Sinergi Kemensos & Kementerian PKP: 10 Ribu Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat akan Direnovasi

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 12 Mei 2026 | 23:54 WIB
Sinergi Kemensos & Kementerian PKP: 10 Ribu Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat akan Direnovasi
Menteri Sosial Saifullah Yusuf usai bertemu Menteri PKP Maruarar Sirait di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). (Kemensos).

astakom.com, Jakarta – Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia resmi memperkuat kolaborasi untuk membantu keluarga siswa Sekolah Rakyat melalui program renovasi rumah tidak layak huni.

Kesepakatan tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf usai bertemu Menteri PKP Maruarar Sirait di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (11/05/2026).

Menurut Gus Ipul, program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan secara menyeluruh sesuai arahan Presiden dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025.

“Di mana anaknya sekolah, orangtuanya diberdayakan dan didukung dengan program-program strategis presiden yang lain. Salah satu diantaranya adalah keluarga atau orang tua dari siswa Sekolah Rakyat dibantu dengan program pembangunan rumah tidak layak huni atau dilakukan renovasi agar rumahnya lebih layak huni yang didukung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” kata Gus Ipul, dikutip dari laman Kemensos.

Rumah milik orang tua siswa

Program renovasi rumah ini secara khusus ditujukan bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat. Tahun ini, Kemensos mengusulkan renovasi terhadap 10 ribu rumah milik orang tua siswa.

Dari jumlah tersebut, sekitar 5 ribu rumah telah dinyatakan memenuhi syarat setelah melalui proses pengecekan lapangan dan verifikasi administrasi, terutama terkait status kepemilikan rumah maupun lahan.

“Yang sekarang sudah clear and clean (status kepemilikan) itu ada 5 ribu. Jadi sudah dilakukan ground check lapangan, kemudian sudah dipastikan memenuhi syarat,” ujar Gus Ipul.

Sementara rumah lainnya masih dalam tahap verifikasi dan validasi oleh pendamping Kemensos bersama petugas Kementerian PKP. Pemerintah juga menyiapkan solusi lain bagi keluarga yang belum memenuhi syarat, seperti rumah dengan status kontrak, pinjam, atau menumpang.

Gus Ipul mengapresiasi dukungan penuh dari Menteri PKP yang dinilai memberikan perhatian besar terhadap keberlangsungan program Sekolah Rakyat.

Dukungan untuk Sekolah Rakyat

Di sisi lain, Maruarar Sirait menegaskan komitmen kementeriannya untuk mendukung penuh program tersebut. Bahkan, pada 2025 lalu, Kementerian PKP telah membantu renovasi seribu rumah orang tua siswa.

Tahun ini, Kementerian PKP menyatakan siap merealisasikan renovasi 10 ribu rumah sesuai usulan Kemensos dengan menggunakan anggaran kementerian.

“Jadi kami memutuskan mengalokasikan sejumlah yang Kementerian Sosial minta, 10 ribu (rumah), kami setuju dan kami dukung (merenovasi) 10 ribu (rumah). Dan kami bertekad program ini harus sangat sukses,” tegas Maruarar.

Ia juga meminta agar data rumah penerima segera dikirim paling lambat 1 Juni 2026 agar proses renovasi bisa segera dimulai. (ACwan/aNs/aRsp)

Gen Z Takeaway

Program Sekolah Rakyat sekarang bukan cuma soal sekolah gratis, tapi juga bantu hidup keluarga siswa jadi lebih layak. Jadi anak-anak bisa fokus belajar, sementara rumah orang tuanya ikut direnovasi biar lebih nyaman ditinggali. Konsepnya benar-benar total: pendidikan jalan, kesejahteraan keluarga juga ikut naik.

Kemensos Kementerian PKP Maruarar Sirait Saifullah Yusuf sekolah rakyat

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB