Berikut Upaya-upaya Diplomasi Kemenlu Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Rabu, 20 Mei 2026 | 16:28 WIB
Berikut Upaya-upaya Diplomasi Kemenlu Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel
Upaya Diplomasi Kemenlu Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel (Kemenlu RI)

astakom.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri kini tengah melakukan langkah diplomasi intensif untuk memastikan keselamatan dan membebaskan 9 warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan oleh otoritas Israel.

Kesembilan WNI tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam rangkaian Global Summit Flotilla (GSF) 2.0 yang ditahan saat dalam perjalanan menuju Gaza.

​Kabar mengenai penahanan ini menjadi perhatian publik mengingat misi tersebut bertujuan mulia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza.

Hingga saat ini, pemerintah terus bekerja keras untuk memastikan kondisi fisik dan keselamatan para relawan tersebut agar bisa segera kembali ke tanah air.

Upaya Diplomasi Lintas Negara

​Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan kalau pihaknya tidak tinggal diam. Sejak kabar penahanan mencuat, pemerintah telah melakukan koordinasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait guna memberikan perlindungan maksimal bagi para WNI tersebut.

“Kami terus melakukan upaya koordinasi,” tutur Menlu Sugiono di Kompleks Parlemen MPR/DPR, Jakarta berdasarkan rilis yang diterima wartawan astakom pada pada Rabu (20/05/2026).

Selain itu, Sugiono menegaskan kalau pihaknya telah menjalin kontak dengan perwakilan di Yordania serta Turki, dan terus menjajaki komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki akses ke lokasi penahanan.

“Komunikasi dengan teman-teman luar negeri di Jordan dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita yang di-intercept dan ditahan oleh Israel,” ujar Menlu Sugiono.

Terus lakukan kordinasi dan hubungan langsung

​Menlu Sugiono mengakui bahwa proses advokasi ini memiliki tantangan tersendiri, terutama karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik secara langsung dengan Israel.

Hal ini menyebabkan informasi mengenai kondisi terkini para WNI masih terbatas.​Meski akses komunikasi tidak langsung, pemerintah berkomitmen untuk memaksimalkan seluruh jaringan yang ada.

“Kita berharap kondisi mereka baik-baik saja.  Kami juga terus melakukan upaya koordinasi, karena kita tidak punya hubungan langsung,” tambah Menlu Sugiono.

Pemerintah dukung semangat misi kemanusiaan

​Di balik ketegangan yang terjadi, Menlu Sugiono memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat para aktivis kemanusiaan, termasuk WNI yang tergabung dalam GPCI.

Menurutnya, partisipasi dalam Global Summit Flotilla ini merupakan cerminan niat tulus untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi masyarakat di Gaza.

“Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan yang tergabung dalam Global Summit Flotilla karena ini juga mencerminkan satu keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, di Gaza pada khususnya,” ucap Menlu Sugiono.

“Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik, dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” sambungnya.

Langkah tegas dan tuntutan pembebasan

​Senada dengan Menlu, Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama perwakilan RI di luar negeri terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat.

Saat ini, tercatat ada 9 (sembilan) WNI anggota GPCI yang ditahan dalam misi GSF 2.0 tersebut.

​Pemerintah Indonesia secara tegas mendesak agar Israel segera menghentikan penahanan terhadap para relawan dan kapal kemanusiaan internasional.

“Seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran akan terus dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI dan mereka dapat kembali dengan selamat,” ujar Yvonne.

“Indonesia mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan,” lanjutnya.(nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

​Kasus penahanan sembilan WNI dalam misi kemanusiaan Global Peace Convoy ke Gaza ini menjadi pengingat bagi kita akan besarnya risiko di balik aksi solidaritas global. Meski Indonesia terkendala tidak adanya hubungan diplomatik dengan Israel, pemerintah saat ini sedang all-out menempuh jalur diplomasi intensif demi memastikan keselamatan para relawan. Ini adalah momen penting bagi kita untuk tetap memberikan dukungan moral, mengawal isu ini, dan menyadari bahwa memperjuangkan kemanusiaan adalah aksi nyata yang memerlukan keberanian besar.

Menlu Sugiono Sugiono Update 2026 WNI Kutuk Israel

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB