IHSG Melemah! Big Caps Dicoret MSCI, Market Langsung Panic Mode?

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Senin, 18 Mei 2026 | 12:55 WIB
IHSG Melemah! Big Caps Dicoret MSCI, Market Langsung Panic Mode?
IHSG Drop! Big Caps Dicoret MSCI, Market Langsung Panic Mode (Pexel)

astakom.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini meneruskan perlemahannya dari penutupan pekan lalu. Pada Senin (18/5/2026) pagi IHSG drop cukup dalam seiring sentimen dari keputusan hasil review kemarin dan aksi jual investor asing setelah sejumlah saham berkapitalisasi besar Indonesia terdepak dari indeks global MSCI dan FTSE Russell.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.40 WIB, IHSG menunjukkan anjlok atau turun signifikan sebanyak 3,60 persen ke bawah level psikologis 6.500, menjadi 6.481,40.

Sementara itu, nilai transaksinya mencapai Rp5,50 triliun dengan volume perdagangan pasar pada pagi hari ini adalah 9,3 miliar saham.

Aksi jual dan tekanan di zona merah sangat terasa pagi ini. Diketahui sebanyak 619 saham di zona merah. Sedangkan yang bertengger di zona aman atau zona hijau hanya terhitung 90 saham. Sisanya, 250 stagnan.

Outflow gila-gilaan

Pengamat pasar modal Michael Yeoh bilang pergerakan saham terhadap IHSG ini dipicu sama derasnya arus keluar dana asing pasca hasil atau perubahan konstituen indeks global.

Dia menjelaskan kalau pada bulan ini terjadi  outflow besar, dari emiten-emiten yang berkapitalisasi besar.

“Pada bulan ini, terjadi outflow terbesar dari indeks MSCI maupun FTSE. Dari enam emiten berkapitalisasi besar yang keluar, yaitu DSSA dan BREN yang berada dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC), kemudian AMMN, AMRT, CUAN, dan TPIA,” kata Michael, dikutip oleh astakom.com pada Senin (18/05/2026).

Pasar domestik kena pressure

Selain itu, pasar juga kena pressure dari keputusan FTSE Russell yang akan menghapus DSSA dari konstituennya.

"Selain itu perlu diingat juga bahwa FTSE akan mengeluarkan DSSA dari konstituennya. Nilai outflow yang diperkirakan ada di kisaran Rp30 triliun,” katanya.

Michael menilai kalau dana keluar itu berpotensi terus membebani pasar sampai periode rebalancing berikutnya yaitu di bulan Juni.

Hasil review MSCI

Dilansir dari redaksi astakom.com Status Indonesia di indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih aman di jalur pasar berkembang atau emerging market. Di tengah kabar banyak saham domestik yang kena tendang dari indeks MSCI pada review Mei 2026, Indonesia tetap masuk dalam daftar 24 negara emerging market versi MSCI.

Berdasarkan laman resmi MSCI Emerging Markets Indexes per Rabu silam (13/05/2026), posisi Indonesia belum berubah sebagai satu dari dua puluh empat negara yang masuk dalam indeks pasar berkembang versi MSCI. Indeks ini jadi acuan investor global dengan total dana kelolaan mencapai lebih dari USD1,8 triliun. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway 

IHSG pagi ini auto jeblok 3,6% ke bawah 6.500 gara-gara foreign investor rame-rame cabut abis beberapa saham jumbo dicoret dari MSCI dan FTSE. Market langsung full merah, tekanan jualnya kerasa banget sampai ratusan saham nyungsep. Meski vibes market lagi chaos, status Indonesia di indeks emerging market MSCI ternyata masih aman.

IHSG msci

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB