Cicilan Jadi Lebih Ringan! Presiden Prabowo Kasih Lampu Hijau Bunga PNM Mekaar di Bawah 9%
astakom.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto baru saja bikin gebrakan yang bener-bener game changer buat rakyat kecil. Kepala Negara menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar diturunkan habis-habisan sampai di bawah 9 persen. Pengumuman ini disampaikan langsung saat Presiden Prabowo kasih sambutan di Kompleks Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, kemarin (13/05/2026).
Presiden RI menegaskan kalau ini bukan sekadar wacana, tapi sudah jadi keputusan politik yang mantap. Beliau nggak mau lagi lihat ketimpangan yang nggak masuk akal dalam sistem pembiayaan kita.
“Ini keputusan politik, saya sudah ambil bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani, untuk kredit keluarga prasejahtera, dari 24 persen, kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen,” ucap Presiden Prabowo, disitat astakom.com pada Kamis (14/05/2026), dari laman resmi Presiden Republik Indonesia.
Masak orang kaya lebih dimanja?
Presiden Prabowo menyoroti betapa ironisnya sistem selama ini. Pengusaha besar seringkali dapet karpet merah dengan bunga rendah, sementara pelaku usaha mikro—yang justru butuh bantuan—malah dicekik bunga tinggi.
Presiden RI sempat menyapa Menteri Investasi Rosan Roeslani untuk memvalidasi angka tersebut.
“Padahal pengusaha-pengusaha besar kalau ke bank mungkin dapat 10 persen, 9 persen. Iya Pak Rosan, berapa? 9 persen? Bayangkan, orang kaya dikasih 9 persen, orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila, saya tidak paham,” katanya.
Buat Presiden Prabowo, kondisi ini bener-bener nggak vibe check dengan nilai Pancasila. Presiden RI nggak mau negara membiarkan masyarakat kecil menanggung beban lebih berat daripada mereka yang di atas.
Kepala Negara berjanji bakal terus membedah sistem yang lemah biar keadilan sosial itu nggak cuma jadi slogan doang, tapi beneran terwujud secara riil.
Perang lawan birokrasi yang "lama banget"
Nggak cuma soal bunga kredit, Presiden Prabowo juga kasih warning keras soal birokrasi yang bikin pusing. Kepala Negara minta seluruh kementerian dan lembaga (K/L) gercep memperbaiki sistem perizinan yang selama ini dinilai lambat dan menghambat investasi.
Presiden Prabowo bahkan sampai minta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buat bikin satgas khusus deregulasi. Tujuannya simpel: beresin aturan yang tumpang tindih biar pengusaha nggak perlu nunggu bertahun-tahun cuma buat urusan izin.
“Para pengusaha harus dibantu, harus didukung. Yang nakal kita tertibkan, tapi yang baik, yang benar-benar mau bekerja, ya harus dibantu. Banyak investor juga dari luar negeri mengeluh, di Indonesia, sering perizinannya lama sekali dan banyak sekali,” lanjutnya.
Optimisme Ekonomi Indonesia
Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo kasih pesan yang bikin optimistis. Presiden ke-8 RI itu yakin kalau dengan efisiensi dan alokasi yang bener, duit negara itu cukup buat menyejahterakan rakyat. Presiden Prabowo mengajak semua jajaran pemerintah buat terus berbenah demi kemakmuran bersama.
“Percaya sebentar lagi, uang kita cukup. Nyatanya hanya dengan alokasi begini-begini kita sudah bisa berbuat banyak dan kita akan berbuat lebih dari ini,” pungkas Presiden Prabowo. (aNs)
Gen Z Takeaway
Gebrakan Presiden Prabowo ini bener-bener real no cap karena beliau resmi nurunin bunga PNM Mekaar dari 24% jadi di bawah 9% biar rakyat kecil nggak kena mental gara-gara cicilan. Presiden RI ngerasa sistem lama itu nggak vibe check sama Pancasila karena masa orang kaya dapet bunga rendah tapi masyarakat prasejahtera malah dicekik bunga tinggi, makanya sekarang birokrasi yang slow respons juga bakal di-Slay lewat satgas khusus biar semuanya makin sat-set demi ekonomi yang lebih slay dan merata.











