Asean Update: Imigrasi Malaysia Chaos Sebab Sistem Komputerisasi 5 Jam Lumpuh, Ribuan Pelancong Stuck!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Minggu, 31 Mei 2026 | 12:55 WIB
Asean Update: Imigrasi Malaysia Chaos Sebab Sistem Komputerisasi 5 Jam Lumpuh, Ribuan Pelancong Stuck!
Asean Update: Imigrasi Malaysia Chaos, Sistem Komputer Lumpuh 5 Jam, Ribuan Pelancong Terjebak

astakom.com, Jakarta – Kelumpuhan total pada sistem imigrasi Malaysia memicu antrean panjang yang menjebak puluhan ribu pelancong di seluruh pos pemeriksaan negara tersebut pada Kamis (28/5/2026) dini hari setempat.

Melansir dari Channel News Asia, Minggu (31/5/2026), gangguan pada sistem nasional ini melumpuhkan proses imigrasi selama kurang lebih lima jam. Dampak signifikan di antaranya terasa di perbatasan darat Johor-Singapura, yang merupakan salah satu titik paling sibuk sekaligus vital di negara tetangga Indonesia tersebut.

Jam sibuk jadi chaos

Mengutip laporan The Star, seluruh sistem berbasis komputer di imigrasi tersebut mengalami kelumpuhan dari pukul 04.30 hingga 09.30 pagi waktu setempat. Kondisi ini memaksa para petugas menjalankan proses pemeriksaan dokumen secara manual bagi warga Malaysia maupun pelancong asing.

Kelumpuhan sistem ini terjadi di waktu yang salah. Mengutip pejabat Kementerian Dalam Negeri melalui The Star, insiden itu berlangsung tepat pada jam sibuk, di mana puluhan ribu kaum komuter Malaysia sedang mengejar waktu kerja ke Singapura, sehingga memicu antrean mengular di kedua pos pemeriksaan darat Johor.

Mendadak loket manual 

"Kami harus mengerahkan kembali semua personel kami untuk mengoperasikan loket manual di aula bus, jalur sepeda motor, dan kendaraan," ucap pejabat tersebut dikutip dari The STar oleh astakom.com Minggu, (31/5/2026).

"Tidak hanya gerbang otomatis kami yang rusak, bahkan sistem pengenalan wajah kami pun juga tidak berfungsi," tuturnya.

Peristiwa ini menjadi kelumpuhan sistem imigrasi skala besar kedua yang terjadi dalam kurun waktu sekitar sebulan terakhir. Sebelumnya, insiden serupa juga sempat membuat ribuan pelancong terlantar selama kurang lebih dua jam pada 23 April lalu.

Insiden yang terjadi pada Kamis (28/5/2026) pagi itu berdampak pada mayoritas dari 114 pos pemeriksaan imigrasi se-Malaysia. Guna mengantisipasi situasi di lapangan, otoritas setempat seketika menambahkan personel keamanan, dikerahkan untuk memastikan kondisi tetap kondusif.

Tercatat, total akses masuk ke wilayah Malaysia meliputi 56 titik jalur laut, 30 pos pemeriksaan darat, serta 28 bandar udara yang tersebar di seluruh negeri.

Akibat sistem usang 30 tahun?

Walau banyak pelancong mengaku antrean mulai tersendat sejak pukul 04.30 pagi, Direktur Jenderal Departemen Imigrasi, Zakaria Shaaban, mengonfirmasi kalau insiden baru terjadi sekitar pukul 05.00 pagi. Ia menjelaskan kelumpuhan hingga pukul 08.45 pagi tersebut dipicu oleh kendala teknis pada pusat data Sistem Imigrasi Malaysia (MyIMMs).

Zakaria menegaskan kalau sistem tersebut kini telah kembali normal setelah melalui proses perbaikan, serta memastikan tidak ada indikasi peretasan. Ia menambahkan, faktor usia sistem MyIMMs yang sudah menyentuh 30 tahun membuat kendala teknis semacam ini menjadi hal yang tak terhindarkan.

Upgrade NIISe di 2028

Ke depan, sistem usang tersebut rencananya akan digantikan oleh Sistem Imigrasi Terpadu Nasional (NIISe) pada 2028. Sebagai langkah modernisasi pengawasan perbatasan, platform digital baru ini bakal mengintegrasikan proses verifikasi paspor, pemeriksaan visa, hingga pengelolaan data pelancong dalam satu wadah tunggal..

Sebagai langkah modernisasi pengawasan perbatasan, platform digital baru ini bakal mengintegrasikan proses verifikasi paspor, pemeriksaan visa, hingga pengelolaan data pelancong dalam satu platform.

Menurut penjelasan Zakaria, potensi terjadinya kendala serupa tetap ada selama sistem NIISe baru belum diimplementasikan secara penuh.

"Kami akan bertahan hingga sistem NIISe siap," ucapnya, dilansir dari Channel News Asia pada Minggu, (31/5/2026).

Pada awal bulan ini, Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution Ismail mengungkapkan dalam kunjungannya ke Johor kalau vendor NIISe telah diminta menyusun langkah mitigasi.

Strategi ini disiapkan guna mengantisipasi pengoperasian Sistem Transit Cepat (RTS) lintas Johor Bahru-Singapura yang dijadwalkan meluncur tahun depan.

Kelumpuhan sistem pada Kamis (28/5/2026) pagi tersebut memicu kekecewaan mendalam bagi para pelintas. Tidak sedikit dari mereka yang mengeluhkan bahwa insiden ini membuat mereka terlambat tiba di tempat kerja.

Dokumentasi berupa foto dan video yang memperlihatkan kerumunan masif serta penumpukan kendaraan di pos pemeriksaan imigrasi dan area perbatasan langsung viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial maupun berbagai pemberitaan. (nAD/aRsp)

​Gen Z Takeaway:

Bayangkan lagi rush hour mau berangkat kerja, tapi mendadak sistem autogate dan face recognition di imigrasi mati total. Fix, bad day banget! Pelajaran pentingnya: secanggih apa pun teknologi, kalau sudah berumur 30 tahun dan telat di-upgrade, ujung-ujungnya bakal bikin chaos juga. Buat kita yang hidupnya serba digital, insiden ini jadi reminder kalau sistem manual dan mitigasi darurat itu tetap krusial banget pas teknologi lagi mogok.

ASEAN Asean update Malaysia Imigrasi

Infografis

Terkini