Gaspol Swasembada! Mentan Kasih Challenge Kampus Bikin Benih Kedelai Panen 6 Ton/Hektare
astakom.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, lagi menantang perguruan tinggi atau kampus-kampus di Indonesia buat menghasilkan benih kedelai unggul dengan produktivitas tinggi. Langkah ini diambil biar agenda swasembada kedelai nasional bisa segera tercapai.
Nggak main-main, Mentan menargetkan lahirnya varietas kedelai yang mampu menghasilkan 5-6 ton per hektare. Target ini dipasang jelas biar Indonesia bisa mengurangi ketergantungan sama kedelai impor.
"Kalau benihnya bagus dan hasilnya terbukti, kita akan dorong untuk dikembangkan secara nasional. Yang kita cari sekarang adalah inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas petani," kata Amran saat audiensi dengan jajaran Universitas Negeri Surabaya, dikutip oleh astakom.com pada Selasa (28/07/2027).
Mentan menegaskan kalau pemerintah bakalan support pengembangan benih unggul hasil riset perguruan tinggi ini. Malah, kalau hasil penelitiannya beneran terbukti legit dan menghasilkan produktivitas tinggi di lapangan, pemerintah siap memfasilitasi pengembangannya dalam skala yang jauh lebih luas.
Kolaborasi dengan berbagai pihak
Menurutnya, buat mencapai target besar ini emang harus collab.
"Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Kampus harus menjadi pusat inovasi, TNI dan Polri membantu pendampingan di lapangan, sementara petani menjadi pelaku utama. Kalau semua bergerak bersama, saya optimistis swasembada kedelai bisa kita wujudkan," katanya.
Mendengar tantangan itu, pihak Universitas Negeri Surabaya (Unesa) nggak mau tinggal diam. Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, langsung menyatakan kalau kampusnya siap dan menjawab tantangan buat ngembangin benih kedelai unggul berkapasitas 5-6 ton per hektare.
"Kami menyampaikan kepada Pak Menteri bahwa apabila benih unggul itu berhasil dikembangkan, kami siap mengawal implementasinya. Pak Menteri juga menyampaikan bahwa apabila produktivitas di lahan 56 hektare mampu mencapai 5 hingga 6 ton per hektare, maka keberhasilan tersebut dapat menjadi model pengembangan kedelai nasional," kata Dwi.
Pengembangan benih kedelai
Dwi menambahkan kalau proyek pengembangan benih kedelai ini sekarang jadi fokus utama tim peneliti Unesa, terutama di bawah Fakultas Ketahanan Pangan.
"Ini menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan besar bagi kami. Kami akan mencari benih yang terbaik agar mampu menghasilkan produktivitas sesuai target yang diberikan Pak Menteri," katanya.
Target pencarian dan penyiapan selesai tahun
Dwi menargetkan proses pencarian dan penyiapan benih unggul ini harus bisa kelar tahun ini. Jadi, bisa langsung di-spill dan diuji coba langsung di lapangan.
"Insyaallah tahun ini kami tuntaskan proses pencarian dan penyiapan benih unggul. Tantangan dari Pak Menteri akan kami jawab melalui riset dan inovasi yang nyata untuk mendukung swasembada kedelai Indonesia," ungkapnya. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Mentan Andi Amran Sulaiman nge-challenge kampus buat develop benih kedelai yang bisa panen 5-6 ton per hektare biar Indonesia makin less dependent sama impor. Pemerintah siap support kalau risetnya proven dan bisa di-scale secara nasional. Unesa langsung bilang challenge accepted dan ngebut risetnya biar bisa diuji tahun ini.









