Indonesia Konsolidasi Bersama Turkiye-Yordania: Demi Amankan WNI yang Ditangkap Israel!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Rabu, 20 Mei 2026 | 19:24 WIB
Indonesia Konsolidasi Bersama Turkiye-Yordania: Demi Amankan WNI yang Ditangkap Israel!
Indonesia Jalin Hubungan Bersama Turkiye - Yordania: Demi Amankan WNI yang Ditangkap Israel! (Kemenlu RI)

astakom.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri tengah melakukan koordinasi intensif dengan Turkiye dan Yordania untuk menjamin situasi 9 WNI yang ditahan Israel pasca-insiden misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan komunikasi turut dilaksanakan bersama sejumlah negara lainnya yang menjalin hubungan diplomatik bersama Israel.

“Saya sudah minta bantuan dari teman-teman kita di Jordan, di Turki, kemudian juga dari sumber-sumber lain, rekan-rekan yang ada di negara-negara yang punya hubungan diplomatik dengan Israel untuk menyampaikan pesan dan dukungan ini,” tutur Menlu Sugiono di Kompleks Parlemen MPR/DPR, Jakarta, berdasarkan rilis yang diterima wartawan astakom pada Rabu (20/5/2026).

Diplomasi Jalur Belakang

Menlu Sugiono menyoroti kendala komunikasi terhadap para WNI yang ditahan akibat absennya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel.

Guna mengatasi hambatan tersebut, pemerintah kini menggandeng negara-negara sahabat yang memiliki jalur komunikasi langsung dengan otoritas Israel sebagai perantara.

Upaya tersebut bertujuan memastikan kalau seluruh WNI dalam keadaan baik serta terhindar dari perlakuan yang tidak semestinya selama penahanan.

Menlu Sugiono: Ini Pelanggaran Kemanusiaan

“Untuk memastikan kondisi mereka, kondisi rekan-rekan kita yang ditahan itu baik, kemudian mereka juga diperlakukan dengan baik,” jelas Menlu.

Menlu Sugiono menegaskan, tindakan Israel tersebut tidak dapat dibenarkan karena telah melanggar kemanusiaan, apalagi mengingat para relawan sedang menjalankan misi perdamaian.

“Apa yang dilakukan oleh Israel merupakan satu hal yang melanggar kemanusiaan karena mereka ada dalam misi damai,” ucap Menlu Sugiono.

Langkah Hukum dan Perlindungan Konsuler

Selain itu, Menlu memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen tulus para relawan dalam menyalurkan bantuan bagi masyarakat Palestina di Gaza.

Menlu Sugiono memastikan kalau pemantauan terhadap kasus ini terus berlanjut, dibarengi dengan komunikasi aktif bersama para pemangku kepentingan terkait.

“Karena ada keterbatasan komunikasi ini, maka kita harus lewat pihak ketiga, tapi kita terus melakukan koordinasi dan pemantauan setiap saat,” sambungnya.

Selain langkah diplomatik, pemerintah turut menempuh upaya hukum dengan melibatkan pengacara yang memiliki spesialisasi dalam menangani kasus-kasus serupa di masa lalu.

Menanti Kepulangan Para Relawan

Target utama pemerintah saat ini adalah memulangkan seluruh WNI ke Tanah Air sesegera mungkin, dengan memastikan mereka berada dalam keadaan sehat dan selamat.

“Kita harapkan hal ini tidak berlangsung lama dan kita akan terus melakukan pengawasan serta tekanan terhadap situasi ini,” jelas Menlu Sugiono.

Sebelumnya, Juru Bicara I Kemlu, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi bahwa 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 saat ini berada dalam tahanan Israel.

Pemerintah pun tengah mengerahkan berbagai langkah untuk menjamin perlindungan bagi para relawan tersebut.

“Seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran akan terus dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI dan mereka dapat kembali dengan selamat,” ujar Yvonne.

Kemlu RI menuntut Pemerintah Israel untuk segera membebaskan seluruh awak dan kapal misi kemanusiaan internasional yang saat ini berada dalam tahanan.

Selain itu, Indonesia juga mendesak agar Israel menjamin kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina sesuai dengan ketentuan hukum humaniter internasional.(nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

Keren banget melihat gimana pemerintah kita gercep (gerak cepat) untuk memastikan 9 relawan kemanusiaan yang ditahan Israel tetap aman dan bisa segera dipulangkan. Meski Indonesia nggak punya hubungan diplomatik langsung sama Israel, kolaborasi strategis dengan Turki dan Yordania ini jadi bukti kalau solidaritas kemanusiaan itu tetap jadi prioritas utama. Semoga semua proses negosiasinya lancar dan para relawan bisa segera kembali ke Tanah Air dengan selamat!

Menlu Sugiono Sugiono Update 2026 indonesia turki WNI

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB