AS Batalkan Pemindahan 4.000 Tentara Divisi Kavaleri dari Jerman ke Polandia
astakom.com, Jakarta - Amerika Serikat membatalkan planning pengerahan sekitar 4.000 tentara Angkatan Daratnya ke Polandia.
Melansir dari AJP News Agency pada Senin, (18/5/2026) Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan secara resmi untuk membatalkan rencana penempatan rotasi Tim Tempur Brigade Lapis Baja ke-2 pada 15 Mei lalu.
Unit militer di bawah Divisi Kavaleri ke-1 tersebut sedianya dijadwalkan berangkat dari markas mereka di Fort Hood, Texas pekan ini.
Unit tersebut membawa serta lebih dari 4.000 personel beserta perlengkapan militernya. Bahkan, sejumlah pasukan dan material tempur dilaporkan telah berada dalam perjalanan menuju Eropa saat pembatalan diumumkan.
Pasukan sudah di jalan
Kepada Politico, seorang pejabat Pentagon mengungkapkan rasa terkejutnya dengan menyatakan "Kami sama sekali tidak mengharapkan keputusan ini." ucapnya dilansir dari AJP News Agency pada Senin, (18/5/2026).
"Kepala Komando Eropa AS menerima instruksi tentang pengurangan pasukan," ucap Jenderal Christopher LaNeve, Plt kepala staf Angkatan Darat AS, sewaktu sidang kongres AS saat dimintai penjelasan mengenai pembatalan pengerahan.
"Saya telah bekerja sama dengannya dalam konsultasi erat tentang unit pasukan apa yang akan digunakan, dan itu... paling masuk akal bagi brigade tersebut untuk tidak melakukan pengerahan di wilayah tersebut," ucap LaNeve, mengacu pada Tim Tempur Brigade Lapis Baja ke-2.
Melansir dari AFP pada Senin ini (18/5/2026), jenderal tersebut mengungkapkan kalau sejumlah elemen dari unit tersebut sebenarnya telah diberangkatkan ke luar negeri, sementara seluruh perlengkapan tempurnya kini tengah dalam perjalanan.
Keputusan rahasia Pentagon
Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll mengungkapkan kalau pembatalan pengerahan pasukan tersebut sebenarnya telah diputuskan sejak beberapa hari yang lalu.
HIngga saat ini alasan mendasar di balik pembatalan pengiriman pasukan ke Polandia tersebut masih belum diungkapkan.
Hegseth sempat melontarkan pujian kepada Polandia atas komitmen anggaran pertahanannya yang kini hampir menyentuh angka 5% dari PDB negara tersebut.
Efek domino politik Trump
Wacana pemindahan pasukan AS dari Jerman ke Polandia sebenarnya sempat digaungkan oleh Presiden Donald Trump.
Langkah ini mendapat dukungan kuat dari Presiden Polandia Karol Nawrocki yang dikenal sebagai sekutu dekat Trump melalui seruan terbukanya agar tentara Amerika di Jerman segera digeser ke Polandia.
Langkah ini mengingatkan pada kebijakan Trump sebelumnya, saat ia mengumumkan penarikan 5.000 tentara AS dari Jerman.
Keputusan itu diambil tak lama setelah Kanselir Jerman, Friedrich Merz, melontarkan kritik terhadap respons Washington terkait konflik Iran.
Sebaliknya, perselisihan publik antara Polandia dan pemerintahan Trump membuat kebijakan pembatalan ini dinilai sangat mendadak dan di luar perkiraan banyak pihak.
Kekosongan pertahanan Eropa
Mantan Komandan Angkatan Darat AS di Eropa, Pensiunan Jenderal Ben Hodges, menegaskan kepada Politico kalau kehadiran militer Amerika di benua tersebut mengemban misi krusial.
Menurutnya, fokus utama pasukan AS adalah membendung pengaruh Rusia, mengamankan kepentingan strategis Washington, serta memperkuat posisi negara-negara sekutu.
Ben Hodges memperingatkan kalau "Sekarang, aset yang sangat penting yang seharusnya menjadi bagian dari pencegahan itu telah hilang.”
Sementara itu, Juru Bicara Pentagon Joel Valdez menegaskan kalau "Keputusan untuk menarik pasukan mengikuti proses yang komprehensif dan berlapis-lapis yang mencerminkan pandangan para komandan utama dan seluruh struktur komando pasukan AS di Eropa," tuturnya.(nAD/aRsp)
Gen Z Takeaway
Plot twist dari Pentagon! AS mendadak nge-ghosting Polandia dengan membatalkan pengiriman 4.000 tentaranya yang sebenarnya udah otw ke Eropa. Keputusan impulsif ini bikin internal militer mereka sendiri syok, apalagi alasannya masih dirahasiakan. Banyak yang nebak ini ada kaitannya dengan manuver politik ala Trump dan dinamika geopolitik bareng Jerman-Rusia yang bikin pertahanan Eropa Barat jadi makin abu-abu.












