Presiden Prabowo Tahan Harga BBM: Industri RI Auto Makin Pede, IKI Tembus Level Tertinggi!

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 3 Juni 2026 | 18:30 WIB
Presiden Prabowo Tahan Harga BBM: Industri RI Auto Makin Pede, IKI Tembus Level Tertinggi!
Presiden Prabowo Tahan Harga BBM: Industri RI Auto Makin Pede, IKI Tembus Level Tertinggi! (Ilustrasi Pexels)

astakom.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan laporan memuaskan dengan kinerja sektor manufaktur yang meneruskan ekspansi di tengah ketidakpastian global.

Hal ini tercermin dari capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) di Mei 2026 mencapai 53,56 atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, April 2026 yang ada di angka 51,75.

Febri Hendri Antoni Arief selaku Juru Bicara Kementerian Perindustrian bilang kalau kenaikan IKI pada Mei 2026 menjadi sinyal positif dari pelaku industri manufaktur terhadap langkah pemerintah dalam jaga stabilitas ekonomi nasional.

“Di tengah ketidakpastian global dan pelemahan nilai tukar rupiah, IKI Mei 2026 justru naik signifikan dari 51,75 pada April menjadi 53,56 pada Mei 2026 atau meningkat 1,81 poin. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan pelaku industri manufaktur nasional masih sangat kuat,” kata Febri di Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Rabu (03/06/2026).

Dipengaruhi harga BBM subsidi yang nggak naik

Febri menjelaskan kalau salah satu faktor utama peningkatan IKI yaitu keputusan Presiden Prabowo yang menahan harga BBM subsidi.

Keputusan itu dinilai bisa menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat, jadi demand domestik produk manufaktur meningkat.

“IKI yang naik signifikan pada Mei ini merupakan ungkapan optimisme pelaku industri atas keputusan Bapak Presiden Prabowo yang tidak menaikkan harga BBM subsidi. Kebijakan tersebut membuat inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terutama daya beli atas produk manufaktur meningkat,” katanya.

Kenaikan tertinggi dari Januari 2025

Diketahui, variabel produksi dalam IKI Mei 2026 mengalami kenaikan tertinggi sebanyak 3,86 poin menjadi 55,20 dan menjadi level tertinggi dari Januari 2025. Ditambah lagi, variabel pesanan juga meningkat menjadi 53,47. Lalu, pada variabel persediaan mencapai 51,33. Capaian itu menunjukkan variabel pembentuk IKI ada dalam fase ekspansi.

Nggak cuma itu, dalam laporannya 20 subsektor dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis mengalami ekspansi dan ngasih kontribusi sebanyak 97,8 terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas triwulan I 2026.

IKI tertinggi yaitu industri pakaian

Subsektor yang mencatatkan nilai IKI tertinggi pada Mei 2026 yaitu industri pakaian jadi dan industri kertas dan barang dari kertas.

Dalam laporannya, Kemenperin ngasih data kalau industri yang berorientasi ekspor maupun menjajal pasar domestik sama-sama mengalami peningkatan optimisme pada bulan kemarin, Mei 2026.

IKI yang berorientasi pasar ekspor tercatat peningkatan sebesar 1,45 poin jadi 53,73 dibandingkan April 2026 sebesar 52,28. IKI yang berorientasi pasar domestik naik lebih tinggi, yakni sebesar 2,56 poin menjadi 53,46 dari sebelumnya 50,90 pada April 2026.

Pasar domestik masih jadi penopang utama

Menurut Febri, kenaikan IKI domestik yang lebih tinggi menunjukkan pasar dalam negeri masih menjadi penopang utama ketahanan industri manufaktur nasional di tengah tekanan global.

“Pasar domestik masih menjadi kekuatan utama industri manufaktur Indonesia dalam menghadapi tekanan akibat gejolak ketidakpastian global. Daya beli masyarakat yang tetap terjaga membuat permintaan produk dalam negeri meningkat sehingga aktivitas produksi industri juga ikut meningkat,” ungkapnya. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Di tengah vibes ekonomi global yang masih penuh uncertainty, industri manufaktur Indonesia justru makin pede. Salah satu boost utamanya datang dari keputusan pemerintah menahan harga BBM subsidi, bikin inflasi lebih terjaga dan daya beli tetap kuat. Impact-nya, produksi, pesanan, dan optimisme pelaku industri sama-sama naik. 

Kemenperin Indeks Kepercayaan Industri

Infografis

Terkini