabu, 10 Juni 2026 | 16:51 WIB
Presiden Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif: Ajak 9 Dubes Kolaborasi Global yang Adil!
Presiden Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif: Ajak 9 Dubes Kolaborasi Global yang Adil! (Presidenri.go.id)

astakom.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali mempertegas arah politik luar negeri Indonesia yang tetap konsisten pada prinsip bebas aktif. Dalam keterangannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kolaborasi antarnegara demi menciptakan keadilan dan kemakmuran global.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Negara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026), bertepatan dengan momen penerimaan surat kepercayaan dari sembilan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Designate Resident.

Komitmen kolaborasi global

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengungkapkan kalau Presiden Prabowo sangat mengapresiasi kehadiran para duta besar negara sahabat tersebut. Menurutnya, Kepala Negara juga menekankan kalau kolaborasi internasional saat ini menjadi krusial dalam menghadapi tantangan global yang semakin rumit.

"Beliau menyampaikan senang dengan kehadiran para duta besar itu mewakili banyak negara. Beliau juga menyampaikan prinsip-prinsip dasar politik luar negeri kita bebas aktif,” ucap Wamenlu Arif Havas Oegroseno dikutip oleh astakom pada Rabu, (10/6/2026).

Dalam kesempatan itu, ia turut didampingi oleh dua Wakil Menteri Luar Negeri lainnya, yakni Muhammad Anis Matta dan Arrmanatha Christiawan Nasir.

Sinergi demi keadilan internasional

Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menyerukan pentingnya sinergi global di berbagai sektor. Menurutnya, kerja sama di berbagai sektor sangat dibutuhkan oleh negara-negara di dunia untuk menghadapi tantangan bersama sekaligus menciptakan sistem internasional yang lebih berkeadilan.

"Beliau juga menyampaikan perlunya di masa sekarang ini negara-negara bekerja sama dan membuat berbagai macam kerja sama di berbagai bidang untuk menciptakan keadilan,” ucap Wamenlu Havas.

Tradisi kredensial & diplomasi hangat

Menurut penjelasan Wamenlu Havas, prosesi penyerahan surat kepercayaan ini adalah bagian dari tradisi internasional yang lazim digelar sebagai simbol peresmian tugas para dubes di negara penerima.

Ia juga menambahkan kalau surat kepercayaan tersebut membawa legitimasi kuat karena ditandatangani oleh kepala negara maupun kepala pemerintahan negara sahabat.

"Jadi yang kita lakukan adalah sekarang tradisi menerima surat kepercayaan dari para duta besar, yang mereka suratnya biasanya ditandatangani oleh bisa presiden, bisa raja. Jadi tergantung dari negaranya masing-masing,” paparnya.

Setelah prosesi penyerahan selesai, Presiden Prabowo bersama para duta besar menggelar sesi ramah tamah yang berlangsung dalam suasana akrab dan informal. Wamenlu Havas menyebutkan kalau agenda santai seperti ini merupakan praktik diplomatik yang lumrah diterapkan dalam setiap upacara penyerahan kredensial.

"Setelah itu ada ramah tamah, informal begitu. Itu polanya seperti itu,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para duta besar itu meneruskan pesan salam dari pemimpin negara mereka kepada Presiden Prabowo. Selain itu, mereka mengekspresikan antusiasme yang besar untuk terus memperkokoh kemitraan bilateral dan membuka peluang-peluang kerja sama baru dengan Indonesia di berbagai sektor.

"Biasanya para dubes itu menyampaikan salam dari kepala negara mereka. Jadi satu persatu mereka menyampaikan salam dan juga mereka masing-masing ingin meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia,” papar Wamenlu Havas.

Jembatan perdamaian dunia

Momentum ini memperkuat komitmen Indonesia yang selalu siap bersinergi dengan negara mana pun di dunia. Kemitraan strategis yang dibangun tersebut senantiasa berpijak pada prinsip kesetaraan, sikap saling menghargai, serta pemenuhan kepentingan bersama.

Lewat politik bebas-aktif, Indonesia terus memposisikan diri sebagai jembatan komunikasi internasional demi mempererat solidaritas global. Selain itu, Indonesia juga bertekad untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas perdamaian dan kesejahteraan di kancah dunia. (nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo baru aja nerima 9 dubes baru di Istana Merdeka dan ngingetin lagi kalau Indonesia tetep konsisten pakai prinsip politik luar negeri yang bebas-aktif. Intinya, kita nggak mau kubu-kubuan, melainkan fokus kolaborasi setara demi dunia yang lebih adil dan damai. Pure diplomacy goals!

Politik luar negeri Politik Luar Negeri Bebas Aktif 9 Dubes Prabowo Subianto Diplomasi

Infografis

Terkini