TVRI Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026: Komisi VII DPR RI Dorong Kualitas Sistem Penyiaran Terbaik
astakom.com, Jakarta — Komisi VII DPR RI tengah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang cukup crucial bareng Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, RRI, dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA pada Rabu (13/5/2026).
Agenda utamanya bukan main-main, yaitu membedah kesiapan siaran Piala Dunia 2026. Mengingat TVRI sudah resmi secure hak siar turnamen akbar yang bakal spill keseruan dari Piala Dunia 2026 yang digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, DPR pun langsung pasang mode siaga untuk memastikan semuanya on track.
Pertemuan ini menjadi momen penting untuk mematikan bahwa infrastruktur penyiaran nasional kita sudah benar-benar ready dan nggak low budget dalam menyambut pesta bola paling bergengsi di dunia tersebut.
Dorong keberhasilan penyiaran Piala Dunia 2026
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, secara tegas mewanti-wanti agar kualitas penyiaran FIFA World Cup 2026 ini benar-benar memenuhi ekspektasi publik. Baginya, momen ini adalah ajang pembuktian untuk menjaga marwah TVRI sebagai official broadcaster.
Saleh nggak mau TVRI tampil setengah-setengah, karena kalau sampai gagal memberikan performa terbaik, yang kena imbas bukan cuma nama stasiun televisinya, tapi juga reputation Indonesia di mata internasional.
“TVRI harus memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan tersebut setelah sekitar 30 tahun terakhir tidak menyiarkan ajang itu,” tegas Saleh dalam rapat tersebut, Rabu (13/5/2026).
“Jangan sampai begitu sudah dikasih kesempatan setelah 30 tahun sekian, ternyata tidak mampu menyiarkan,” sambungnya.
Utamakan kepuasan masyarakat
Dalam rapat tersebut, Saleh menekankan kalau kepuasan masyarakat harus jadi ultimate goal yang nggak bisa ditawar. Menurutnya, menghadirkan tontonan yang berkualitas bukan sekadar urusan hiburan, tapi sudah menjadi manifesto tugas pemerintah dalam melayani rakyat.
Jadi, TVRI dituntut untuk memberikan user experience yang memuaskan bagi seluruh pencinta sepak bola di tanah air tanpa terkecuali.
“Tentu apa pun yang kurang dan apa pun yang diminta oleh masyarakat harus dipenuhi secara baik,” tutur Saleh
Kesepakatan TVRI dan FIFA
Kesepakatan antara pemerintah via TVRI dan FIFA ini sebenarnya sudah locked sejak awal, memastikan posisi TVRI sebagai pemegang hak siar resmi untuk hajatan besar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Lewat kolaborasi ini, TVRI punya visi besar buat menghadirkan tayangan kelas dunia yang benar-benar inklusif dan accessible buat siapa saja, bahkan hingga ke pelosok wilayah 3T yang selama ini sering limit akses.
Komitmennya pun nggak tanggung-tanggung; TVRI bakal menyiarkan secara full 104 pertandingan dari babak penyisihan sampai final, memberikan pengalaman nonton bola yang seamless (lancar tanpa gangguan) selama 39 hari penuh bagi seluruh masyarakat Indonesia.(aLf/aRsp)











