Indonesia Kirim 780 Pasukan ke Lebanon: Komitmen Damai di Tengah Risiko
astakom.com, Jakarta- Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengonfirmasi partisipasi berkelanjutan Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Dalam gelombang keberangkatan kali ini, Indonesia akan menerjunkan 780 personel pasukan perdamaian yang dijadwalkan pergi pada 22 Mei mendatang.
Komitmen Konstitusi dan Pengiriman 780 Personel
Ketika dikonfirmasi perihal pengiriman personel tersebut, Sugiono menyatakan komitmennya bahwa pasukan Indonesia akan terus berkontribusi dalam memperkokoh misi perdamaian PBB di Lebanon.
"Ya, tanggal 22 (Mei 2026) berangkat UNIFIL ke Lebanon sejumlah 780 orang" tutur Sugiono di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Rabu, (13/05/2026).
Menuntut akuntabilitas dan investigasi PBB
Selain membahas pengiriman pasukan, Menteri Luar Negeri Sugiono juga memberikan catatan terkait musibah yang menimpa anggota pasukan perdamaian Indonesia saat menjalankan mandat PBB di Lebanon, beberapa waktu lalu.
Ia menyatakan kalau pemerintah Indonesia telah melaporkan insiden tersebut kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kini tengah menanti hasil investigasi resmi terkait kasus tersebut.
“Kita sudah menyampaikan ke PBB, follow up-nya seperti apa? Mereka masih menginvestigasi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sugiono memastikan kalau pemerintah Indonesia akan terus mengawal kasus ini demi memastikan terciptanya akuntabilitas dalam proses penanganannya.
“Oh iya pasti, kita perlu akuntabilitas,” sambungnya.
Keamanan pasukan: harga mati bagi Indonesia
Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, juga memastikan kalau partisipasi aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian global tetap berlanjut sesuai dengan koridor konstitusional yang berlaku.
Yvonne berpendapat kalau langkah Indonesia untuk tetap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian membuktikan konsistensi negara tersebut dalam menjaga stabilitas global.
"Ini adalah komitmen kita. Ini amanat konstitusi kita. Dan ini sesuatu yang memang keputusan Pak Presiden untuk melanjutkan komitmen kita,” ucap Yvonne.
Kecaman keras atas serangan di Lebanon Selatan
Ia menyatakan kalau otoritas terkait tidak akan mengabaikan standar perlindungan bagi pasukan perdamaian Indonesia di lapangan.
"Keselamatan dan keamanan peacekeepers itu non-negotiable,” ucapnya.
Yvonne turut menegaskan kecaman keras Indonesia atas serangan Israel yang merenggut nyawa prajurit TNI saat bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon Selatan. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Gak cuma sekadar tugas, pengiriman 780 troops ke Lebanon ini bukti kalau Indonesia stand their ground buat perdamaian dunia meski situasinya lagi chaos. Menlu tegas minta akuntabilitas PBB soal insiden sebelumnya karena safety para peacekeepers itu non-negotiable. It's giving major leader energy—tetap konsisten sama amanat konstitusi sambil tetap pasang badan buat perlindungan prajurit di lapangan.












