Tumbangkan Arsenal Lewat Adu Penalti, PSG Back to Back Juara Liga Champions!

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 31 Mei 2026 | 08:22 WIB
Tumbangkan Arsenal Lewat Adu Penalti, PSG Back to Back Juara Liga Champions!
Selebrasi para pemain PSG usai menerima tropi Liga Champions. [PSG].

astakom.com, Jakarta — Paris Saint-Germain resmi menasbihkan diri sebagai penguasa baru sepak bola Eropa. Raksasa Prancis tersebut sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions dua musim beruntun setelah menumbangkan Arsenal lewat drama adu penalti yang menegangkan di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/05/2026) dini hari WIB.

Kemenangan ini membuat Les Parisiens mengikuti jejak historis Real Madrid sebagai klub yang mampu memenangi trofi si Kuping Besar minimal dua musim berturut-turut di era modern.

Pertandingan harus ditentukan lewat adu tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Arsenal sempat unggul cepat melalui aksi solo Kai Havertz sebelum disamakan oleh eksekusi penalti bintang PSG, Ousmane Dembele. Dalam babak penentuan, mentalitas PSG terbukti lebih kokoh dengan keunggulan penalti 4-3.

Drama Tos-tosan yang menegangkan

Memasuki babak adu penalti setelah skor 1-1 tak berubah sepanjang extra time, ketegangan memuncak di Puskas Arena. Empat eksekutor PSG: Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo, sukses menunaikan tugasnya dengan dingin. Hanya sepakan Nuno Mendes yang gagal berbuah gol.

Sebaliknya, beban berat tampak menggelayuti kubu The Gunners. Meski Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli berhasil mengecoh kiper, dua eksekutor Arsenal lainnya, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal menyarangkan bola. Kegagalan ganda ini memastikan trofi tertinggi Eropa kembali terbang ke Paris.

Kejutan kilat Havertz dan tembok kokoh Raya

Laga sejatinya dimulai dengan impian indah bagi Arsenal. Baru enam menit laga berjalan, publik London langsung bergemuruh. Memanfaatkan bola liar hasil sapuan ceroboh Marquinhos yang membentur Leandro Trossard, Kai Havertz melakukan akselerasi maut ke jantung pertahanan PSG. Dari sudut sempit di sisi kiri, penyerang asal Jerman itu melepaskan sepakan keras yang gagal dibendung Matvey Safonov. Arsenal memimpin 1-0.

Tertinggal satu gol, PSG langsung mengurung pertahanan Arsenal dengan penguasaan bola yang mencapai 76 persen di babak pertama. Namun, taktik bertahan dalam yang diterapkan manajer Arsenal membuat frustrasi lini depan PSG.

Peluang demi peluang dari Fabian Ruiz dan Ousmane Dembele kerap mentah, atau digagalkan oleh kesigapan kiper Arsenal, David Raya, yang tampil gemilang di bawah mistar hingga turun minum.

Sihir Ballon d'Or Dembele penyelamat PSG

Memasuki paruh kedua, intensitas serangan PSG tidak mengendur. Gelombang tekanan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-62. Pergerakan lincah Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak penalti terpaksa dihentikan secara ilegal oleh Cristhian Mosquera. Setelah peninjauan VAR, wasit menunjuk titik putih.

Ousmane Dembele, yang menyandang status sebagai peraih Ballon d'Or 2025, maju sebagai algojo dengan ketenangan kelas dunia. Pemain internasional Prancis itu mengirimkan bola mendatar ke sudut kiri bawah, mengecoh David Raya yang bergerak ke arah sebaliknya. Skor berubah menjadi 1-1.

Gol penyeimbang membuat laga semakin hidup. PSG nyaris berbalik unggul ketika tembakan Kvaratskhelia membentur tiang gawang di menit ke-77. Arsenal mencoba merespons dengan memasukkan tenaga baru seperti Jurrien Timber dan Viktor Gyokeres, namun rapatnya barisan pertahanan PSG membuat skor imbang bertahan hingga waktu normal usai.

Di babak tambahan 2x15 menit, laga berjalan buntu kendati diwarnai protes penalti dari kubu Arsenal saat Noni Madueke terjatuh, serta peluang emas Timber di menit ke-119 yang hanya menerpa jaring samping gawang. Skor imbang memaksa kedua tim beradu nasib di titik putih, yang akhirnya menasbihkan PSG sebagai raja Eropa sesungguhnya.

Susunan pemain

  • Paris Saint-Germain: Safonov; Mendes, Pacho, Marquinhos (Zabarnyi 106'), Hakimi; Ruiz (Zaire-Emery 95'), Vitinha (Beraldo 106'), Neves; Kvaratskhelia (Barcola 83'), Dembele (Ramos 90+5'), Doue.
  • Arsenal: Raya; Hincapie, Gabriel, Saliba, Mosquera (Timber 66'); Lewis-Skelly (Zubimendi 91'), Rice; Trossard (Martinelli 83'), Odegaard (Gyokeres 66'), Saka (Madueke 83'); Havertz (Eze 91'). (ACwan/aNs

Gen Z Takeaway

Final UCL tahun ini fix jadi panggungnya PSG yang berhasil back-to-back juara selevel Real Madrid, setelah menang drama adu penalti 4-3 lawan Arsenal yang kena mental di Budapest. Sempat ketinggalan gara-gara gol cepet Kai Havertz di menit ke-6, PSG langsung digendong sama Ousmane Dembele, si pemilik Ballon d'Or 2025, yang sukses nyamain skor lewat titik putih sampai laga kelar 120 menit, sebelum akhirnya The Gunners apes dua kali pas adu tos-tosan.

PSG Arsenal Liga Champions UEFA Champions League Mikel Arteta

Infografis

Terkini