Bahas COVID-19, Gedung Putih Tegaskan Kebocoran Lab Bukan Teori Konspirasi

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:01 WIB
Bahas COVID-19, Gedung Putih Tegaskan Kebocoran Lab Bukan Teori Konspirasi
Bahas COVID-19, Gedung Putih Tegaskan Kebocoran Lab Bukan Teori Konspirasi [Tangkapan layar via situs web Gedung Putih]

astakom.com, JakartaGedung Putih baru aja bikin heboh publik setelah meluncurkan halaman web baru pada Rabu lalu. Isi platform ini mengulas habis-habisan versi mereka soal pandemi COVID-19. Hasil akhirnya pihak Gedung Putih menyimpulkan bahwa kemunculan virus dari insiden laboratorium itu fix real, bukan teori konspirasi.

Tak cuma itu, mereka juga spill dan mengecam mantan pejabat kesehatan federal serta pemerintahan Biden yang dinilai udah menyesatkan publik terkait asal-usul virus dan kebijakan era pandemi.

Melansir dari Floice News pada Kamis, (30/07/2026) Gedung Putih secara tegas menyatakan kalau kejadian terkait laboratorium yang melibatkan penelitian peningkatan fungsi (gain-of-function) adalah "asal mula yang paling mungkin" dari COVID-19. Mereka langsung menunjuk ke Institut Virologi Wuhan, lokasi para researcher belajar tentang virus corona.

Bukti kunci kebocoran lab

Ada beberapa bukti kunci yang disorot di halaman tersebut:

  1. Laporan kalau para peneliti di laboratorium Wuhan sempat jatuh sakit dengan gejala mirip COVID pada musim gugur 2019.
  2. Adanya laboratorium penelitian SARS yang berlokasi tepat di kota tempat wabah pertama kali muncul.
  3. Minim bukti yang menurut Gedung Putih akan membuktikan asal alami dari penyakit itu.

Hal ini makin diperkuat oleh laporan setebal 557 halaman dari subkomite DPR yang merangkum kalau SARS-CoV-2 “kemungkinan muncul karena kecelakaan yang berkaitan dengan laboratorium atau penelitian.”

Laporan tersebut juga menegaskan kalau kemungkinan kecelakaan mengenai laboratorium atau penelitian gak boleh dinilai bentuk dari teori konspirasi.

Sorot Dr. Fauci & dana AS

Bukan cuma isu laboratorium, halaman Gedung Putih ini juga menargetkan Dr. Anthony Fauci, mantan direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID). Fokus utamanya adalah makalah ilmiah tahun 2020 yang berjudul “Asal Usul Proksimal SARS-CoV-2.”

Laporan itu mengklaim kalau publikasi yang menepis isu kebocoran lab sebenarnya diinisiasi oleh Fauci. Tujuannya tak lain untuk mematahkan teori kecelakaan laboratorium sekaligus memperkuat narasi kalau virus corona murni berasal dari alam.

Selain itu, aliran dana AS yang melewati EcoHealth Alliance ke penelitian di Institut Virologi Wuhan juga disorot tajam. Laporan DPR menyimpulkan kalau National Institutes of Health (NIH) mendanai penelitian pengembangan fungsi di laboratorium Wuhan. Pihak NIH dan NIAID pun dituduh gagal mengawasi EcoHealth secara keseluruhan.

Kritik masker hingga lockdown

Gedung Putih turut memakai halaman baru ini untuk membongkar dan mengkritik berbagai peraturan ketat di era pandemi, mulai dari aturan jaga jarak 6 kaki, kewajiban pakai masker, lockdown, sampai kewajiban vaksinasi

Berdasarkan laporan tersebut, rekomendasi menjaga jarak 6 kaki ternyata gak di support oleh bukti ilmiah yang memadai. Kebijakan penguncian wilayah (lockdown) yang berkepanjangan juga dinilai membawa dampak buruk yang memicu konsekuensi ekonomi, fisik, dan kesehatan mental yang meluas. Kesimpulan ini sejalan dengan temuan subkomite DPR yang membedah poin-poin tersebut dalam bagian terpisah.

Dugaan tutup-tutupan pemerintahan Biden

Tak berhenti di situ, Gedung Putih melayangkan tuduhan serius kalau pemerintahan Biden sempat memperlihatkan pov yang berbeda mengenai COVID-19 dan sengaja menghalangi penyelidikan kongres atas respons pemerintah soal pandemi.

Adanya laporan DPR yang menuduh pemerintahan Biden memakai metode yang "kemungkinan tidak konstitusional" untuk melawan apa yang dinilai pejabat sebagai disinformasi. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan juga dituduh menghambat jalan penyelidikan subkomite.

Di bagian akhir, halaman web tersebut membahas kembali beberapa isu kontroversial lainnya:

  1. Penanganan panti jompo oleh mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo.
  2. Reaksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menangani pandemi global.
  3. Tuduhan kalau pejabat kesehatan federal secara gak sengaja menghambat diskusi mengenai pengobatan alternatif COVID-19.

Investigasi besar yang dilakukan DPR ini sudah dimulai sejak tahun 2023. Prosesnya tergolong sangat panjang dan intens, mencakup lebih dari 100 surat investigasi, 38 transkripsi wawancara atau deposisi, 25 sidang dan pertemuan, serta penyelidikan lebih dari 1 juta halaman dokumen. Gedung Putih menekankan kalau seluruh materi di halaman barunya tersebut real murni bersumber dari Komite Pengawasan DPR dan Subkomite Pilihan mengenai Pandemi Virus Corona. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Plot twist terbesar Abad ini! Isu kebocoran lab Wuhan yang dulu di-cap cuma teori konspirasi, sekarang resmi dikonfirmasi Gedung Putih sebagai asal-usul COVID-19 paling masuk akal. Nggak cuma itu, berbagai aturan ketat kayak social distancing 6 kaki, lockdown, sampai kewajiban masker ternyata dinilai minim bukti ilmiah dan bikin boncos ekonomi serta mental health. Basically, kabar ini makin ngebuka mata kita kalau transparansi publik itu mahal harganya dan pejabat kesehatan era pandemi kemarin banyak ngasih red flag!

Covid-19 Gedung Putih Amerika Serikat Corona teori konspirasi

Infografis

Terkini