Israel Cegat 4 Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza, Begini Kronologinya
astakom.com, Jakarta - 4 jurnalis Indonesia dilaporkan berada di dalam kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza, Palestina, saat armada tersebut diadang oleh militer Israel (IDF).
Keikutsertaan para awak media ini merupakan bagian dari rombongan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Daftar nama jurnalis yang jadi korban
Daftar jurnalis Indonesia di kapal tersebut di antaranya adalah Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai dari harian Republika.
Selain itu, turut serta jurnalis dari Tempo, Andre Prasetyo Nugroho serta Rahendro Herubowo yang maju sebagai perwakilan jurnalis dari GPCI.
Lewat keterangan di akun Instagram-nya, GPCI melansir kalau total ada 9 WNI yang terlibat langsung dalam pelayaran kemanusiaan ini, dengan para jurnalis masuk ke dalam bagian dari misi tersebut.
9 WNI tersebut ialah: Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhamad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo dan Rahendro Herubowo.
Sementara itu, informasi mengenai posisi serta kondisi masing-masing dari sembilan WNI tersebut dibagikan oleh selebritas Chiki Fawzi, yang juga mendedikasikan dirinya sebagai relawan dalam misi Global Sumud Flotilla.
"Thoudy Badai (Jurnalis), Hendro Prasetyo (Aktivis Kemanusiaan), Andre PRasetyo (Jurnalis), Andi Angga (Aktivis Kemanusiaan), Ronggo Wirasanu (Aktivis Kemanusiaan), Herman Budianto (Aktivis Kemanusiaan), As'ad Aras (Aktivis Kemanusiaan), dan Rahendro Herubowo (Jurnalis), dan Bambang Nuryono (Jurnalis)," demikian pernyataan pada poster yang dilansir dari akun Instagram Chiki dan diposting ulang oleh akun GPCI.
Menurut Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, 2 jurnalis yang ikut dalam rombongan tersebut tengah mengemban mandat profesi.
Keduanya ditugaskan secara resmi untuk meliput jalannya pelayaran kemanusiaan yang diinisiasi oleh kelompok relawan tersebut.
Kecaman keras dari ruang redaksi
"Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti," demikian pernyataan dari Andi Muhyiddin yang diterima astakom.com pada Senin (18/05/2026) sore.
"Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," lanjutnya.
Dalam keterangannya, Andi menyatakan kalau pihak Republika mengecam keras aksi penghadangan yang dilakukan oleh militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
"Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," ucapnya.
Melalui unggahan di akun media sosial resminya, Republika merilis video dari Abeng pasca-penangkapan.
Nasib 9 WNI dan pesan darurat dari kapal
Dijelaskan kalau pengiriman video darurat (SOS) oleh peserta GSF tersebut menjadi sinyal kuat kalau kapal mereka telah diintersepsi dan penangkapan oleh tentara Israel (IDF) telah terjadi.
Pada video tersebut, Abeng mengungkapkan "Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Israel saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel."
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Koalisi Global Sumud Flotilla sempat menyatakan kalau armada mereka mulai didekati dan dihadang oleh sejumlah kapal perang militer Israel.
Melalui pernyataan tertulis di media sosial, pihak koalisi mengungkapkan kalau pasukan Israel telah berhasil menaiki kapal pertama dari armada tersebut pada siang hari.
"Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong," ungkap pernyataan Global Sumud Flotilla.
Selain 9 WNI yang mencakup 2 jurnalis di dalamnya, militer Israel dilaporkan turut menahan sedikitnya 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai belahan dunia karena keterlibatan mereka dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza.
Menurut laporan dari media-media Israel, seluruh aktivis yang terjaring dalam operasi tersebut nantinya akan dibawa menuju dermaga terbesar di negara itu, yakni Pelabuhan Ashdod, begitu operasi maritim selesai dilakukan.
Sebanyak 4 kapal perang militer Israel disebut-sebut dikerahkan dalam aksi tersebut.
Pihak Israel kemudian menginstruksikan seluruh kapal yang tergabung dalam konvoi untuk segera mematikan mesin mereka.
Misi Global Sumud menembus blokade Gaza
Berdasarkan informasi yang dihimpun, konvoi kapal pembawa bantuan tersebut dihadang saat berada di wilayah lepas pantai Siprus.
Armada Global Sumud sendiri berkekuatan 54 kapal yang telah bertolak dari Distrik Marmaris di pesisir Mediterania, Turkiye, pada Kamis lalu.
Pelayaran ini merupakan langkah terbaru kelompok relawan dalam misinya menembus blokade ketat Israel atas Gaza.
Kebijakan blokade yang diterapkan Israel di Jalur Gaza ini sebenarnya telah berlangsung sejak musim panas tahun 2007.
Hingga detik ini, blokade tersebut terus memicu perhatian dan sorotan dari dunia internasional seiring konflik berkepanjangan yang tak kunjung usai di kawasan itu.
Salah satu aktivis dari atas kapal menyampaikan kepada koresponden bahwa konvoi kemanusiaan tersebut tidak akan berbalik arah. Mereka menegaskan komitmennya untuk tetap menembus Gaza walau dihadang oleh kekuatan militer. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Solidaritas tanpa batas! Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 yang membawa bantuan logistik ke Gaza diadang intersep militer Israel di perairan internasional. Gak cuma aktivis global, ada 9 WNI—termasuk jurnalis lokal yang lagi bertugas—ikut ditahan setelah video SOS mereka viral di medsos. Awareness publik sekarang lagi naik banget buat mengawal keselamatan mereka karena aksi penghadangan ini dinilai netizen melanggar hukum internasional dan kebebasan pers.












