In This Economy! Orang Indonesia Tetep All In buat Kurban
astakom.com, Jakarta - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi tinggal seminggu lagi, umat muslim yang akan melaksanakan ibadah menyembelih hewan kurban atau disebut juga berkurban sudah mulai mencari dan memilah milih hewan yang akan dikurbankan.
Salah satu hewan yang akan dibahas kali ini adalah sapi. Siapa sangka di tengah gejolak geopolitik global yang masih terjadi sampai sekarang dan memicu ketidakpastian global terutama dari sisi ekonomi dan energi, penjualan sapi kurban tidak menjadi sepi.
Seorang pengusaha sapi bernama Haji Doni, bilang kalau harga sapi mengalami lonjakan harga yang signifikan. Meski begitu, dia juga menyebutkan kalau minat orang untuk ibadah kurban tidak terhalang oleh lonjakan harga.
"Kita kemarin bertepatan dengan situasi global. Saya bicara global ya karena penjualan kita juga internasional. Dampak timur tengah seperti ini, Amerika sama Iran ini global ya, tidak bisa mengingkari ya," kata Haji Doni saat ditemui oleh tim astakom.com di Mall Hewan Kurban di Depok, pada Selasa silam (19/05/2026).
Harga sapi melonjak
"Karena tracking kita juga kan dari Australia ke Indonesia kan pakai kapal, dibawa daging-dagingnya pada saat itu kita kena USD60 per barel (harga minyak global), sekarang udah hampir USD120 per barel, ditambah lagi kurs dolar kita yang mana kemarin Rp17.100 sampai sekarang Rp17.600 itu dampak yang pada saat ini harga sapi bukannya naik tapi loncat," ungkapnya.
"Kalau naik itu Rp1000, Rp2000, ini loncat," dia menambahkan.
Dia juga kagum dan salut sama minat orang yang mau berkurban, mereka teguh dan nggak takut atau lantas mengurungkan niatnya saat tahu harga sapi mengalami lonjakan.
Kurban? Siapa takut?
"Tapi minat orang berkurban dia nggak takut, walaupun ada kenaikan harga," katanya.
Di sisi lain, staf teknik marketing Haji Doni ini sempet jadi perbincangan netizen. Lantaran staf-stafnya kelihatan yang niat banget sampe ada tematik kostumnya. Tahun ini tema kostum buat staf di Mall Kurbannya yaitu Pramugari Timur Tengah.
Andina (23) staf Mall Hewan Kurban Haji Doni asal Depok nge-spill kalau tema yang dipilih Haji Doni kali ini karena related sama berita yg lagi viral sekarang yaitu soal eskalasi di Timur Tengah. Maka dipilihlah tema Pramugari Timur Tengah.
“Mengambil konsepnya dari konflik tersebut (eskalasi yang terjadi di Timur Tengah), jadilah pramugari ala Timur Tengah, karena di tahun-tahun sebelumnya konsepnya koboi,” kata Andina.
Harga sapi
Adapun harga sapi yang dijual di Mall Hewan Kurban Haji Doni yaitu mulai dari Rp17 juta sampai untuk yang termahalnya di angka ratusan juta. Di Mall ini terdapat juga berbagai jenis sapi, dari mulai Limosin, Bali, NTT dan sapi jenis lain termasuk hasil inseminasi.
Diketahui semua jenis sapi yang dijual udah terjamin kesehatannya, bersertifikat sampai dapat asuransi jika dalam proses pengiriman mengalami kecelakaan atau sapi mati karena sakit, sebelum disembelih.
Pilih dan seleksi hewan kurban dari sekarang
Buat kamu yang akan berkurban di Hari Raya Iduladha pastikan memilih hewan kurban yang aman, sehat, utuh dan halal sesuai dengan yang dikatakan Menteri Pertanian dikutip dari astakom.com.
“Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga kualitas dan jaminan keamanan produk pangan yang dihasilkan. SDM pertanian dan peternakan harus profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” kata Mentan Amran dikutip dari laman resmi Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian pada Selasa silam (19/05/2026). (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Harga sapi kurban tahun ini lagi naik brutal gara-gara efek konflik global, harga minyak, sama dolar yang makin tinggi. Tapi surprisingly, minat warga buat qurban tetep strong dan nggak pada mundur walau harga sapi auto loncat. Mall Kurban Haji Doni juga viral karena konsep stafnya pakai outfit pramugari Timur Tengah yang related sama isu global sekarang.










