Menlu Sugiono OTW India, Spill Agenda KTT BRICS di New Delhi!
astakom.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Sugiono direncanakan bertolak menuju India guna berpartisipasi dalam Pertemuan Menlu BRICS.
Forum internasional tersebut dijadwalkan berlangsung di New Delhi pada 14 hingga 15 Mei 2026.
Misi strategis di New Delhi
Pertemuan ini diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan administratif dan diplomatik menuju KTT ke-18 BRICS.
India akan kembali menjadi tuan rumah pada gelaran utama yang dijadwalkan berlangsung September mendatang.
Isu keberlanjutan dan ekonomi digital menjadi sorotan dalam forum Menlu BRICS kali ini.
Fokus ekonomi digital dan keberlanjutan
Menlu Sugiono menyebutkan bahwa pembahasan akan diarahkan pada penguatan kerja sama strategis di antara negara-negara anggota.
"BRICS juga membahas kerja sama antarnegara BRICS, terutama di bidang sustainability dan digital economy,” ucap Menlu Sugiono pada saat ditemui wartawan di Jakarta, Selasa, (12/05/2026).
Agenda pertemuan gak hanya terbatas pada kerja sama ekonomi, melainkan juga mencakup pembahasan strategis mengenai stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Menlu Sugiono menekankan kalau prioritas utama saat ini adalah merealisasikan seluruh rencana kerja sama yang telah dirumuskan dalam forum BRICS tersebut.
Tiga pilar utama diskusi global
Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi kalau rangkaian diskusi dalam forum Menlu BRICS tahun ini akan terbagi ke dalam tiga tema besar.
Ketiga tema tersebut mencakup dinamika global dan regional, penguatan ketahanan serta inovasi, hingga persoalan tata kelola global (global governance).
Dalam kesempatan itu, Yvonne menambahkan kalau Indonesia tetap konsisten menunjukkan komitmennya untuk berperan aktif dalam keanggotaan BRICS.
"Indonesia akan terus mendorong BRICS untuk berperan lebih aktif dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan menjaga norma-norma global sesuai hukum internasional,” ucapnya.
Selain menghadiri sesi utama BRICS, Indonesia berpeluang menggelar pembicaraan bilateral dengan delegasi negara lain guna membahas kepentingan kerja sama dua arah.
Agendakan diplomasi bilateral di sela forum
Yvonne menyebutkan kalau jadwal kerja Menlu Sugiono selama forum tersebut tergolong sangat padat.
Oleh karena itu, pengaturan agenda pertemuan bilateral saat ini masih dalam tahap koordinasi.
"Request-nya sudah ada beberapa. Kita juga ingin bertemu dengan beberapa pihak, cuma jadwalnya sangat padat,” sambungnya. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Diplomasi Indonesia makin level up! Lewat forum BRICS ini, RI nggak cuma fokus bahas cuan di ekonomi digital dan isu lingkungan, tapi juga ikut ambil peran penting buat jaga perdamaian dunia, terutama soal stabilitas di Timur Tengah. Intinya, Menlu Sugiono lagi memastikan suara Indonesia tetap terdengar lantang dalam menentukan arah kebijakan global masa depan.












