Indonesia Serukan BRICS Jadi Motor Penggerak Negara Berkembang

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Jumat, 15 Mei 2026 | 17:53 WIB
Indonesia Serukan BRICS Jadi Motor Penggerak Negara Berkembang
Indonesia Serukan BRICS Jadi Motor Penggerak Negara Berkembang (Kemenlu RI)

astakom.com, Jakarta – Dalam pernyataannya, Menlu Sugiono mempertegas bahwa BRICS memegang peranan kunci bagi penyelesaian masalah-masalah global yang mendesak.

"Nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan”, ucap Menlu RI, Sugiono pada BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, dikutip dari Kementerian Luar Negeri, Jumat (15/5/2026).

Melalui tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”, India memimpin agenda pertemuan BRICS tahun ini guna memperkuat kerja sama dan inovasi antar negara anggota.

Pilar keadilan global

Menyambut momentum 20 tahun berdirinya BRICS pada 2026 ini bertepatan dengan tahun kedua keikutsertaan Indonesia sebagai anggota dalam aliansi tersebut.

Ada dua sesi yang diikuti oleh Menlu Sugiono dalam pertemuan ini. Pertama, "Closed Session" yang menyoroti persoalan global serta wilayah, dan kedua, "Open Session" yang mengusung tema peringatan dua dekade BRICS.

Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan peran krusial BRICS sebagai kekuatan Global South dalam menjaga stabilitas dunia.

Ia menegaskan kalau blok ini harus berada di garda terdepan dalam memastikan hukum internasional ditegakkan secara adil tanpa adanya standar ganda.

Indonesia menekankan agar BRICS hadir sebagai pemberi solusi atas tantangan global ketimbang menjadi pemicu polarisasi.

Komitmen kemanusiaan & Palestina

Di saat yang sama, pemerintah kembali menegaskan komitmennya terhadap perjuangan Palestina serta konsistensi dalam mendukung Two-State Solution.

Menanggapi insiden yang menimpa pasukan perdamaian, Menteri Luar Negeri RI menegaskan perlunya pertanggungjawaban atas gugurnya empat personel UNIFIL asal Indonesia dalam tugas mereka.

Indonesia menekankan kalau perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian PBB merupakan prinsip mutlak yang sama sekali tidak dapat ditawar.

Menteri Luar Negeri Sugiono turut menyoroti mendesaknya reformasi tata kelola global guna menjawab tantangan zaman.

Reformasi ekonomi & WTO

Ia mendorong pembenahan sistem perdagangan dunia agar lebih terbuka dan inklusif, dengan tetap menempatkan WTO sebagai pilar utamanya.

Selaras dengan agenda yang diusung kepemimpinan India, Indonesia menyambut positif penguatan New Development Bank (NDB).

Saat ini, pemerintah tengah merampungkan proses administrasi internal guna meresmikan keanggotaannya di bank pembangunan tersebut.

PDB strategis negara-negara BRICS

Melangkah ke depan, Indonesia berpeluang mengoptimalkan platform BRICS guna memperkokoh sinergi di berbagai bidang krusial, mulai dari sektor ekonomi, penanganan perubahan iklim, energi, dan kesehatan, hingga pembenahan tata kelola global.

Bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS diproyeksikan mampu mendatangkan keuntungan dan sinergi nyata.

Hal ini mengingat posisi strategis BRICS yang menguasai sekitar 28 hingga 30 persen PDB global serta mencakup 45 persen dari total penduduk dunia.

Sebagai bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18, forum utama tingkat Menteri Luar Negeri atau BRICS Foreign Ministers' Meeting (FMM) menjadi pembuka sebelum puncak acara yang akan digelar pada 12-13 September 2026 di New Delhi, India.(nAD/aRsp)

​Gen Z Takeaway

​Indonesia lagi level up di panggung dunia lewat BRICS! Bukan cuma soal ekonomi yang pegang 30% PDB global, tapi kita juga berani vokal soal keadilan hukum internasional dan perlindungan kemanusiaan. Basically, Indonesia mau pastiin tata kelola dunia itu inklusif, adil, dan nggak cuma dengerin satu sisi aja—sekaligus buka peluang kolaborasi hijau dan teknologi buat masa depan.

Menlu Sugiono Sugiono Update 2026 KTT BRICS Forum Brics

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB