PBB Soroti Lonjakan Kekerasan di Tepi Barat yang Kian Memprihatinkan

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 28 Juli 2026 | 19:00 WIB
PBB Soroti Lonjakan Kekerasan di Tepi Barat yang Kian Memprihatinkan
PBB Soroti Lonjakan Kekerasan di Tepi Barat yang Semakin Memprihatinkan [Ilustrasi bendera PBB/Gemini]

astakom.com, Jakarta – Situasi di Tepi Barat yang diduduki belakangan ini makin bikin prihatin. Para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada  Senin (27/07/2026), menyuarakan rasa concern mendalam atas melonjaknya gelombang kekerasan yang terjadi di Tepi Barat dalam beberapa hari terakhir.

Jatuhnya korban jiwa

Berdasarkan catatan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA), gelombang serangan terbaru dalam 4 hari terakhir telah memakan korban jiwa. Total ada 8 warga Palestina termasuk seorang anak-anak dan 2 warga Israel dilaporkan tewas, sementara banyak warga lainnya mengalami luka luka.

Kerusakan fasilitas warga

Dampaknya nggak cuma ke korban jiwa. Berbagai fasilitas lainnya seperti rumah warga, masjid, pepohonan, hingga bangunan pertanian ikut menjadi sasaran dalam penghancuran, pembakaran, dan pengrusakan. Kerusakan ini memberikan dampak setidaknya 10 keluarga Palestina harus mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Pembatasan akses ketat

Sejak Kamis silam (23/07/2026), pasukan Israel makin memperketat pembatasan akses dan pergerakan warga Palestina di berbagai penjuru Tepi Barat. Langkah ini otomatis membuat susah ribuan warga dari fasilitas penting, mulai dari layanan medis darurat hingga akses menuju sumber mata pencaharian harian mereka.

Melansir dari Xinhua News pada Selasa, (28/7/2026) OCHA mencatat sepanjang tahun 2026 ini saja sudah terjadi lebih dari 1.330 insiden yang melibatkan pemukim Israel, yang berujung pada timbulnya korban jiwa maupun kerusakan properti.

Tercatat hingga Sabtu lalu (25/07/2026), bahwa ada 77 warga Palestina salah satunya 18 di antaranya adalah anak-anak yang meninggal di tangan pasukan maupun penduduk Israel sepanjang tahun 2026. Pada periode yang sama, 3 warga Israel dilaporkan turut meninggal oleh warga Palestina.

PBB tuntut keadilan

Melihat kondisi yang makin membahayakan warga sipil ini, OCHA menuntut adanya tindakan nyata dan penegakan hukum yang tegas bagi para pelaku.

"Komunitas kemanusiaan terus menyerukan perlindungan mendesak bagi warga sipil dan penghormatan yang ketat terhadap hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional," tutur OCHA.

"Para pelaku harus dimintai pertanggungjawaban." sambung OCHA. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Situasi di Tepi Barat lagi red flag banget dan butuh awareness global! Kekerasan yang makin meningkat nggak cuma ngerampas nyawa warga sipil dan anak-anak, tapi juga ngerusak akses kesehatan sampai mata pencaharian mereka. PBB udah spill data dan nuntut tindakan tegas biar hukum internasional ditegakkan dan nggak ada lagi impunitas buat para pelaku.

PBB update pbb 2026 tepi barat Palestina Update

Infografis

Terkini