Sepakat! RI-Malaysia Targetkan Penyelesaian Batas Darat dan Maritim

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 5 Juni 2026 | 17:25 WIB
Sepakat! RI-Malaysia Targetkan Penyelesaian Batas Darat dan Maritim
Sepakat! RI-Malaysia Targetkan Penyelesaian Batas Darat dan Maritim (astakom/Nadiah)

astakom.com, Jakarta – Republik Indonesia dan Malaysia secara resmi berkomitmen penuh untuk mempercepat penuntasan sejumlah sengketa batas wilayah darat serta laut, yang selama ini menjadi agenda krusial dalam dinamika hubungan bilateral kedua negara serumpun.

Kesepakatan strategis tersebut dicapai saat Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan bertemu dalam Sidang Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral (JCBC) ke-17 di Jakarta, kemarin (04/06/2026).

Hubungan RI-Malaysia 98 persen

​Saat ini, kerangka hubungan bilateral Indonesia-Malaysia berada dalam kondisi yang sangat kuat dan telah mencapai 98 persen dari tingkat keakraban optimal.

"Seperti saya sebut awal awal tadi hubungan akrab dan baik antara kedua buah negara Malaysia dan Republik Indonesia saya anggap sudah 98% baik 2% itu adalah isu-isu, simpul-simpul yang saya sebutkan, yang perlu kita leraikan" ucap Menlu Malaysia pada Kamis, (4/6/2026).

Menlu Malaysia Mohamad Hasan mengungkapkan kalau serangkaian sengketa batas wilayah yang telah dinegosiasikan selama bertahun-tahun kini memasuki fase final dan berpotensi besar untuk segera disahkan oleh kedua belah pihak.

"Ada juga isu-isu lama perbatasan darat dan maritim Yang saya yakin dan saya lihat di peringkat terakhir Persetujuan" ujarnya.

Batas wilayah disahkan akhir 2026

Pertemuan tahunan (annual consultation) di Malaysia pada akhir tahun ini akan menjadi panggung bagi Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk menindaklanjuti hasil pembahasan tersebut.

Menlu Malaysia Mohamad Hasan menyebutkan kalau momentum beralihnya posisi Malaysia sebagai tuan rumah akan dioptimalkan oleh kedua pemimpin untuk mengesahkan poin-poin perbatasan ini.

"Untuk kami bawa kepada perbincangan dan persetujuan kedua pemimpin semasa annual consultation nanti yang dijangka pada akhir tahun dimana Malaysia sudah akan menjadi sebagai tuan umat kepada negara Indonesia tentang kebajikan pelajaran rakyat" tuturnya.

Malaysia jamin hak pendidikan

Aspek fundamental lain yang mendapat perhatian utama dalam pertemuan JCBC ke-17 ini adalah jaminan terhadap pemenuhan aspek sosial, kesejahteraan, dan hak asasi para pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Pemerintah Malaysia secara terbuka menyampaikan apresiasi dan pengakuan tinggi atas kontribusi besar tenaga kerja Indonesia dalam menggerakkan roda perekonomian domestik mereka di berbagai sektor strategis.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Malaysia memastikan akan terus menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di sana.

Hubungan bilateral ini menghasilkan pemenuhan hak belajar tersebut sebagai tanggung jawab moral yang besar.

"Bagi saya, bagi kami Right to education is a human right di bawah konvensi-konvensi antarabangsa, jadi kita melihat itu" paparnya.

Malaysia buka pintu untuk perawat

Selain itu, pertemuan bilateral ini membuka ruang bagi tenaga kerja profesional Indonesia untuk merambah sektor-sektor baru di Malaysia, seperti industri kesehatan.

Menlu Mohamad Hasan menegaskan, meskipun regulasi teknisnya melibatkan kementerian lain, usulan penempatan perawat ini merupakan langkah baik yang dapat memperkuat seluruh sektor kesehatan di Malaysia. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Hubungan RI-Malaysia lagi high-key solid banget sampai 98%, dan sisa 2%-nya—termasuk urusan batas negara yang berbelit—bakal langsung diberesin akhir tahun ini. Plus, ada kabar baik buat human rights karena Malaysia makin jamin hak sekolah anak-anak pekerja migran kita, sekaligus buka peluang karier baru buat perawat Indonesia di sana. We love to see actual progress!

Indonesia-Malaysia ASEAN Asean update Malaysia

Infografis

Terkini

World Environment Day 2026

Sejumlah aktivis lingkungan memperingati World Environment Day 2026, di Jalan Pemuda, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/6/2026).

Footage 18:36 WIB