Jelang Idul Adha 2026, Kementan Gercep Awasi Hewan Kurban
astakom.com, Jakarta - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tinggal 8 hari lagi, masyarakat sekarang udah mulai nyari hewan kurban untuk disembelih di hari raya. Untuk itu, pemerintah lewat Kementerian Pertanian memperketat pengawasan pada jenis-jenis hewan kurban.
Kementerian Pertanian memperketat pengawasan penyakit zoonosis (penyakit yang bisa ditularkan hewan ke manusia) dan keamanan pangan asal hewan kurban supaya kesehatan masyarakat di tengah lonjakan mobilitas dan distribusi ternak di berbagai daerah.
Makanya pemerintah terus melakukan pengawasan kesehatan hewan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternakan juga edukasi penanganan daging yang aman bagi kesehatan dan panitia kurban.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan nasional, khususnya pada periode meningkatnya lalu lintas ternak menjelang Idul Adha.
Menjamin kualitas pertanian dan peternakan
“Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga kualitas dan jaminan keamanan produk pangan yang dihasilkan. SDM pertanian dan peternakan harus profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” kata Mentan Amran dikutip dari laman resmi Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian pada Selasa, (19/05/2026).
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Tedy Dirhamsyah, menjelaskan bahwa pengawasan kesehatan hewan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir, terutama saat permintaan dan distribusi ternak meningkat menjelang Idul Adha.
Mengenal zoonosis
“Pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan lalu lintas ternak, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai cara penanganan daging yang benar. Ini penting agar distribusi daging kurban tidak menjadi media penularan penyakit,” kata Tedy.
Kementan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai penyakit zoonosis seperti Anthrax, Brucellosis, Lumpy Skin Disease (LSD), Foot-and-Mouth Disease (PMK), jembrana, dan infeksi cacing hati. Penyakit tersebut dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan sakit, darah, organ terinfeksi, maupun pangan asal hewan yang tidak ditangani secara tepat.
Pencegahan dan pengawasan
Selain berdampak terhadap kesehatan masyarakat, penyebaran zoonosis juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi akibat turunnya produktivitas ternak, terganggunya distribusi hewan, hingga menurunnya kepercayaan konsumen terhadap produk peternakan.
Dalam prosesnya, Kementan terus memperkuat langkah pencegahan juga pengawasan kesehatan hewan di momen momen dekat Hari H Idul Adha supaya nantinya kurban berjalan aman, sehat, dan terbebas dari risiko penularan penyakit. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Jelang Idul Adha, Kementan lagi gercep perketat pengawasan hewan kurban buat cegah penyakit zoonosis kayak PMK, anthrax, sampai LSD. Pemerintah juga push edukasi soal cek kesehatan ternak dan handling daging biar distribusi kurban tetap aman buat masyarakat. Jadi sekarang beli hewan kurban nggak cuma lihat fisik, tapi juga wajib aware sama faktor health-nya.









