Menhan Spill Tiap Daerah di Pulau Jawa Bakal Dikawal Batalyon Teritorial, Berantas Begal hingga Bikin UKM Menyala!

Editor: Anri Syaiful
Rabu, 20 Mei 2026 | 12:48 WIB
Menhan Spill Tiap Daerah di Pulau Jawa Bakal Dikawal Batalyon Teritorial, Berantas Begal hingga Bikin UKM Menyala!
Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/05/2026). [Kemhan]

astakom.com, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, baru aja nge-share target pemerintah nih. Jadi, pas tahun ini, semua kabupaten ataupun kota di Pulau Jawa ditargetkan udah punya pendampingan dari satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.

Langkah ini diambil bukan cuma buat memperkuat struktur teritorial TNI, tapi juga jadi support system buat ngebut berbagai program pemerintah yang ada di daerah.

Biar bisa menjangkau seluruh kabupaten di Indonesia, pembentukan batalyon ini bakal digarap secara bertahap. Nggak tanggung-tanggung, pemerintah masang target buat ngebentuk sekitar 150 batalyon setiap tahunnya demi memenuhi kuota di seluruh wilayah.

"Kita targetkan setiap tahun 150 batalyon untuk memenuhi 514 kabupaten. InsyaAllah pada 2026 seluruh kabupaten di wilayah Jawa sudah dikawal oleh satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan," kata Sjafrie dalam rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin (19/05/2026), dikutip astakom.com.

Gak cuma jaga Wilayah, tapi juga pengin babat habis kriminalitas

Menhan Sjafrie ngejelasin kalau fokus batalyon teritorial ini gak melulu soal pertahanan wilayah yang kaku. Kehadiran para prajurit di daerah justru diarahkan buat bikin stabilitas keamanan di lingkungan masyarakat makin kondusif.

Harapannya, angka kriminalitas, terutama aksi begal yang belakangan ini bikin masyarakat anxiety, bisa langsung ditekan.

Biar makin cool, nantinya para prajurit bakal rutin patroli pakai kendaraan hasil produksi industri pertahanan dalam negeri, baik yang bertenaga listrik maupun nonlistrik. Sjafrie optimistis banget kalau kehadiran batalyon baru ini bakal bikin wilayah sekitar jadi jauh lebih aman dan bebas dari gangguan kriminal.

"Tapi setelah kita berada di situ, membuat pangkalan, dan pangkalan itu sudah jadi, dengan latihan, kemampuan, dan sebagainya. Ini begal kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, sekarang menjadi plus sekian persen kriminalnya hilang, sudah di atas 50 persen," ujarnya.

Uang jajan prajurit siap bikin UKM lokal makin menyala

Selain urusan safety, keberadaan batalyon ini diproyeksikan bakal ngasih dampak ekonomi yang lumayan masif buat warga lokal. Aktivitas ribuan prajurit yang menetap di daerah otomatis bakal memutar roda ekonomi masyarakat sekitar, terutama sektor usaha kecil dan menengah (UKM) yang bakal kecipratan untung.

“Contoh gaji yang paling kecil untuk seorang prajurit itu Rp6 juta satu orang. Kalau dia seribu orang dalam satu batalyon dan dia belanjakan Rp1 juta setiap bulan, berarti Rp1 miliar di desa dan di kecamatan tempat mereka. Itu menimbulkan UKM," tuturnya.

Nggak cuma ngebantu dompet warga lokal lewat perputaran duit miliaran, batalyon teritorial ini juga udah siap sedia buat urusan aksi sosial dan kemanusiaan. Salah satu program yang bakal dirutinkan adalah donor darah dari para prajurit buat ngebantu pasokan dan akses kesehatan masyarakat setempat.

KSAD siap gaspol garap infrastruktur dan bantu warga

Setali tiga uang, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga menegaskan kalau program Batalyon Teritorial Pembangunan ini adalah bentuk nyata back-up TNI AD terhadap agenda pemerintah. Pembentukan satuan ini pun dipastikan bakal bervariasi fungsinya di lapangan.

"Jadi, itu diharapkan satu kabupaten bisa ada satu Batalyon Teritorial Pembangunan," kata Jenderal Maruli kepada wartawan usai rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin (19/05/2026).

"Tiap tahun berarti perhitungannya ada sekitar 150 plus batalyon-batalyon kecabangan; Kavaleri, Armed, Zeni, dan lain sebagainya," imbuhnya.

Meskipun sempat ada "drama kecil" atau kendala soal penyediaan lahan di beberapa titik, Maruli mengaku semuanya aman terkendali berkat komunikasi yang clear. Ke depannya, batalyon ini bakal langsung diterjunkan untuk mengatasi berbagai problem riil di masyarakat, mulai dari bangun jembatan, penanganan bencana, sampai bikin sumur bor di daerah kekeringan.

"Sekarang program Presiden (Presiden Prabowo Subianto) kan banyak untuk bantu masyarakat. Ada jembatan, ada air bersih, kesiapan kalau bencana alam, menghadapi kekeringan kita mulai bor air. Jadi, bekerja semua,” pungkas KSAD. (aNs)

Gen Z Takeaway

Pemerintah lewat Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan KSAD Maruli lagi cook rencana buat naruh satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di tiap kabupaten/kota se-Jawa pas 2026 ini, biar keamanan makin secure dan bebas dari teror begal yang bikin anxiety. Gak cuma urusan jagain wilayah, kehadiran ribuan prajurit ini juga diproyeksikan bakal ngasih financial support ke ekonomi lokal karena duit jajan mereka bakal bikin UKM sekitar makin menyala, plus para tentara juga siap gaspol ngebantu warga bikin infrastruktur kayak jembatan dan sumur bor.

Menhan Sjafrie Kemenhan RI Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Kemhan

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB