Warung Kecil Auto Tenang! Skema Kopdes Merah Putih Ternyata Dibikin Fair
astakom.com, Jakarta - Warung kecil di desa sempat kena fear kalau kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disingkat KDKMP bakal bikin usaha mereka kalah saing. Lantaran, program yang lagi dipush sama pemerintah ini digadang-gadang bakal jadi pusat aktivitas ekonomi baru di desa.
Tapi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, bikin klarifikasi kalau konsep Kopdes bukan buat matiin usaha warga. Justru, sistemnya dirancang supaya warung dan Kopdes bisa jalan bareng kayak partnership level desa.
"Contoh di Serang, Banten, yang dikhawatirkan keberadaan Kopdes mematikan warung, untuk ini, kita sudah punya konsep, harga yang ditawarkan di Kopdes sama dengan yang di warung. Misalnya gas seharga Rp16 ribu, di Kopdes Rp16 ribu, di warung juga sama. Warung bisa mengambil di Kopdes, artinya masyarakat bisa memilih belanja di warung atau Kopdes," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Kamis (21/05/2026).
Menurut Yandri, Kopdes yang sudah diresmikan oleh Presiden Prabowo dan aktif beroperasi sekarang jumlahnya mencapai 1.061 unit. Pemerintah pun lagi all out ngejar target supaya 30 ribu Kopdes bisa rampung dan fully running di Juni atau Agustus 2026.
Putus mata rantai pinjaman berbunga tinggi
Selain jadi tempat distribusi kebutuhan warga, Kopdes juga disiapin sebagai jalan keluar buat masyarakat desa yang selama ini kejebak pinjaman rentenir berbunga tinggi. Lewat skema simpan pinjam, bunga yang dipatok cuma enam persen, jauh lebih ringan dibanding bunga rentenir yang bisa nyentuh 24 sampai 30 persen.
"Kegiatannya ekonomi desa, yang selama ini kebijakan ekonomi tidak sampai ke desa secara adil (akan dibenahi melalui Kopdes), nanti arahnya simpan pinjam dengan bunga enam persen, kalau di rentenir kan bisa 24-30 persen," ujar dia.
Ada marginnya dan bagi hasil
Saat ini, Kopdes juga lagi disiapin buat punya gerai dan gudang sendiri di bawah Satgas Koperasi. Nantinya, berbagai layanan pemerintah bakal terkoneksi di sana, mulai dari bansos PKH (bantuan sosial Penerima Keluarga Harapan) sampai pembayaran listrik. Jadi vibes-nya dibuat kayak pusat layanan warga versi desa.
"Di Kopdes nanti ada marginnya, jadi bagi untung," jelasnya.
Supaya ekonomi merata
Yandri bilang setelah seluruh proses selesai dan diserahkan ke desa, Kopdes bakal jadi aset milik desa. Pemerintah juga memastikan keuntungan usaha tetap muter di desa, di mana 20 persen masuk sebagai Pendapatan Asli Desa dan sisanya dikembalikan lagi untuk mendukung ekonomi masyarakat setempat.
"Dana desa tidak pernah dipotong di tingkat pusat, tetapi dikembalikan di unit usaha, keuntungannya 20 persen menjadi Pendapatan Asli Desa sesuai Instruksi Presiden (Inpres) nomor 17, sedangkan 80 persen lainnya, kembali ke desa. Jadi, ini akan menjadi alat pemerintah untuk melakukan pemerataan ekonomi," ungkapnya.
Gen Z Takeaway
Warung desa sempat fear kalah saing gara-gara Kopdes Merah Putih, tapi pemerintah bilang konsepnya justru collab mode, bukan takeover. Harga barang bakal disamain, jadi warga tetap bebas pilih belanja di warung atau Kopdes. Plus, Kopdes juga dipush jadi solusi anti-rentenir dengan bunga pinjaman cuma 6 persen biar ekonomi desa makin sustain.










