RI-Malaysia Sepakat Dongkrak Perdagangan Intra-ASEAN Hadapi Krisis Global
astakom.com, Jakarta – Di tengah ketidakpastian geopolitik global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang terus berkepanjangan, Pemerintah Republik Indonesia dan Malaysia sepakat untuk memperkuat benteng ekonomi kawasan dengan menggenjot volume perdagangan intra-ASEAN.
Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas pasokan ekonomi dan melindungi kesejahteraan masyarakat di kedua negara dari dampak langsung krisis eksternal.
Membendung dampak krsis global
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu poin krusial dalam Pertemuan Komisi Bersama Bilateral (JCBC) ke-17 antara Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan (Tok Mat) di Gedung Kementerian Luar Negeri.
Ia menyampaikan kalau penguatan kerja sama dagang di internal ASEAN kini menjadi prioritas utama yang dicita-citakan oleh para pemimpin regional.
"Kita harus mengambil pengajaran berharga dari krisis yang bergejolak di Timur Tengah serta konflik Rusia dan Ukraina. Hasrat para pemimpin negara saat ini adalah bagaimana memastikan perdagangan dan investasi sesama kita dalam ASEAN dapat dipertingkatkan lagi,” ujar Mohamad Hasan pada Kamis, (4/6/2026).
Prioritas baru konektivitas regional
Ia menambahkan, penguatan ekonomi intra-kawasan ini akan berdampak langsung pada kemudahan hidup masyarakat bawah melalui peningkatan konektivitas (connectivity).
"Bila kita bercakap pasal perdagangan Kita bercakap pasal saling terhubungan, connectivity-nya Bagaimana cara memudahkan rakyat antara negara-negara Boleh berhubung antara satu sama lain Ini yang kami bincangkan" tuturnya.
Tantangan batas transaksi 25 Persen
Ia memaparkan kalau aktivitas dagang negara-negara Asia Tenggara sejauh ini masih didominasi oleh mitra luar kawasan, mengingat volume perdagangan di internal ASEAN sendiri belum mampu menembus angka 25 persen dari total transaksi regional.
"Kita banyak berdagang dengan negara di luar ASEAN. Perdagangan antara negara-negara ASEAN ini tidak sampai 25 persen"ucapnya.
Ia menjelaskan kalau Indonesia dan Malaysia tengah merumuskan berbagai strategi konkret guna mendongkrak sektor perdagangan dan investasi regional, sebagai bentuk nyata dalam menjalankan instruksi para kepala negara ASEAN.
"Bagaimana cara untuk kita pertingkatkan Perdagangan dan pelaburan sesama kita dalam ASEAN" ujarnya.
Ia turut menegaskan kalau lonjakan volume perdagangan antarnegara Asia Tenggara pada perjalanannya bakal berdampak positif secara nyata bagi kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.
"Dan yang mendapat kebaikannya nanti adalah rakyat kita" jelasnya.
Kemajuan sengketa batas wilayah
Pada momentum tersebut, Tok Mat turut membeberkan adanya kemajuan signifikan terkait penyelesaian sejumlah persoalan bilateral menahun, salah satunya mengenai kejelasan batas darat dan wilayah laut antara Indonesia dan Malaysia.
Ia menjelaskan kalau proses finalisasi isu-isu tersebut tengah berjalan dan diproyeksikan bakal dibawa ke tingkat pembahasan para pemimpin negara dalam forum pertemuan tahunan resmi di Malaysia pada akhir tahun nanti.(nAD/aRsp)
Gen Z Takeaway
Daripada terus-terusan bergantung sama market luar yang lagi gak stabil karena konflik global, RI dan Malaysia milih buat memperkuat lingkaran pertemanan ekonomi di internal ASEAN sendiri. Lewat peningkatan konektivitas dan investasi intra-kawasan yang ditargetkan naik di atas 25%, kolaborasi ini gak cuma jadi tameng krisis, tapi juga bakal bikin mobilitas dan peluang ekonomi masyarakat bawah jadi jauh lebih gampang.








