Sempat Berjualan Es Keliling, Kini Siswi Cantik Sekolah Rakyat ini Optimis Kejar Harapan Jadi Polwan

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: AR Purba
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:30 WIB
Sempat Berjualan Es Keliling, Kini Siswi Cantik Sekolah Rakyat ini Optimis Kejar Harapan Jadi Polwan
Al Sahwa, siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas Terintegrasi 17 Cimahi. (Kemensos).

astakom.com, Jakarta – Di tengah suasana siang yang tenang di kawasan Cimahi, senyum ceria tampak tak lepas dari wajah Al Sahwa, siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas Terintegrasi 17 Cimahi. Di sela waktu istirahat sekolah, gadis yang akrab disapa Awa itu bercerita tentang perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan untuk kembali menggapai mimpi.

Di balik sikapnya yang hangat dan penuh semangat, Awa menyimpan kisah yang tidak mudah. Ia sempat berhenti sekolah selama satu tahun karena keterbatasan ekonomi keluarga. Demi membantu orang tua, Awa bahkan pernah berjualan es keliling.

Kini, kesempatan untuk kembali bersekolah menjadi hal yang sangat berarti baginya. Wajahnya tampak sumringah saat menceritakan bagaimana kehidupannya perlahan berubah sejak bergabung di Sekolah Rakyat.

Bahagia bisa sekolah lagi

“Saya sangat senang dan bahagia bisa sekolah lagi. Di Sekolah Rakyat ini saya dapat banyak ilmu,” ujar Awa sambil tersenyum, dikutip dari laman Kemensos.

Namun suasana berubah haru ketika pembicaraan beralih kepada keluarganya. Suara Awa mulai bergetar, matanya berkaca-kaca menahan air mata yang akhirnya jatuh saat mengenang sang kakak laki-laki yang meninggal dunia pada Maret 2025 lalu.

Awa merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia mengingat betul pesan almarhum kakaknya yang selalu ingin melihat dirinya mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

“Dulu waktu masih ada almarhum kakak, dia bilang saya harus sekolah lebih tinggi dari kakak dan teteh,” tuturnya lirih.

Pemberdayaan untuk keluarganya

Tak hanya memberikan akses pendidikan bagi Awa, program dari Kementerian Sosial Republik Indonesia juga menghadirkan bantuan pemberdayaan untuk keluarganya. Bantuan tersebut membantu orang tua Awa memperoleh tambahan penghasilan untuk menopang kebutuhan sehari-hari.

Ayah Awa, Suhari, mengaku putri bungsunya kini menjadi harapan besar keluarga. Dengan penuh rasa bangga, ia mendukung cita-cita Awa yang ingin menjadi seorang polisi wanita atau Polwan.

“Kalau anak punya mimpi, saya pasti dukung semampunya,” kata Suhari.

Di balik senyum sederhana keluarga kecil itu, tersimpan harapan besar bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk mengubah masa depan.(ACwan/aRsp)

Gen Z Takeaway

Cerita Awa ini bener-bener bikin hati nyess. Dari sempat putus sekolah dan jualan es keliling, sekarang dia bisa sekolah lagi dan ngejar mimpi jadi Polwan berkat Sekolah Rakyat. Yang paling bikin haru, dia masih pegang pesan almarhum kakaknya buat sekolah setinggi mungkin. Kadang harapan terbesar lahir justru dari keluarga sederhana yang nggak pernah berhenti berjuang.

sekolah rakyat Sekolah Rakyat Prabowo Sekolah Rakyat Menengah Atas Terintegrasi 17 Cimahi

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB