Panen Raya Jagung bareng Presiden Prabowo: Inovasi dan Ketahanan Pangan RI Makin Dikebut

Pewarta: Shintya
Editor: AR Purba
Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:45 WIB
Panen Raya Jagung bareng Presiden Prabowo: Inovasi dan Ketahanan Pangan RI Makin Dikebut
Panen Raya Jagung Bareng Presiden Prabowo, Inovasi dan Ketahanan Pangan RI Makin Dikebut. [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menghadiri kegiatan yang erat kaitannya sama isu ketahanan pangan nasional, yaitu acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2026 di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Di kesempatan itu, Presiden Prabowo bahkan turun langsung ke lahan perkebunan dan nyetir Combine Corn Harvester bareng para petani. Momen ini jadi sinyal kalau modernisasi pertanian sekarang bukan lagi sekadar wacana, tapi mulai dibawa langsung ke lapangan.

Diketahui, panen raya jagung kuartal II tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton jagung.

Di hadapan petani dan masyarakat yang hadir, Presiden Prabowo menegaskan kalau pangan adalah fondasi utama sebuah negara buat tetap survive di tengah kondisi global yang makin nggak pasti. 

Sektor pangan penting bagi ketahanan negara

Menurutnya, negara yang nggak punya sistem produksi pangan yang aman dan berkelanjutan bakal gampang goyah saat krisis datang.

“Saya belajar sejarah, saya belajar bernegara. Dan hal yang saya dapatkan adalah bahwa tidak mungkin suatu negara bertahan survive tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya di acara Panen Raya jadung, dalam live streaming Sektretariat Presiden.

Dari pengalaman panjangnya dekat dengan kelompok tani dan nelayan sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia atau HKTI dan komandan pasukan tempur. 

Makanya, Presiden Prabowo paham banget kalau sektor pangan itu soal keberlangsungan hidup satu bangsa. Petani dan nelayan, menurutnya, adalah garda depan yang selama ini memastikan kebutuhan makan masyarakat tetap aman.

Peran petani dan nelayan sangat krusial

“Jadi itulah sejarah, bagaimana saya makin sadar waktu itu pentingnya para petani, para nelayan. Para petani dan para nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara,” katanya.

Selain bicara soal produksi pangan, Presiden juga highlight inovasi energi berbasis pertanian yang dinilai bisa jadi game changer baru buat Indonesia. Salah satunya pemanfaatan tongkol jagung yang sebelumnya dianggap limbah, kini bisa diolah jadi briket arang untuk sumber energi alternatif.

“Saya gembira. Bukan saya pura-pura. Saya lega. Kenapa? Karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya dikasih tahu, ‘Pak tenang, kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung.’ Waduh, luar biasa. Tadinya tongkol itu dibuang, ya. Sekarang bisa jadi sumber energi. Luar biasa,” kata Presiden Prabowo.

Pengembangan teknologi pertanian

Menurut orang nomor satu di Indonesia, inovasi kayak gini nunjukkin kalau Indonesia punya SDM yang kreatif, adaptif, inovatif dan nggak gampang nyerah meski dunia lagi dihantam krisis energi dan pangan.

Kedekatan antara aparat, kampus, peneliti, dan masyarakat disebut jadi faktor penting lahirnya solusi-solusi baru yang relevan buat kebutuhan rakyat.

“Di tengah krisis, Indonesia punya putra-putri yang inovatif, yang tidak menyerah, yang berani mencari ilmu. Karena kalian dekat sama rakyat, kalian dekat, kalian dekat sama kampus, kalian dekat sama insinyur, sarjana-sarjana itu, makanya kalian tahu. Ini luar biasa,” katanya.

Presiden juga menekankan bahwa setiap inovasi yang bisa mengamankan produksi pangan berarti ikut menjaga masa depan dan kedaulatan Indonesia. Karena itu, pemerintah terus dorong pengembangan teknologi pertanian sampai pengolahan energi alternatif berbasis sumber daya lokal.

“Pangan adalah strategis. Apapun yang kau buat untuk mengamankan dan meningkatkan produksi pangan kita, itu berarti anda mengamankan masa depan kita, kedaulatan kita,” lanjutnya.

Dorong kemandirian pupuk

Nggak berhenti di situ, Presiden Prabowo juga menyoroti pengembangan pupuk berbahan batu bara kalori rendah buat ngurangin ketergantungan Indonesia terhadap pupuk impor. Menurutnya, kalau kebutuhan pupuk bisa dipenuhi sendiri, posisi Indonesia bakal jauh lebih kuat dari sisi pertanian maupun ekonomi nasional.

“Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk dari luar negeri, kita menjadi sangat kuat. Saya minta ini diimplementasi, konsep temuan bagus,” ungkapnya.

Seluruh inovasi tersebut nantinya dirancang supaya bisa nyampe langsung ke masyarakat lewat jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah ingin kebutuhan penting masyarakat bisa diakses lebih gampang dengan harga yang tetap affordable buat daya beli rakyat.

“Kuncinya kita harus beri bahan yang penting untuk rakyat dengan harga semurah-murahnya. Semurah-murahnya supaya rakyat kita daya belinya meningkat, kehidupannya lebih baik, kualitas hidupnya lebih baik,” katanya.(Shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

Prabowo Subianto turun langsung panen jagung di Tuban sambil nunjukin kalau pangan itu core penting buat ketahanan negara. Pemerintah juga lagi push inovasi kayak briket dari tongkol jagung dan pupuk lokal biar Indonesia nggak terlalu bergantung impor. Semua hasil inovasi ini nantinya bakal disalurin lewat Kopdes supaya lebih affordable buat rakyat.

Panen Raya Jagung Serentak Prabowonomics Presiden Prabowo

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB